Ichwan Persada : Makassar Belum Memiliki Visi Kreatif | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Artikel

Ichwan Persada : Makassar Belum Memiliki Visi Kreatif

Published

on

Ichwan Persada, Produser Film

Makassar mestinya berbangga, ada banyak pribadi-pribadi  kreatif yang lahir di kota Anging Mamiri tersebut. Hanya saja, untuk mengembangkan kreatifitasnya, pribadi tersebut harus meninggalkan Makassar.

“Sulit untuk berkembang di Makassar,” ucap Ichwan singkat.

Ungkapan tersebut bukan cibiran semata. Ada banyak yang menyatakan hal serupa. Saat Makassar Today menemui sejarawan Anhar Gonggong, penulis dan notulen Indonesia Lawak Klub, Maman Suherman, sampai pada generasi yang lebih muda, Muhammad Istiqomah Djamad atau akrab disapa Is, vokalis Payung Teduh.

Mereka beranggapan sama: “Makassar tidak memberi banyak ruang untuk lebih maju, kurang menghargai karya”.

Sepertinya hal tersebut juga diamini oleh Ichwan Persada, produser film yang juga lahir dan besar di Makassar. Menurut Ichwan, akar masalahnya adalah Makassar tidak memiliki visi kreatif.

“Apa yang tidak ada di Makassar? Pantai, laut, gunung, wisata sejarah, kuliner, dan budaya yang kuat. Sayang, kita (Makassar) tidak pernah melihat semua itu sebagai potensi,” kata Ichwan.

Produser film Miracle ‘Jatuh Dari Surga’ dan Hijabers in Love ini amat menyayangkan hal tersebut. Ia membandingkan Makassar dengan beberapa kota kreatif lain. Seperti Bandung, Ridwan Kamil diketahui berkomitmen untuk menjadikan Bandung sebagai kota kreatif. Menjadikan Bandung sebagai kota film.

Film Hijabers in Love itu syuting di Bandung. Ridwan Kamil, begitu antusias dan amat senang dengan hal tersebut. Bahkan ketika itu beliau mengatakan, apa yang kamu butuhkan? Apa yang bisa kami bantu. Sedang di Makassar, saya pernah ada proyek film disana yang memberi dukungan justru orang dari luar,” kata  Ichwan.

Dukungan untuk dunia kreatif seperti film, bukan uang. Melainkan dukungan dan apresiasi baik dari masyarakat maupun pemerintah. “Saya tidak pernah dengar atau membaca pernyataan pemerintah kota Makassar mengijinkan sineas film untuk syuting di Makassar,” lanjut Ichwan.

Meski begitu, pria kelahiran Makassar 37 tahun silam ini masih memendam keinginan membuat film berlatar Sulawesi Selatan melalui legenda sepak bola Indonesia, Ramang. Ia bahkan telah melakukan riset untuk film yang bercerita tentang Makassar Football School yang pernah meraih juara di Prancis.

alterntif text

“Makassar Football School itu bahkan telah ada skenarionya. Ditulis oleh Jujur Prananto, penulis Ada Apa dengan Cinta (AADC), hanya saja film itu tertunda karena kendala pada dana. Syutinganya harus di Makassar dan Prancis,” Ichwan mengeluhkan.

Intinya, jika Makassar ingin mengaburkan stigma Makassar yang buruk, Makassar harus menguatkan indmemeustri kreatifnya. Dalam film, maupun dunia kreatif lainnya, lanjut Ichwan.

“Salah satu kekuatan Yogyakarta, ialah mereka saling mendukung, saling membantu. Di Makassar, saya masih belum melihat hal tersebut. Masing-masing komunitas bergerak sendiri,” kata Ichwan.

Adakah karya film Makassar yang Anda suka?

“Kalau film panjang belum ada sampai sekarang. Hanya saja, saya mengapresiasi film Bombe. Saya sempat nonton Bombe di Makassar. Secara ide, bagus. Hanya saja pada bagian teknis masih sangat kurang”.

Ichwan berharap agar sineas muda di Makassar terus berkarya, dan tidak sungkan membangun komunikasi dengan para sineas yang lebih dulu menggeluti dunia perfilman.

“Kenapa tidak memanfaatkan sineas-sineas Makassar yang lebih dulu terjun di dunia film. Ada saya, ada Riri Riza, pastilah kami akan mau membantu”.

Pada akhir obrolan bersama Makassar Today, pria jebolan Fakultas Kedokteran Unhas ini menutupnya dengan sebuah pesan yang ditujukan kepada anak muda pelaku kreatif di Makassar. “Pesanku untuk generasi muda Makassar khususnya para sineas muda, Ewako, maju terus. Paling tidak kalau menemukan kendala kau jalan di tempat dulu, jangan berhenti”.

Sejauh ini Ichwan Persada telah memproduseri beberapa judul film, antara lain: Batas, Orenji, Hijabers in Love, Cerita Dari Tapal Batas, Miracle ‘Jatuh Dari Surga’, dan juga terlibat dalam pengembangan skenario film Rumah di Seribu Ombak yang meraih penghargaan Skenario Terbaik pada Festival Film Indonesia 2012.

Kini Ichwan tengah mempersiapkan film teranyar yang ia produseri: Miracle ‘Jatuh Dari Surga’ yang akan segera tayang serentak di bioskop tanah air mulai 3 Desember 2015.

Berikut trailer film Miracle ‘Jatuh Dari Surga’:

Penulis: Rina Atmasari

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
Comments

Trending