Ini Pengakuan Kahar, Nekat Merampok Dan Lukai Istri Perwira Polisi - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Ini Pengakuan Kahar, Nekat Merampok Dan Lukai Istri Perwira Polisi

Published

on

MAKASSAR – Entah apa yang ada dalam pikiran remaja ini. Ia nekat merampok rumah seorang perwira polisi bernama AKBP Muktar yang bertugas sebagai Kepala Korps Siswa SPN Batua Makassar di Jl Dg Ramang, Kamis (14/7/2016), siang lalu.

Tersangka diketahui bernama Kahar alias Agar (17), warga Kecamatan Dole, Kabupaten Takalar. Tak hanya merampok, tersangka juga nekat melukai Usmawaty (54), istri perwira polisi berpangkat tiga bunga itu. Dalam kejadian ini, Usmawaty mengalami cedera karena dihantam dengan benda tumpul.

Setelah sempat kabur selama dua hari, Kahar pun terendus dan berhasil diciduk Tim Khusus Polda Sulsel di tempat persembunyian di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sabtu (16/7/2016), sekitar pukul 21.30 Wita.

Kahar digelandang ke Mapolda Sulsel untuk menjalani interogasi. Dalam keterangannya, Kahar mengakui perbuatannya. Setelah mendengar keterangan tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan mencari barang bukti hasil kejahatan tersangka.

Namun dalam perjalanan, Kahar melawan dan berusaha kabur, hingga akhirnya petugas mengambil langkah tegas dengan melumpuhkan tersangka pada bagian kaki.

“Tersangka saat pengembangan berusaha kabur. Tiga kali tembakan ke udara tidak digubris tersangka, hingga petugas mengambil upaya tegas dengan melumpuhkan tersangka di bagian kaki,” kata Barung.

Usai dihadihai timah panas, Kahar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah mendapat perawatan, Kahar kemudian dibawa kembali ke Mapolda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di depan petugas, Kahar masuk ke dalam rumah korban dan menggasak sebuah ponsel milik korban. Kahar mengaku nekat memukul kepada korban lantaran saat itu korban terbangun.

alterntif text

“Saya panik pak karena korban melihat kami saat itu, jadi saya pukul kepala korban pakai besi. Dari rumah korban saya hanya ambil 1 buah ponsel merek Samsung pak, terus saya kabur ke Moncongloe,” ungkap Kahar.

Dalam keterangan polisi, saat kejadian, AKBP Muktar tidak berada di rumah dan saat kejadian hanya dihuni oleh istrinya. Selain Kahar, polisi juga mengamankan seorang oknum mahasiswa STIMIK Dipanegara, alamat Perumnas Sudiang Blok C Nomor 382 , bernama Isman (18). Namun sejauh ini, Isman masih diperiksa sebatas saksi.

“Dalam keterangannya, tersangka dalam melakukan aksinya tidak sendiri. Kita juga mengamankan satu orang oknum mahasiswa namun sejauh ini masih sebatas saksi,” tambah Barung.

Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi penangkapan tersangka. Adapun barang bukti tersebut, berupa onserdil sepeda motor, televisi dan barang elektronik lainnya yang diduga barang hasil kejahatan tersangka.

Tak sampai di situ, petugas juga menemukan alat isap sabu, 1 unit ponsel merek Samsung Grand Prime warna putih milik korban, 1 unit senjata tajam (keris), 1 unit sepeda motor merek Yamaha RX King warna merah, 1 unit sepeda motor merek Honda Beat dengan Nomor Polisi DD 4409 XY , 1 unit sepeda motor merek Kawasaki Trail dengan Nomor Polisi DW 5069 AF, 1 unit pipa besi panjang 50 cm.

Sementara itu, Direskrim Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma mengatakan, jumlah tersangka dalam peristiwa ini teridentivikasi tiga orang. Hal tersebut sesuai dengan keterangan korban dan hasil rekam kamera pengintai (CCTV/Closet Circuit Television) yang terpasang di rumah korban.

“Dalam rekaman itu kami melihat tiga orang masuk ke dalam rumah korban. Istri korban menemukan ketiganyasaat menuju kamarnya. Merasa aksinya tepergok, salah satu tersangka langsung memukul koran diduga menggunakan besi yang mengenai bagian kepala korban,” kata Kombes Pol Erwin Zadma.

Lanjutnya, korban yang dalam kondisi terluka kemudian lari keluar rumah dan meminta pertolongan. Warga sekitar langsung berdatangan, namun pelaku saat itu berhasil kabur lewat pintu belakang rumah korban. (askay/ed)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending