Makanan Khas Berbagai Negara Yang Dikenal Karena Film | Makassar Today
Connect with us

Food - Travel

Makanan Khas Berbagai Negara Yang Dikenal Karena Film

Published

on

Film merupakan mediasi terbaik untuk menunjukkan identitas diri bahkan negara. Melalui film, kehidupan, budaya bahkan makanan khas bisa digambarkan. Secara tidak langsung, film membuat semua gambaran tersebut bisa dikenal dunia. Salah satunya makanan khas. Banyak makanan khas yang terkenal melalui film.

Berikut Makassar Today rangkum beberapa makanan khas berbagai negara yang dikenal melalui film.

Barbeque, Amerika Serikat

Satu hal yang mesti ditiru dalam film Hollywood, ialah mereka konsisten menjadikan film sebagai media promosi negaranya. Tidak heran jika, dalam setiap film Hollywood selalu ada gambar yang menayangkan gambar bendera negara mereka. Begitu pun dengan makanan khas. Dalam film kerap kita temukan adegan dimana aktor memakan barbeque dengan bir dingin atau memakan french fries, burger, pizza, hotdog dan sandwich.

Film berhasil, berhasil pula promosinya. Terbukti, makanan-makanan tersebut kini sangat populer. Pun di Indonesia. Bahkan kebanyakan rela membayar mahal untuk mencicipi makanan Amerika ketimbang makanan khas negara sendiri.

Ladoo dan samosa, India

Sama halnya dengan Hollywood, Bollywood sama dalam hal “pemanfaatan” film sebagai ajang pengenalan budaya mereka. Ladoo salah satu manisan yang paling disukai di India. Manisan berbentuk bulat ini selalu ada di setiap ritual atau pesta di India. Jangan heran jika setiap film Bollywood selalu ada ladoo dalam adegannya. Bagaimana tidak, bukan film Bollywood jika tanpa pesta atau perayaan, bukan?


Bulgogi, Korea

Jika Anda penikmat film Korea, tentu bulgogi tidak asin lagi di telinga. Pasalnya, makanan ini kerap hadir dalam film serial drama Korea. Terkadang, aktor dalam film tersebut muncul dengan memanggang sendiri bulgoginya. Kebanyakan restoran di Korea memang menyajikan daging yang dilumuri kecap asin dan minyak wijen ini dengan pemanggangan langsung.

Kebab, Turki

Sudah jadi rahasia umum kalau kebab merupakan makanan khas Turki. Kebab dibuat dengan daging yang dipotong tipis yang dibalut dalam roti yang disajikan mirip roti lapis.

Ramen, Jepang
Semangkuk mie bersama daging ataupun ikan dengan potongan daging babi ataupun rumput laut dan dibumbui dengan kecap asin. Makanan ini merupakan makanan paforit di Jepang.

Nasi lemak, Malaysia
Nasi lemak terdiri dari nasi yang dimasak dengan santan dan disajikan bersama telur rebus, ayam goreng ataupun sambel cabai. Nasi lemak juga terlihat dalam kartun Upin & Ipin. Dimana keluarganya menjual nasi lemak di warung paman Muhto.

Sate, Indonesia

Sedikit berbeda dengan karya-karya film lainnya. Indonesia justru kerap menampilkan budaya maupun makanan khas negara lain. Misalnya, adegan memakan makanan khas Amerika dan Itali.

Meski begitu, sate menjadi makanan khas yang pernah dalam adegan film Indonesia. Salah satu yang membuat sate “naik daun” ialah film Suzanna. Dalam film tersebut, hantu sinderbolong doyan makan sate. “Bang satenya bang…”. (RA)

Advertisement
Comments

Food - Travel

Kolaborasi Teh Campur Keju, Bagaimana Rasanya?

Published

on

By

Makassartoday.com – Kota Bandung terkenal dengan berbagai destinasi wisata seru dan tempat nongkrong anak muda yang kekinian. Salah satunya adalah sebuah kafe berlokasi di Jalan Trunojoyo Kota Bandung, yakni “Mimi Teh” yang menyuguhkan berbagai macam teh bagi penikmat teh di Kota Bandung.

Mimi Teh menyuguhkan berbagai jenis rasa teh dan salah satu menu teh yang menjadi favorit pengunjung adalah teh dari daun asli yang dikolaborasikan dengan keju yang telah diproses menjadi foam.

“Tehnya sendiri diimpor langsung dari Taiwan,” kata salah seorang peracik teh di Mimi Teh Wandi, di Bandung, Jumat.

Wandi mengatakan bahwa pembuatan teh di sini melalui beberapa proses, walaupun prosesnya lebih mudah dari pada pembuatan kopi, tetapi teh juga memiliki tahapan tertentu dan alat-alat khusus.


Pembuatannya enggak terlalu rumit sih dibanding kopi, cuma teh ini juga tetep pake alat-alat khusus salah satunya Teapresso,” kata Wandi.

Untuk harga, harga setiap menu dari teh di kafe ini bervariasi dan tidak begitu mahal sehingga membuat para remaja di Bandung banyak mengunjungi tempat nge-teh ini.

Konsep minimalis yang disuguhkan cafe ini juga menjadi alasan pengunjung remaja sering menghabiskan waktunya di sana.

“Kalau aku memang suka teh banget terus susah kan cari tempat buat nge-teh beda sama kopi, dan akhirnya ada terus harganya pas di dompet jadi seneng aja gitu,” kata salah seorang pengunjung Mimi Teh, Caca (19 tahun). (*)

 

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler