Holy Grail Trading Forex, Adakah? | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Holy Grail Trading Forex, Adakah?

Published

on

(Seri Psikologi Trading)

Rahasia sukses (Holy Grail) dalam bisnis trading telah menjadi perbincangan para trader sejak dulu.  Ada sebagian trader  yang percaya Holy Grail itu ada, dan banyak pula trader yang tidak percaya dan menganggap itu hanya produk imajinasi belaka.

Saya tergolong trader yang meyakini Holy Grail ada. Bahkan saya pernah melihat Holy Grail itu,  wujudnya seperti cawang: triangle. Jika kamu tergolong trader yang tidak percaya Holy Grail ada, untuk apa kamu tetap bertahan berdiri di sana? Bukankah jauh lebih baik kamu masuk kamar, rebah, tarik ujung selimut, lalu tidur dengan nyaman.

Jika benar Holy Grail ada, lantas di manakah letaknya tersembunyi? Holy Grail itu terpisah dalam tiga bagian. Dua diantaranya sudah ada di tangan kamu, dua bagian ini mempunyai wujud nyata, sementara bagian ketiga letaknya sangat tersembunyi dan tak terlihat kasat mata. Barangsiapa yang menemukan bagian ketiga itu dan berhasil menyatukan, maka dia akan diliputi bahagia dance with market, dan dengan bangga akan berteriak: “Saya seorang trader!”.

Teruslah membaca tulisan ini, sebab saya akan menuntun kamu menemukan titik lokasi di mana bagian ketiga Holygrail itu tersimpan.  Bersiaplah, dan simak baik-baik kisah mitologi  Yunani di bawah ini:

Suatu  hari di Gunung Olympus , nenek moyang para Dewa bernama Khaos mengumpulkan para titan, antara lain; Zeus, Apollo, Ares, dan Hades. Khaos ingin mewariskan sebuah ilmu pamungkas yang barangsiapa bisa menguasainya maka akan memiliki kekuatan mahadahsyat yang bisa dia gunakan untuk apapun. Dengan kekuatan itu, segala keinginan akan bisa terwujud. Inilah Holy Grail yang telah lama mereka tunggu.

Dewa Khaos: “Kalian akan saya tugaskan mengembara mencari kekuatan sakti itu. Oleh Yang Maha Tinggi, Holy Grail itu disembunyikan di tempat yang sangat rahasia. Barangsiapa berhasil menemukannya maka akan memiliki kekuatan sangat sakti yang bisa menaklukkan dunia. Adakah diantara kalian yang bisa menerka di mana kekuatan itu berada?

Dewa Zeus: “Di dasar samudera paling dalam!”

Dewa Apollo: “Di lapisan tanah paling bawah!”

Dewa Ares: “Di salah satu puncak gunung tertinggi!”

Dewa Hades: “Di tengah hutan paling luas!”

Dewa Khaos: “Baiklah kalau begitu, segeralah bergegas mencari Holy Grail itu di tempat sesuai yang kalian yakini. Ketemu atau tidak, kembalilah ke sini, saya akan menunggu kalian. Good Luck!”

Sinkat cerita, keempat dewa itu berpencar memulai pengembaraan. Hari demi hari, bulan berganti bulan, hingga bertahun-tahun mereka susah payah mencari Holy Grail ke segala penjuru dunia. Namun pada akhirnya mereka memutuskan kembali ke Gunung Olympus menemui Dewa Khaos dengan tangan hampa.

Pada Dewa Khaos, mereka duduk bersimpuh mengakui kegagalan mereka. Lantas, Dewa Khaos memberikan petunjuk bahwa Holy Grail sebenarnya tersimpan dalam diri masing-masing.

Para dewa itu terkesima dan tidak menyangka bahwa Holy Grail rupaya sangat dekat namun sangat sulit ditemukan. Sejak saat itu mereka kemudian berpencar lagi mencari tempat yang hening untuk bermeditasi, sampai mereka benar-benar menemukan kekuatan itu.

Cerita diatas, relevan dengan perjuangan para trader untuk menemukan Holy Grail. 10% traders telah berhasil menemukannya, dan kini mereka trading for living. Bukankah kesuksesan mereka adalah bukti nyata bahwa Holy Grail dalam dunia trading itu ada? Dan kabarnya, 90% traders masih dalam proses pencarian. Bagi yang 90% itu hanya ada dua kemungkinan, lanjut atau berhenti di tengah pengembaraan dalm kondisi terluka.

Bagi kamu yang telah  menggeluti trading forex minimal dua tahun,  saya percaya bagian pertama Holy Grail itu sudah ada dalam genggaman kamu berupa metode atau strategi trading yang handal. Yakinlah, saat ini kamu sudah memiliki kemampuan yang mumpuni serta pengalaman yang cukup untuk menjadi seorang pemenang dan meraih keuntungan dari pasar. Kegagalan yang sama dan terus berulang-ulang sampai saat ini sebenarnya bukan karena metode atau analisa kamu, melainkan terletak pada kondisi psikologi kamu.

Mari evaluasi kembali system trading kamu, perhatikan dan amati baik-baik. Tidak ada yang salah bukan? Bahkan jika kamu jujur pada diri sendiri, bahwa sebenarnya system kamu lebih sering memberikan signal yang tepat. Hanya saja kamu tidak disiplin mengikuti rule. Tangan kamu selalu gatal ingin entry meskipun bertentangan dengan rule strategy kamu. Parahnya, kamu berani pada saat yang salah, dan ragu disertai rasa takut pada saat momentum baik itu datang. Lebih parah lagi, kamu berani melihat floating minus berlama-lama dan takut melihat floating plus hingga kamu kerap buru-buru menutup posisi.  Bedakan serakah dengan memaksimalkan keuntungan, semua tindakan harus logis dan punya alasan.

Lagi-lagi semua kembali pada kematangan psikologi kamu. Berhentilah berfikir bahwa kamu akan menemukan system yang sempurna dan selalu benar, sungguh system yang canggih dan sempurna itu tidak ada. Ketahuilah, bahwa trader professional tingkat dunia sekalipun tidak selalu benar dalam menganalisa, sama seperti kamu. Keunggulan mereka hingga selalu berakhir menang, karena mereka bisa menerapkan money management dengan ketat, dan mental yang telah teruji.  Mereka lebih sabar menunggu momentum masuk pasar. Satu lagi rahasia sukses mereka, tidak pernah meyakini seratus persen analisanya sendiri karena itu stop loss selalu menyertai perdagangan mereka.

“Saya telah mengujinya selama 15 tahun di pasar, trader yang berusaha mencari pendekatan yang pasti (sempurna) akan diganjar dengan kegagalan, hari ini atau besok”(Michael Steinhardt)

Para trader professional menyadari betul bahwa market bisa bergerak semaunya, melibas posisi tanpa ampun jika tidak menyiapkan pertahanan (stop loss) sedini mungkin. Salah satu trader dunia memberikan tipsnya: untuk membangun kedisiplinan, selalu tanamkan dalam pikiran kamu bahwa ketika posisi kamu salah, harga tidak akan pernah kembali, dan satu-satunya jalan adalah menutup posisi kamu yang merugi itu sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar, sebelum pasar menghabiskan semua harta yang kamu punya. Jika kebiasaan tidak mau mengakui kesalahan terus-terusan kamu pelihara, bersiaplah menjadi tumbal keganasan market selanjutnya. Ingat, kadangkala market bergerak melawan posisi kamu tanpa pernah kembali selama berminggu-minggu-berbulan-bulan, sampai kamu ludes dihabisi.

Dan saya yakin, saat ini kamu sedang belajar menguasai Holy Grail bagian kedua berupa Money Management dengan mengasah keterampilan mengatur modal, berupaya memasang stop loss pada setiap transaksi, serta sebisa mungkin melindungi margin kamu dari margin call. Usaha yang bagus, dan teruskanlah. Sebab Money Management adalah salah satu penentu kesuksesan trading setelah kamu menemukan metode yang cocok dengan karaktermu, meskipun metode itu sangat sederhana berupa analisa menggunakan Moving Average dan Support Ressistent. Seperti para trader sukses, banyak yang menggunkan metode sederhana ini dan mereka berhasil meraih profit konsisten dalam jangka panjang.

“Simple adalah mudah dan lebih baik. Jangan mencari system yang sempurna, itu tidak ada.” (Stewart Taylor)

Ya, penentu kesuksesan seorang trader terletak pada psikologi : kedisiplin, keserakahan (greed), dan rasa takut (fear). Inilah yang saya maksud Holy Grail bagian yang ketiga itu. Terbukti psikologi berperan 60% dalam menentukan masa depan atau kesuksesan seorang trader. Disiplin, serakah, dan rasa takut merupakan sifat dasar manusia. Ketiganya adalah “penyakit” trader yang telah mendarah daging dan bukan sesuatu yang mudah untuk disembuhkan.

Terdengar klise dan sepele, tetapi nyatanya sebagian besar dari kita masih terperangkap dan sulit membebaskan diri dari tiga masalah tersebut. Makanya kita selalu saja jatuh pada lubang yang sama, kegagalan yang sama. Apabila dipetakan dalam gambar, Metode, Money Management, dan Psikologi akan membentuk “cawang” atau segitiga (M-Triangle). Sesuai porsinya, dapat dilihat betapa psikologi memegang peran yang paling utama dalam sebuah trading dalam pasar, entah itu pasar valas, komoditas, atau pasar modal. Holy Grail ada dalam diri kamu!

Nah, kabar baiknya “penyakit psikologi” ini bisa kita sembuhkan. Sama dengan keempat dewa tadi, yang perlu kamu lakukan adalah MEDITASI. Ya, saya tidak sedang bergurau. Saya akan mencoba berbagi pengalaman bagaimana caranya membangun kedisiplinan, menghilangkan sifat serakah dan rasa takut melalui metode “Self Hypnosis”. Metode ini setidaknya bisa kita lakukan secara gratis tanpa harus mendatangi ahli terapis yang harganya cenderung mahal.

Caranya sebagai berikut:

1.    Masuk kamar, gunakan pakaian longgar, matikan lampu, dan pastikan tidak ada gangguan apapun.

2.    Jauhkan barang-barang yang mengandung magnetic, seperti HP, dompet yang berisi kartu ATM atau Kartu Kredit.

3.    Berbaringlah dengan posisi yang nyaman, pejamkan mata, lalu kosongkan pikiran. Kemudian tarik nafas pelan-pelan lantas hembuskan perlahan melalui mulut, ulangi sebanyak enam kali. Fokuskan pikiran kamu hanya pada suara nafas kamu, atau visualisasikan warna favorit kamu menyertai nafas kamu. (ini teknik mengosongkan pikiran)

4.    Setelah itu, berdoalah dalam hati: “Ya Tuhan, malam ini saya ikhlas khusyuk ingin menenangkan diri. Ya Tuhan, antarkan saya pada alam bawah sadar saya yang dalam dan paling dalam, semakin dalam…..

Setiap saya menarik nafas maka antarkanlah saya memasuki alam bawah sadar saya yang paling dalam dan semakin dalam….

(ketika kamu sudah mulai merasakan sensasi relaksasi yang khusyuk, mulailah meng-sugesti diri kamu dengan kalimat-kalimat positif sesuai tujuan kamu)

Ya Tuhan, mulai saat ini saya berjanji pada diri saya sendiri  akan semakin………… (sebutkan apa yang kamu inginkan secara berulang-ulang dengan penegasan yang kuat)

Hindari kata-kata negatif  seperti kata “tidak” dan utamakan penggunaan kata positif “semakin baik”. Kalimat sugesti di atas hanya berupa contoh belaka, dan kamu bisa memodif sesuai keinginan. Lakukan metode self hypnosis ini sesering mungkin pada malam-malam berikutnya menjelang tidurmu, dan yakinlah kamu akan merasakan perubahan yang sangat positif pada setiap trading kamu….. Jangan terkejut melihat perkembangan trading  kamu selanjutnya…..

Happy Trading!


Advertisement
loading...
Comments

Artikel

Patung Manekin Ini Terbuat dari Mayat Yang Diawetkan?

Published

on

By

Makassartoday.com – Kisah Patung Manekin La Pascualita atau dijuluki juga dengan Little Pascuala memang sangat melegenda di Kota Chihuahua, Meksiko. Bukan karena kecanggihan bahan manekin ini yang membuat istimewa melainkan sejarah tragis di balik pembuatannya.

Disebut-sebut Manekin La Pascualita terbuat dari mayat seorang wanita cantik yang sengaja diawetkan oleh sang pemilik toko yang tak lain adalah orang tuanya sendiri. Apakah legenda ini benar atau hanya cerita mitos saja?

Teka-teki misteri ini dimulai pada tahun 25 Maret 1930. Penduduk kota Chihuahua di masa itu menyadari ada sebuah pemandangan yang aneh dan tak wajar pada sebuah etalase toko, ada sebuah patung pengantin wanita yang terpajang diatasnya. Satu persatu mereka mendekati etalase dan mulai mencermati manekin itu, dari kulit tangan yang memerah, rambut asli serta bola mata yang tampak seperti manusia hidup, begitu menyeramkannya.

Tak menunggu waktu lama, rumor ini pun menyebar sampai ada seseorang yang mengkait-kaitkan penampakan manekin yang terbuat dari mayat gadis cantik itu adalah putri pemilik toko sendiri. Dia adalah Pascuala Esparza, yang meninggal disaat hari pernikahannya. Nasib malang menimpa Pascuala setelah ia baru menyelesaikan acara resepsi pernikahannya, seekor laba-laba beracun Black Widow menggigit dirinya hingga ia tewas mengenaskan.

Ayah Pascuala memang dikenal tertutup dan kurang bergaul dengan masyarakat sekitar, sampai ia juga tidak mau menerima bantuan masyarakat untuk menguburkan putrinya, dengan alasan kalau jenazah putrinya akan ia kuburkan sendiri di rumah neneknya nanti.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat pun masih tetap meyakini kalau patung manekin pengantin itu memang terbuat dari mayat asli Pascuala Esparza, mereka pun sempat ingin melaporkan hal ini kepada Polisi namun kurangnya bukti-bukti yang akurat membuat Kepolisian tak mau bertindak gegabah untuk melakukan Identifikasi forensik.

Mereka hanya menyimpulkan kemiripan wajah manekin pengantin wanita itu bisa saja sama karena sang ayah meniru dari foto putrinya sendiri. Terlebih kematian pada putrinya memang murni kecelakaan dan bukanlah korban pembunuhan.

Kembali ke legenda patung manekin pengantin Little Pascuala. Lebih dari 87 tahun sampai hari ini sebagian besar masyarakat Meksiko masih mempercayai kalau La Pascualita memang benar terbuat dari jenazah pengantin wanita yang diawetkan oleh ayahnya sendiri.

Meski di zaman sekarang pemilik Manekin mayat perempuan tersebut bukanlah lagi keturunan dari keluarga La Pascualita, namun kesaksian masyarakat sekitar beserta pegawai yang pernah bekerja di toko itu semakin menambah kebenaran legenda menyeramkan La Pascualita.

Kemudian kejadian-kejadian aneh supranatural dialami beberapa warga, saat itu mereka mengaku pernah menyaksikan langsung sosok La Pascualita sedang duduk dengan wajah tertuntuk di pinggiran sudut toko. Awalnya mereka mendengar suara tangisan seorang wanita yang memakai baju pengantin.

Sama sekali mereka tak merasa curiga, sampai akhirnya mereka menegur dan belum sempat wanita misterius itu menjawab pertanyaan mereka, tiba-tiba salah satu dari mereka menunjuk ke arah etalase toko, kalau manekin pengantin itu tidak berada di etalase toko. Kemudian wanita misterius itu memperlihatkan wajahnya dengan tatapan mata kosong, dirinya ternyata adalah patung manekin itu sendiri

Kesaksian lain datang dari mantan-mantan pegawai yang pernah bekerja sebagai penjaga toko. Saat mengganti model pakaian pengantin itu, kami merasakan kulit manekin La Pascualita yang begitu halus dan memiliki pori-pori kulit seperti manusia.

Pada bagian betis kakinya pun masih terlihat bekas urat varises. Namun yang paling menyeramkan ketika tiba malam hari saat kami sedang menutup toko. Manekin pengantin mayat wanita itu seolah terus memperhatikan gerak-gerik kami, dan saat ditatap matanya membuat bulu ketek kami merinding, ungkap para mantan penjaga toko.

Meskipun banyak juga orang yang menyangsikan kebenaran legenda La Pascualita ini, dengan alasan bagaimana mungkin proses pembalseman atau mumifikasi tubuh dapat terlihat sempurna tanpa mengeluarkan isi jeroan dalam tubuh, apalagi patung manekin ini sudah berusia puluhan tahun.

Beda halnya dengan penemuan mumi di masa kuno yang tubuhnya bisa awet abadi karena seleksi alam, misalkan dalam kondisi kedinginan suhu ekstrim sehingga membuat bakteri pengurai tak bisa melakukan pembusukan tubuh. Percaya? (bs)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...