Fakta Kebesaran Tuhan Pada Tubuh Manusia | Makassar Today
Connect with us

Feature

Fakta Kebesaran Tuhan Pada Tubuh Manusia

Published

on

Banyak kebaikan-kebaikan yang diturunkan Tuhan untuk kita melalui berbagai cara. Salah satunya melalui organ tubuh kita yang sangat berperan bagi kelangsungan metabolisme tubuh kita sepanjang kita hidup tanpa lelah. Dialah jantung, orang tubuh yang satu itu berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh serta ke bagian-bagian tubuh yang penting sehingga kita dapat beraktifitas dengan bebas.

Nah kebaikan Tuhan yang diberikan untuk kita ini wajib untuk disyukuri. Karena tanpa disangka-sangka ternyata banyak kelebihan yang diterima tanpa kita sadari. Dengan 4 bilik yang dimiliki oleh jantung, ia mampu menghasilkan energi yang setara dengan truk yang melewati jalan sejauh 32 km. Bisa dibayangkan kan seberat dan sebesar apa truk dan berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk melewati jalan sepanjang itu?

Kemudian, jantung akan tetap berdenyut seperti biasanya sekalipun ia sedang berada diluar tubuh kita. Mengapa? Karena jantung memiliki gerakan elektrikal sendiri sehingga tidak bergantung pada otak kita. Jika jantung berdenyut sesuai dengan perintah otak kita, bagaimana jika otak kita memerintahkan untuk berhenti?
Menyeramkan bukan? Berikutnya adalah jantung merupakan satu-satunya pemasok darah keseluruh jutaan sel tubuh yang berad ditubuh kita, kecuali kornea mata. Sehingga jika anda mengalami anemia atau kekurangan darah itu artinya jantung anda tidak mendistribusikan darah sampai ke kepala kita. Akibatnya anda akan merasakan pusing. Penyakit jantung koroner yang mematikan itu dapat dicegah dengan cara menerima rangsangan orgasme setidaknya seminggu tiga kali sehingga resiko anda semakin sedikit untuk terkena penyakit itu.

Pernahkah anda berpikir berapa liter darah yang telah dipompa jantung selama hidup anda? Jawabannya adalah selama hidup anda jantung telah memompa darah yang setara dengan mengisikan minyak kedalam 200 gerbong kereta minyak. Banyak sekali bukan? Selain itu jantung berdetak sebanyak 100.000 kali dalam sehari, coba deh kalian hitung disaat kalian tidak ada kerjaan di rumah hehehe.

Untuk kalian yang suka sekali mendengarkan musik, maka jantung akan berdetak sesuai dengan musik yang sedang anda dengarkan. Jika anda suka lagu-lagu bergenre rock, maka jantung anda akan berdetak lebih cepat dari detakan normal. Nah dari fakta-fakta tersebut kita wajib bersyukur. Karena banyak fakta diluar akal sehat kita yang benar-benar ada diberikan Tuhan untuk kita.

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Feature

Kisah Mahasiswi Poltek Menjemput Ajal di Hari Pernikahan

Published

on

By

BAJENG – Laode Muhammad Khalik tak pernah menyangka jika hari pernikahannya akan berkahir duka. Ode, begitu sapaan akrabnya, hanya bisa pasrah karena calon istrinya menjemput ajal sesaat sebelum ijab kabul dimulai.

Sedianya Ode akan menjalani prosesi pernikahan dengan pujaan hatinya, Rosminta Daeng Rannu alias Icha pada Rabu (8/11/2017) sekira pukul 11.00 Wita, di Desa Bontobodo’ Kalamandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.

Namun takdir berkata lain, karena pasangan pengantin ini harus dipisahkan oleh maut. Kepergian Icha memang bukan tanpa alasan.

Mahasiswi Politeknik Ujungpandang asal Kabupaten Maros ini sebelumnya telah divonis menderita tifus dan sempat menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf selama empat hari.

“Seminggu sebelum hari H (akad nikah) Ica dirawat di ruang ICU RSUD Syekh Yusuf. Dokter vonis sakit tifus, tapi setelah dirongen, dokter bilang almarhumah kondisinya sudah normal,” beber keluarga Icha, Hj Cici ditemui, Kamis (9/11/2017).

Atas dasar itulah Icha kemudian menyatakan siap untuk menjalani prosesi pernikahan. Namun sebelum proses ijab kabul di hari pernikahannya itu, kondisi Icha nampak berbeda. Ia terlihat lemas dan sempat tak sadarkan diri, hingga tak lama dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dari rumah sakit, almarhumah pulang diantar sama suaminya. Waktu di rumah sempatji agak baikan tapi pas jelang ijab kabulnya langsung drop dan tepat pukul 11.00 waktu ijab kabulnya, almarhumah sudah tidak ada (meninggal, red),” ucapnya sedih.

Ode pun hanya bisa memandangi jasad calon istrinya untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Ode hanya bisa melihat calon istrinya mengenakan baju pengantin hanya sekejap dan kini hanya mampu melihat Icha dalam kondisi berbeda, yakni dengan kain kafan.

(Rahman sijaya)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Feature

Istilah “Muka Jodoh” Bukan Hal Yang Kebetulan, Baca Selengkapnya!

Published

on

By

Pernahkah Anda mendengar istilah “Muka Jodoh” atau mungkin melihat teman dan kerabat yang sudah lama menikah dan jadi terlihat mirip selayeknya saudara?

Jika Anda merasa penasaran, kenapa pasangan menikah fisiknya jadi mirip seperti saudara, maka Anda tidak sendirian. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam PLOS Genetics, ketika dua orang yang menikah jadi terlihat mirip, hal ini bukanlah kebetulan semata. Hal ini dikarenakan kecenderungan manusia untuk menikahi seseorang dengan nenek moyang atau ras yang sama.

Tren ini memiliki efek penting terhadap genetik suatu populasi, ujar Dr. Ronnie Sebro dari Universtiy of Pennsylvania dan penulis senior Josee Dupuis dari Boston University School of Public Health dan Neil Risch dari University of California, San Fransisco.

Para peneliti dalam studi ini melihat genom pasangan menikah dari tiga generasi dan 879 pasangan dari Framingham, Massachusetts, yang asalnya adalah bagian dari sebuah studi kesehatan jantung di tahun 1948.

Jadi bagaimana fenomena menarik ini bisa terjadi? Rupanya, ketika sebagian orang yang dipelajari menikah, mereka memilih pasangan dari komunitas mereka sendiri, dan orang-orang ini seringnya memiliki nenek moyang yang sama.

Seiring waktu, ketertarikan pada seseorang yang mirip dengan kita, atau dari komunitas sendiri, menciptakan genetik struktur genetik yang serupa dalam suatu populasi.

Partisipan yang nenek moyangnya berasal dari Utara Eropa, Selatan Eropa, dan Ashkenazi, cenderung memilih pasangan dari asal usul yang sama. Namun generasi penerusnya lebih berkemungkinan kecil untuk melakukan hal yang sama.

Apalagi dengan kondisi global seperti saat ini, kemungkinan seseorang untuk bertemu pasangan yang berasal dari komunitas berbeda atau asal usul berbeda juga jadi lebih besar. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Feature

Sejarah Hari Santri Nasional

Published

on

By

Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 22 tahun 2015.

Alasan mengapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah.

Adalah pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya yang mencetuskan resolusi jihad untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA.

KH. Hasyim Asy’ari kala itu mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“.

Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945, menewaskan Jenderal Mallaby. Ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan Inggris saat itu.

Peristiwa tersebut membuat angkatan perang Inggris murka, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya.

Pertempuran itu adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Para tokoh-tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.

“Sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa, melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan,” kata Jokowi di hadapan para santri, ulama, dan tokoh-tokoh agama yang hadir di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Dengan mewarisi semangat itulah, kata Jokowi, para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren atau di luar pesantren dapat memperkuat jiwa religius keislaman sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan. (int)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya