Pakai Lipstik Saat Berpuasa, Bolehkah? | Makassar Today
Connect with us

Feature

Pakai Lipstik Saat Berpuasa, Bolehkah?

Published

on

Perawatan tubuh dan kecantikan tak dapat dipisahkan dari seorang wanita, di bulan puasa sekalipun. Namun, memakai lipstik saat puasa, bolehkah?

Saat sedang berpuasa, secara otomatis kulit akan menjadi lebih kering akibat tidak adanya air yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini tentunya dialami juga oleh bibir.

Aktivitas di bawah terik matahari atau paparan pendingin ruangan tentunya membuat kondisi kering ini semakin parah. Oleh sebab itu kita membutuhkan pelembab. Namun, bolehkah menggunakan aneka make up atau perawatan tubuh saat puasa, salah satunya memakai lipstik saat puasa?

Dikutip dari sejumlah situs Islami seperti KonsultasiSyariah.com, Ummi-Online.com dan Muslimafiyah.com, memakai lipstik saat puasa dibolehkan.

Bahan-bahan yang diletakkan di kulit bagian luar, baik untuk tujuan pengobatan, kecantikan, melembabkan atau untuk tujuan lainnya, tidaklah termasuk membatalkan puasa. Baik bahan-bahan yang berbau, tidak berbau, berasa maupun tidak berasa selama bahan-bahan tersebut tidak ditelan.

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin pernah ditanya mengenai hukum menggunakan krim bagi orang yang berpuasa dengan tujuan untuk menghilangkan kekeringan di bibir.

Beliau menjawab, “Diperbolehkan bagi seseorang untuk melembabkan bibir atau hidungnya dengan menggunakan krim, atau membasahinya dengan air, dengan kain, atau semacamnya. Namun, perlu dijaga, jangan sampai ada bagian yang masuk ke perutnya. Jika ada yang masuk ke perut tanpa sengaja maka puasa tidak batal.

Sebagaimana orang yang berkumur, kemudian tiba-tiba ada bagian yang masuk ke perut tanpa sengaja, puasanya tidak batal.”

(Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 19:224)

Jadi, kesimpulannya memakai lipstik saat puasa tidak jadi masalah. Lebih afdol lagi jika kita memakai rangkaian kosmetik halal.

Semoga informasi ini bermanfaat


Advertisement
loading...
Comments

Feature

Kisah Mahasiswi Poltek Menjemput Ajal di Hari Pernikahan

Published

on

By

BAJENG – Laode Muhammad Khalik tak pernah menyangka jika hari pernikahannya akan berkahir duka. Ode, begitu sapaan akrabnya, hanya bisa pasrah karena calon istrinya menjemput ajal sesaat sebelum ijab kabul dimulai.

Sedianya Ode akan menjalani prosesi pernikahan dengan pujaan hatinya, Rosminta Daeng Rannu alias Icha pada Rabu (8/11/2017) sekira pukul 11.00 Wita, di Desa Bontobodo’ Kalamandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.

Namun takdir berkata lain, karena pasangan pengantin ini harus dipisahkan oleh maut. Kepergian Icha memang bukan tanpa alasan.

Mahasiswi Politeknik Ujungpandang asal Kabupaten Maros ini sebelumnya telah divonis menderita tifus dan sempat menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf selama empat hari.

“Seminggu sebelum hari H (akad nikah) Ica dirawat di ruang ICU RSUD Syekh Yusuf. Dokter vonis sakit tifus, tapi setelah dirongen, dokter bilang almarhumah kondisinya sudah normal,” beber keluarga Icha, Hj Cici ditemui, Kamis (9/11/2017).

Atas dasar itulah Icha kemudian menyatakan siap untuk menjalani prosesi pernikahan. Namun sebelum proses ijab kabul di hari pernikahannya itu, kondisi Icha nampak berbeda. Ia terlihat lemas dan sempat tak sadarkan diri, hingga tak lama dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dari rumah sakit, almarhumah pulang diantar sama suaminya. Waktu di rumah sempatji agak baikan tapi pas jelang ijab kabulnya langsung drop dan tepat pukul 11.00 waktu ijab kabulnya, almarhumah sudah tidak ada (meninggal, red),” ucapnya sedih.

Ode pun hanya bisa memandangi jasad calon istrinya untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Ode hanya bisa melihat calon istrinya mengenakan baju pengantin hanya sekejap dan kini hanya mampu melihat Icha dalam kondisi berbeda, yakni dengan kain kafan.

(Rahman sijaya)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...