Pengusaha Muda Asal Barru Pamer Listrik Hidro Di Yogyakarta | Makassar Today
Connect with us

Sains

Pengusaha Muda Asal Barru Pamer Listrik Hidro Di Yogyakarta

Published

on

Hari terakhir penutupan Penghargaan, Workshop dan Expo Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2016 berlangsung di Yogyakarta semakin memberi daya tarik pengunjung.

Workshop yang menghadirkan seluruh karya anak muda dari pelosok negeri semakin menarik dengan kedatangan Gubernur Daerah Istimewah Jogjakarta, Hamengku Buwono (HB) X, dan Menteri KUKM, AA Gede Ngurah Puspayoga.

Acara bergengsi tersebut dihelat di Graha Sabha Pramana Kompleks Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa-Kamis (8-10/3/2016). Dihadiri sekitar 200 tenan peserta terdiri dari alumni WMM. Salah satunya ialah perusahaan milik Mandiri Pro Nusantara dipimpin Harianto Albar, seorang pengusaha muda asal Kabupaten Barru Sulawesi Selatan.

“Kebetulan saya bawa turbin disini. Acaranya sangat rame hingga penutupan. Seluruh alumni WMM diundang menjadi peserta. Ada bapak menteri Puspayoga dan Gubernur DIJ HB ke-10 hadiri. Beliau sempat ke tenan kami. Tanya-tanya tentang PLTMH kami. Kami terkesanlah karena kami jadi perhatian,” kata Harianto yang juga juara Mandiri Young Technopreneur 2012, Kamis (10/3/2016).

Kepada Menteri KUKM, Puspayoga dan Gubernur DIJ HB ke-10, Harioanto menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaha Mikro Hidro (PLTMH) miliknya berkapasitas mulai dari 5 KV dengan biaya sangat efisien hanya berkisar Rp10 jutaan per KV.

“Kami jelaskan seperti itu ke Bapak Menteri dan Gubernur. Selama ini kan PLTMH dikatakan mahal. Kami mengatakan tidak demikian. Buktinya pengalaman kami sudah memberi penerangan listrik banyak desa-desa dan selaras dengan program pemerintah menyediakan 35 ribu MW listrik,” katanya.

Sebelumnya, Assistant Vice President Corporate Secretary Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Diwangkoro Alpinanto Ratam mengatakan, WMM tahun 2016 secara garis besar tidak berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja untuk tahun 2016 ada beberapa penambahan, di antaranya yakni penekanan pada model bisnis yang bebasis pada teknologi informasi.

“Mulai tahun ini kami bekerjasama dengan Microsoft yang memberikan dukungan software dan pelatihan. Barangkali ini yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sekarang kami mendukung inovasi teknologi demi mendukung kemajuan bangsa,” katanya lagi.

WMM 2016 sendiri digelar dalam dua kategori besar, yang pertama pemberian penghargaan dan yang kedua yakni expo. Penghargaan sendiri akan diberikan pada wirausaha muda di lima bidang yakni Industri dan Jasa, Boga, Kreatif, Teknologi dan Sosial. Selain itu penghargaan juga diberikan pada wirausaha Digital Prototype, Best of The Best dan Wirausaha Favorite

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Sains

Mesin Kecerdasan Bisa Gantikan Peran Ahli Sejarah

Published

on

By

Kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) ternyata bisa diajari melakukan suatu analisis berita. Sejauh ini manusia mengandalkan kata tertulis untuk mencatat apa yang kita sebut dengan sejarah.

Ketika para peneliti AI menelusuri triliunan kata itu dari beberapa dekade berita melalui analisis otomatis, maka lebih banyak lagi pola dan pengertian yang terungkap.

Suatu tim dari University of Bristol di Inggris menelusuri 35 juta artikel daro 100 koran lokal Inggris dengan rentang waktu 150 tahun menggunakan analisis konten secara sederhana dan proses pembelajaran canggih oleh mesin.

Ketika mesin “membaca” 30 triliun kata, demikian dikutip dari newatlas.com, analisis sederhana memungkinkan para peneliti untuk secara mudah dan tepat mengenali peristiwan-peristiwa besar seperti peperangan dan wabah penyakit.

Sistem yang serupa memungkinkan komputer untuk secara visual belajar tentang seni dan bahkan membantah suatu topik bahasan. Mungkin yang paling menarik adalah bahwa teknik itu juga memungkinkan para peneliti untuk menyaksikan bangkit dan jatuhnya tren-tren berbeda selama masa penelitian, dari 1800 hingga 1950.

Sebagai contoh, para peneliti bisa melacak surutnya mesin uap berbarengan dengan bangkitnya kelistrikan, yang garis sejarah keduanya saling bersilangan pada 1898. Demikian juga mereka bisa melihat bahwa kereta api menggantikan kuda sebagai sarana angkutan populer pada 1902.

Ketika menghubungkan orang terkenal dengan suatu berita berkaitan dengan profesi yang dipilih orang tersebut, tim peneliti mengungkapkan bahwa para politisi dan penulis memiliki kesempatan tertinggi untuk menjadi terkenal semasa hidupnya.

Kesempatan bagi para ilmuwan dan ahli matematika untuk menjadi terkenal tidak cukup besar, tapi, kalau ada yuang kemudian menjadi terkenal, maka ketenarannya bertahan lebih lama.

Dapat diduga, kaum pria lebih banyak mengisi berita pada masanya dibandingkan dengan kaum wanita. Namun demikian, peningkatan perlahan penyebutan perempuan-perempuan semakin terasa sesudah 1900.

Sepertinya kemajuan itu berlanjut secara perlahan, bahkan setelah melewati periode penelitian dan para peneliti mengamati bahwa tingkat bias secara gender dalam berita masa kini tidak terlalu berbeda dengan tingkat bias pada masa sebelumnya.

Walaupun analisa perangkat susunan besar data itu bisa memberikan pengertian tambahan yang menarik tentang sejarah, para peneliti tidak bermaksud merancang kecerdasan buatan (AI) agar segera mengganti peran para ahli sejarah.

Dr. Tom Lasndall-Welfare yang memimpin bagian komputasional untuk penelitian itu mengatakan, hal yang tidak bisa dibuat otomatis adalah pengertian tentang implikasi temuan-temuan itu bagi manusia.

“Yang satu itu masih tetap menjadi ranah ilmu-ilmu kemanusiaan dan sosial, tidak akan pernah menjadi ranah untuk mesin,” kata dia.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sains

Malam Tahun Baru Akan Dihiasi Komet

Published

on

By

MAKASSAR – Malam tahun baru seperti biasanya akan diterangi kembang api, lebih istimewa lagi komet juga akan hadir menerangi langit malam pergantian tahun baru 2017.

NASA Jet Propulsion Laboratory sembari menulis ucapan tahun baru 2017, mereka juga mengatakan komet mungkin akan terlihat seiring orang-orang menyambut tahun 2017 Sabtu ini.

“Ucapkan selamat tinggal pada 2016 dalam gaya kosmik dengan melihat #comet #NewYearsEve pada 31 Desember,” kata laboratorium itu dalam akun Instagramnya.

Komet 45P/Honda-Mrkos-Pajdusakova akan berada dekat bulan pada malam tahun baru, kata NASA dalam laman USA Today.

Menurut NASA, komet tersebut diperkirakan muncul di ufuk barat pada 15 Desember dan memiliki kepala warna hijau kebiruan meluncur pada 21 Desember. Komet ini adalah komet periodik yang kembali ke tata surya setiap 5 tahun.

Sementara itu, Dosen Astronomi pada Observatorium Griffith di California, Dr. David Reitzel, menyebut komet ini akan terlihat dengan menggunakan teleskop atau teropong.

Pada Sabtu, orang-orang disarankan mengarahkan peralatannya ke barat setelah matahari terbenam untuk melihat komet yang akan berada di sebelah kiri bulan sabit. Untuk mendapat pemandangan terbaik, sebaiknya pergi ke tempat jauh dari lampu-lampu perumahan.

2017 mungkin menjadi tahun yang baik untuk melihat komet. NASA mengatakan orang-orang akan dapat melihat komet sepanjang tahun.

Bahkan, menurut Reitzel, orang-orang dapat melihat Comet 45P ketika lebih dekat ke bumi -sekitar 7,5 juta mil- pada 11 Februari.

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sains

Zodiak Bertambah Menjadi 13? Ini Kata NASA

Published

on

By

Beberapa hari lalu beredar kabar yang membuat para penggemar ramalan bintang panik. Isinya tentang penemuan terbaru rasi bintang atau dengan nama lain zodiak dari yang sebelumnya berjumlah 12 menjadi 13 zodiak.

Jika hal itu benar-benar terjadi, maka 86 persen populasi Bumi akan mengalami pergantian horoskop. Lalu, apa tanggapan NASA terhadap rumor tersebut?

“Apakah Anda baru-baru ini mendengar bahwa NASA telah mengganti zodiak? Tidak, kami tak melakukannya,” tulis Badan Antariksa Amerika Serikat itu dalam Tumblr.

“Di NASA, kami belajar astronomi, bukan astrologi. Kami tak mengganti zodiak apapun, kami hanya menghitung,” jelasnya.

“Astrologi adalah hal lain. Itu bukan ilmu pengetahuan. Tak ada yang bisa menunjukkan bahwa astrologi dapat digunakan untuk memprediksi masa depan atau kepribadian seseorang berdasarkan tanggal lahir,” ungkap NASA.

NASA pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dikutip dari Inverse, Rabu (21/9/2016), kehebohan itu berawal ketika NASA mem-posting sebuah tulisan yang ditujukan untuk anak-anak.

Dalam penjelasan tersebut, NASA menjelaskan bahwa sekitar 3.000 tahun lalu Bangsa Babilonia kuno membagi zodiak menjadi 12.

Setiap zodiak diwakili oleh rasi bintang yang akan dilewati Matahari di titik yang berbeda ketika Bumi mengelilingi bintang itu. Namun menurut NASA, bangsa Babilonia ‘mencurangi’ konstelasi tersebut.

Matahari sebenarnya tak melewati setiap konstelasi secara konsisten dan waktunya sangat bervariasi. Menurut keterangan NASA, sebenarnya Bangsa Babilonia tahu bahwa ada rasi bintang ke-13 yang bernama Ophiuchus–namun tidak dimasukkan karena tak selaras dengan kalender mereka.

NASA sebenarnya hanya ingin memberitahu konstelasi bintang yang sebenarnya, bukan mengganti zodiak. Namun terdapat kesalahpahaman bahwa badan antariksa itu akan mengubah zodiak yang selama ini telah dikenal luas. (int)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya