Sidang Bupati Barru Alot, Saksi Ahli Dinilai Ringankan Terdakwa - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Sidang Bupati Barru Alot, Saksi Ahli Dinilai Ringankan Terdakwa

Published

on

MAKASSAR – Setelah sempat tertunda selama tiga kali, akhirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menggelar sidang lanjutan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) izin Tambang yang mendudukkan Bupati Barru, Andi Idris Syukur sebagai terdakwa.

Sidang yang menghadirkan satu orang saksi ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ardian Dwiyoenanto, Senin (13/6/2016) berlangsung alot.

Dalam keterangan saksi ahli Ardian dihadapan majelis Hakim, Andi Cakra Alam yang sudah beberapa kali menangani kasus keuangan, termasuk di PPATK. Dia mengungkapkan, kasus TPPU merupakan satu upaya tindak pidana korupsi dengan menyamarkan atau disembunyikan seolah-olah bukan merupakan tindak pidana.

“Saya tidak bisa berbicara soal pokok perkara ini, tapi ilustrasinya seperti itu,” kata Ardian di Pengadilan Tipikor Makassar.

Menurut Ardian, tidak ada tindak pidana pencucian uang (TPPU) tanpa adanya Tindak Pidana Pencucian Awal ( TPPA). Namun Ardian mengaku enggan berkomentar soal pokok perkara dalam kasus tersebut yang kini tengah bergulir di persidangan.

alterntif text

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Amiruddin mengatakan, setelah menghadirkan saksi ahli TPPU dari PPATK, pihaknya kembali akan menghadirkan saksi ahli hukum pidana dari akademisi. Saksi ahli pidana yang dimaksud, yakni Pria Jatmico dan ahli hukum tatatanegara, I Gede Panca A.

“Pekan depan saksi ahli bidang Akademisi akan kita hadirkan dipersidangan untuk memberikan keterangan,” kata Amiruddin.

Pengacara terdakwa, Aliyas Ismail menilai keterangan saksi ahli dalam persidangan tadi sangat menguntungkan pihaknya. Menurutnya, saksi yang memberikan keterangan bahwa untuk membuktikan adanya TPPU sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 Undang-undang TPPU, menyebutkan harus ada pembuktian terbalik.

“Saksi mengatakan harus ada tindak pidana asalnya, karena tidak ada TPPU jika tidak ada tindak pidana asalnya,” tukas Alias.

Alias juga menuturkan, jika keterangan saksi di persidangan justru meringankan kliennya dalam kasus ini, pasalnya dalam kasus ini kliennya tidak terbukti melakukan TPPU seperti yang disangkakan JPU. (ar)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending