Kejati Pastikan Indikasi Korupsi Di Proyek Pelabuhan Awerangi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kejati Pastikan Indikasi Korupsi Di Proyek Pelabuhan Awerangi

Published

on

MAKASSAR – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar memastikan adanya indikasi korupsi pada proyek pembangunan Pelabuhan Awerangi di Kabupaten Barru tahun 2013.

Proyek tersebut dibangun dengan menggunakan APBN tahun 2013, melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp6 miliar.

“Kita tinggal tunggu hasil dari ahli. Yang jelas indikasi awal kita sudah temukan,” ujar Koordinator Bidang Pidana Khusus Kejati Sulselbar, Noer Adi, Selasa (12/4/2016).

Noer Menuturkan, audit fisik saat ini dilakukan pihak Dinas Tata Ruang dan Pembagunan (Distarkim) Pemprov Sulsel. Hasil audit nanti akan memperkuat indikasi awal atas dugaan korupsi dalam proyek pembangunan pelabuhan tersebut.

“Apakah sudah sesuai bestek dan volumenya, seperti yang tertuang dalam kontrak kerja atau tidak. Tapi kita yakin kok kalau proyek itu tidak dikerjakan sesuai besteknya,” tandasnya.

Nanti, kata Noer, setelah hasil perhitungan bobot pekerjaan dari ahli resmi dikeluarkan, maka bisa ditentukan berapa besar nilai kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek tersebut.

Noer menambahkan, indikasi awal yang ditemukan penyidik dalam proyek tersebut diduga ada penyimpangan dalam proses pembangunan penambahan pelabuhannya.

Menurut dia dalam proyek itu terdapat adanya dugaan ketidaksesuaian pada spesifikasi (Bestek), yang bisa mengakibatkan kerugian negara.

Noer menuturkan sejauh ini pihaknya juga telah memanggil sejumlah pihak rterkait proyek tersebut untuk dimintai keterangannya. Namun hanya masih sebatas dimintai klarifikasinya soal proyek pembangunan pelabuhan itu.

“Sudah ada beberapa orang kok yang sudah kita mintai keterangannya,” tukasnya. (mt)

BAGIKAN:
Comments

Trending