Fika Gantung Diri, Begini Bunyi Suratnya | Makassar Today
Connect with us

Regional

Fika Gantung Diri, Begini Bunyi Suratnya

Published

on

Ni Gusti Ngura Fika Rahayu (16), siswi SMK di Polman, nekat gantung diri diduga karena cinta kisah yang berantakan. Ayah korban, I Gusti Ketut Irate, 46 tahun, orang yang pertama kali mendapati Fika tewas dengan kondisi tergantung.

Penyebab pasti siswi kelas dua SMK Tunas Bangsa Polewali itu bunuh diri masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian Sulselbar.

“Kami sedang mendalami kasus gantung diri siswi SMK Polman itu. Dugaan awal, motifnya karena ada pertengkaran dengan pacarnya yang berstatus mahasiswa,” Ucap juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Sabtu, (30/12016).

Dugaan sementara, Fika nekad mengakhiri hidupnya usai bertengkar dengan kekasihnya, Eko Adipandi, 20 tahun. Dugaan itu berdasarkan ditemukannya alat bukti berupa selembar surat yang ditulis oleh Fika.


isi surat fika

Berikut kutipan isi surat Fika sebelum gantung diri:

“Bila hanya hari ini saya membuatmu kesal maafkan. Di hari ini 30 Desember 2015 tidak ada kebahagiaan yang kudapat hanya kesedihan yang sering bisa membuatmu kesal. Sekarang waktunya saya pergi membawa banyak kenangan”.

Advertisement
Comments

Regional

21 Mahasiswa PLS Ikut Ujian Skripsi Gelombang Pertama

Published

on

By

ENREKANG – Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) kembali melaksanakan Ujian Skripsi Gelombang I Angkatan 2016/2017.

Ujian ini digelar di Aula STKIP Muhammadiyah Enrekang dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2012 ditambah beberapa mahasiswa dari angkatan sebelumnya yang seluruhnya berjumlah 21 orang mahasiswa, Minggu (4/6/2017).

Baharuddin SE selaku Dosen STKIP Muhamnadiyah Enrekang mengatakan, ujian yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita berlangsung khidmat dan dalam suasana kekeluargaan, mahasiswa pun mengikutinya dengan penuh antusias, karena ujian merupakan tahapan akhir dari proses akademik yang telah mereka jalani selama empat tahun.


“Pada pelaksaan ujian kali ini, turut hadir sebagai peserta adalah Kepala Desa Pekajo Kecamatan Curio yaitu Addin yang setelah sekian tahun baru dapat merampungkan penyusunan tugas akhirnya,” katanya.

Adapun yang bertindak sebagai penguji tamu pada penyelenggaraan ujian tersebut, adalah Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.Si yang merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Luar Sekolah dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pria yang menjabat sebagai Komisioner Baznas Ini menambahkan, ujian ini merupakan ujian perdana pasca PLS mendapatkan predikat Akreditas B dari BAN PT pada bulan Maret yang lalu.

“Kami harapkan semoga sarjana-sarjana yang baru ini dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat dan menampakkan berkontribusinya dalam pembangunan di lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Herul Iman)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler