Adakah Hukum Membunuh Cicak Dalam Islam? | Makassar Today
Connect with us

Feature

Adakah Hukum Membunuh Cicak Dalam Islam?

Published

on

Beberapa muslim banyak yang mempertanyakan baigaman hukum membunuh cicak dalam Islam. Apakah membunuh cicak memiliki dalil atau hadits?

Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membunuh cicak dalam sekali pukul, maka ditulis untuknya seratus kebaikan, dan dalam dua kali pukulan kurang dari itu (seratus kebaikan), dan dalam tiga kali pukulan, kurang dari itu.” [HR. Muslim]

Hadits di atas adalah dalil dibolehkannya kita untuk membunuh cicak, dengan membunuhnya kita mendapatkan pahala seratus kebaikan. Bahkan tujuh kesalahan kita akan terhapuskan. Cicak adalah binatang yang jahat. Nabi bersabda:

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menamainya dengan nama Fawaisiqo (Binatang jahat)” [HR. Muslim].

Namun nabi menganjurkan agar membunuh cicak sebisa mungkin sekali bunuh. Cara membunuh hewan adalah dengan membunuh dengan bagus dan jangan disiksa.

Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk berlaku baik atas segala sesuatu. Maka, apabila kamu ingin membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang bagus. Dan apabila kamu akan menyembelih, maka bagusilah cara penyembelihannya.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah muslim mengatakan: “Para Ulama sepakat bahwa bahwa cicak adalah hewan kecil yang mengganggu.”

Wallahualam

Jika kita belum dapat memahami jelas perihal hukum membunuh cicak, ada baiknya menyimak penjelasan lengkapnya lewat video di bawah ini:

Related Posts
Lihat Jadwal Imsakiyah Wilayah Makassar di Sini!
Pemerintah resmi menetapkan awal puasa 1438 Hijriyah/2018 Masehi pada Sabtu, 27 Mei 2017 merujuk hasil sidang isbat yang diselenggarakan di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Sidang isbat penentuan awal Ramadan ...
READ MORE
Fakta Kebesaran Tuhan Pada Tubuh Manusia
Banyak kebaikan-kebaikan yang diturunkan Tuhan untuk kita melalui berbagai cara. Salah satunya melalui organ tubuh kita yang sangat berperan bagi kelangsungan metabolisme tubuh kita sepanjang kita hidup tanpa lelah. Dialah ...
READ MORE
Jumat, Jemaah An Nadzir Mulai Puasa
GOWA - Seperti tahun sebelumnya, Jemaah An Nadzir akan melaksanakan puasa lebih awal dari penetapan 1 Ramadan oleh pihak pemerintah. Jemaah yang populer dengan rambut pirang dan berjubah hitam ini mulai ...
READ MORE
Bayar Zakat Lewat Online, Begini Caranya!
MAKASSAR - MatahariMall.com dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan kalkulator zakat online. Upaya ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakat di Indonesia dalam menunaikan zakat secara ...
READ MORE
Sulit Bangunkan Si Kecil Saat Sahur?
Saat memasuki waktu sahur, anak memang sulit untuk dibangunkan karena masih terlalu pagi. Maka dari itu butuh kesabaran yang tinggi untuk dapat membangunkan si kecil tanpa menganggunya. Psikolog Anak dan Keluarga ...
READ MORE
Kenapa Islam Melarang Umatnya Bertato?
Dulu, tato dianggap hal yang ga baik karena biasanya diidentikan sama geng-geng berandalan, penjahat, dan lain sebagainya yang buruk-buruk. Tapi jaman berkembang dan sekarang orang menganggap tato sebagai bentuk seni. Tato ...
READ MORE
BPH Masjid Al Markaz Terima Bantuan Rp100 Juta
MAKASSAR - Sehari memasuki bulan suci ramadhan, Badan Pengurus Harian (BPH) Masjid Al Markaz Al Islami menerima bantuan dari Bank Syariah Mandiri (BSM). Bantuan ini, diserahkan langsung oleh Kepala Regional Head ...
READ MORE
Di Usia Berapa Anak Bisa Dilatih Berpuasa?
Makassartoday.com - Puasa tidak diwajibkan untuk anak-anak sampi dia balig berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam: "Pena diangkat (gugur kewajiban) dari tiga; Orang gila yang hilang akal hingga sembuh, orang tidur ...
READ MORE
Pakai Lipstik Saat Berpuasa, Bolehkah?
Perawatan tubuh dan kecantikan tak dapat dipisahkan dari seorang wanita, di bulan puasa sekalipun. Namun, memakai lipstik saat puasa, bolehkah? Saat sedang berpuasa, secara otomatis kulit akan menjadi lebih kering ...
READ MORE
Sambut Ramadan, Warga Muslim Mamajang Dalam Bikin Pengajian Lorong
MAKASSAR - Menyambut bulan suci Ramdan, Rukun Warga (RW) 01 Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar menggelar pengajian lorong dengan tema "Kegiatan Peningkatan Mental Spritual" di Lorong III, Jalan ...
READ MORE
Lihat Jadwal Imsakiyah Wilayah Makassar di Sini!
Fakta Kebesaran Tuhan Pada Tubuh Manusia
Jumat, Jemaah An Nadzir Mulai Puasa
Bayar Zakat Lewat Online, Begini Caranya!
Sulit Bangunkan Si Kecil Saat Sahur?
Kenapa Islam Melarang Umatnya Bertato?
BPH Masjid Al Markaz Terima Bantuan Rp100 Juta
Di Usia Berapa Anak Bisa Dilatih Berpuasa?
Pakai Lipstik Saat Berpuasa, Bolehkah?
Sambut Ramadan, Warga Muslim Mamajang Dalam Bikin Pengajian
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Feature

Kisah Mahasiswi Poltek Menjemput Ajal di Hari Pernikahan

Published

on

By

BAJENG – Laode Muhammad Khalik tak pernah menyangka jika hari pernikahannya akan berkahir duka. Ode, begitu sapaan akrabnya, hanya bisa pasrah karena calon istrinya menjemput ajal sesaat sebelum ijab kabul dimulai.

Sedianya Ode akan menjalani prosesi pernikahan dengan pujaan hatinya, Rosminta Daeng Rannu alias Icha pada Rabu (8/11/2017) sekira pukul 11.00 Wita, di Desa Bontobodo’ Kalamandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.

Namun takdir berkata lain, karena pasangan pengantin ini harus dipisahkan oleh maut. Kepergian Icha memang bukan tanpa alasan.

Mahasiswi Politeknik Ujungpandang asal Kabupaten Maros ini sebelumnya telah divonis menderita tifus dan sempat menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf selama empat hari.

“Seminggu sebelum hari H (akad nikah) Ica dirawat di ruang ICU RSUD Syekh Yusuf. Dokter vonis sakit tifus, tapi setelah dirongen, dokter bilang almarhumah kondisinya sudah normal,” beber keluarga Icha, Hj Cici ditemui, Kamis (9/11/2017).

Atas dasar itulah Icha kemudian menyatakan siap untuk menjalani prosesi pernikahan. Namun sebelum proses ijab kabul di hari pernikahannya itu, kondisi Icha nampak berbeda. Ia terlihat lemas dan sempat tak sadarkan diri, hingga tak lama dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dari rumah sakit, almarhumah pulang diantar sama suaminya. Waktu di rumah sempatji agak baikan tapi pas jelang ijab kabulnya langsung drop dan tepat pukul 11.00 waktu ijab kabulnya, almarhumah sudah tidak ada (meninggal, red),” ucapnya sedih.

Ode pun hanya bisa memandangi jasad calon istrinya untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Ode hanya bisa melihat calon istrinya mengenakan baju pengantin hanya sekejap dan kini hanya mampu melihat Icha dalam kondisi berbeda, yakni dengan kain kafan.

(Rahman sijaya)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Feature

Istilah “Muka Jodoh” Bukan Hal Yang Kebetulan, Baca Selengkapnya!

Published

on

By

Pernahkah Anda mendengar istilah “Muka Jodoh” atau mungkin melihat teman dan kerabat yang sudah lama menikah dan jadi terlihat mirip selayeknya saudara?

Jika Anda merasa penasaran, kenapa pasangan menikah fisiknya jadi mirip seperti saudara, maka Anda tidak sendirian. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam PLOS Genetics, ketika dua orang yang menikah jadi terlihat mirip, hal ini bukanlah kebetulan semata. Hal ini dikarenakan kecenderungan manusia untuk menikahi seseorang dengan nenek moyang atau ras yang sama.

Tren ini memiliki efek penting terhadap genetik suatu populasi, ujar Dr. Ronnie Sebro dari Universtiy of Pennsylvania dan penulis senior Josee Dupuis dari Boston University School of Public Health dan Neil Risch dari University of California, San Fransisco.

Para peneliti dalam studi ini melihat genom pasangan menikah dari tiga generasi dan 879 pasangan dari Framingham, Massachusetts, yang asalnya adalah bagian dari sebuah studi kesehatan jantung di tahun 1948.

Jadi bagaimana fenomena menarik ini bisa terjadi? Rupanya, ketika sebagian orang yang dipelajari menikah, mereka memilih pasangan dari komunitas mereka sendiri, dan orang-orang ini seringnya memiliki nenek moyang yang sama.

Seiring waktu, ketertarikan pada seseorang yang mirip dengan kita, atau dari komunitas sendiri, menciptakan genetik struktur genetik yang serupa dalam suatu populasi.

Partisipan yang nenek moyangnya berasal dari Utara Eropa, Selatan Eropa, dan Ashkenazi, cenderung memilih pasangan dari asal usul yang sama. Namun generasi penerusnya lebih berkemungkinan kecil untuk melakukan hal yang sama.

Apalagi dengan kondisi global seperti saat ini, kemungkinan seseorang untuk bertemu pasangan yang berasal dari komunitas berbeda atau asal usul berbeda juga jadi lebih besar. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Feature

Sejarah Hari Santri Nasional

Published

on

By

Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 22 tahun 2015.

Alasan mengapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah.

Adalah pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya yang mencetuskan resolusi jihad untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA.

KH. Hasyim Asy’ari kala itu mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“.

Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945, menewaskan Jenderal Mallaby. Ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan Inggris saat itu.

Peristiwa tersebut membuat angkatan perang Inggris murka, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya.

Pertempuran itu adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Para tokoh-tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.

“Sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa, melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan,” kata Jokowi di hadapan para santri, ulama, dan tokoh-tokoh agama yang hadir di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Dengan mewarisi semangat itulah, kata Jokowi, para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren atau di luar pesantren dapat memperkuat jiwa religius keislaman sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan. (int)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya