Pengembalian Uang Alkes Belopa Menuai Sorotan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Pengembalian Uang Alkes Belopa Menuai Sorotan

Published

on

MAKASSAR – Beberapa lembaga aktifis anti korupsi mengecam keras pengembalian uang kerugian negara, sebesar Rp4 miliar dari tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RSUD Batara Guru, Beloppa, Kabupaten Luwu.

Pengembalian kerugian negara tersebut banyak menuai kontroversi, karena diduga direkayasa. Dari penelusuran yang dilakukan ada dugaan jika uang tersebut bersumber dari pengusaha ternama di Sulsel. Pengusaha ini diketahui adalah orang dekat dari Irsan Syarifuddin yang dalam kasus ini berstatus sebagai tersangka.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, indikasi rekayasa dikuatkan dengan hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dimana uang sebesar Rp4 miliar tersebut sumbernya tidak jelas dan mengalir ke rekening istri pengusaha tersebut.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Makassar, Habibi Masdin mengaku sangat menyayangkan sikap kejaksaan yang dinilai tidak transparan soal pengembalian uang kerugian negara Rp4 miliar tersebut.

“Pengembalian kerugian negara yang telah dikembalikan, diduga ada rekayasa,” ujar Habibi Masdin, Kamis (31/3).

Menurut dia, pengembalian tersebut sengaja dikaburkan dengan alibi uang senilai Rp4 miliar adalah uang untuk pengembalian dari tersangka kasus Alkes Belopa, namun faktanya tidak seperti itu.

“Informasi yang kita peroleh uang itu, bukanlah uang milik tersangka, melainkan uang hasil temuan PPATK yang masuk ke rekening istri pengusaha lain,” ujarnya.

Habibi menegaskan, jika betul dalam pengembalian uang tersebut direkayasa, maka kejaksaan telah mencoreng institusinya sendiri. Menurutnya, sebelum menerima uang tersebut, Kejaksaan terlebih dahulu menelusuri asal usul uang Rp4 miliar yang dikembalikan Irsan.

Senada dengan yang disampaikan Direktur Celebes Law and Transparancy, Ahmad Sabang. Menurutnya, jika Kejaksaan ingin beriskap transparan soal pengembalian kerugian negara tersebut maka perlu ada informasi terkait sumber uang yang diserahkan tersangka ke pihak Kejaksaan.

“Harus disertakan bukti rekening korannya,” tandasnya.

Dari bukti rekening koran itu, kata dia, akan ketahuan darimana sumber uang Rp4 miliar tersebut. “Kejaksaan harus menelusuri darimana asal uang pengembalian itu, bukan hanya menerima bgitu saja pengembalian uang tersebut,” tegasnya.

Sementara Wakil Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir mengatakan, kasus dugaan korupsi Alkes RSUD Belopa harus tetap diusut, sebab pengembalian keuangan negeara tidak menghapus tindak pidananya.

“Pengembalian tersebut menjadi salah satu alasan yang meringankan oleh hakim nantinya, namun tindak pidananya tidak menghapus pidananya,” tandasnya.

Pengamat Hukum UMI, DR Kamri Ahmad mengemukakan, seharusnya kejaksaan segera menelusuri sumber dana pengembalian uang kerugian negara oleh tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Belopa, Andi Irsan.

“Jika ada kesan menutupi pelaku lain, memang seharusnya kejaksaan menelusuri sumber dananya,”paparnya.

Meski begitu, dia menilai jika pengembalian uang kerugian negara merupakan langkah yang baik bagi para tersangka, karena sadar dengan perbuatanya yang melakukan perbuatan melawan hukum.

BAGIKAN:
Comments

Trending