Sudah 2 Tersangka Di Kasus DID, Bagaimana Dengan Bupati Lutra? - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Sudah 2 Tersangka Di Kasus DID, Bagaimana Dengan Bupati Lutra?

Published

on

MAKASSAR – Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Intesif Daerah (DID) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) senilai Rp 13 miliar

Kedua mantan terpidana tersebut, yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, Andi Sariming dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H Agung. Dalam kasus ini juga menyeret nama Bupati Lutra Indah Putri Indriani.

Kasubdit III Tipikor Polda Sulsel, AKBP Adip mengatakan, pihaknya tengah merampungkan berkas kedua tersangka untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Adapun penyerahan berkas kedua tersangka itu nantinya akan dipelajari serta diteliti oleh tim jaksa, guna mengetahui apakah berkas kasus tersebut telah layak untuk dilimpahkan, atau masih ada yang mesti dilengkapi oleh tim penyidik.

“Semua tergantung hasil penelitian yang dilakukan jaksa. Kalau dalam berkas yang kami kirim itu ternyata menunjuk ada keterlibatan pihak lain, maka penetapan tersangkanya kemungkinan akan bertambah,” tegas Adip, Minggu (17/7/2016).

Adip menuturkan, berkas kedua tersangka yang sementara dirampungkan yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, Andi Sariming dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H Agung. Andi Sariming.

alterntif text

Keduanya juga merupakan mantan terpidana pada kasus korupsi lain. Namun kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, karena keduanya diduga juga ada keterlibatannya.

Sebelumnya, kedua tersangka juga sudah berstatus terpidana pada kasus korupsi lain, yang pernah ditangani oleh Polres Luwu Utara.

“Semua tersangka sudah kita periksa sebagai tersangka terkait kasus ini. H Agung kita periksa sebelum puasa di Lapas. Sedangkan Andi Sariming diperiksa setelah lebaran baru-baru ini,” tandasnya.

Kasus ini mulai bergulir di Polda Sulsel pasca Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dilapor di Reskrimsus Polda Sulselbar dalam kasus dugaan korupsi DID tahun 2011 senilai Rp 13 miliar.

Indah diduga kuat melakukan pemalsuan dokumen rincian DID tahun 2011 yang harusnya ditandatangani Bupati Lutra periode 2010-2015 Arifin Junaidi. Namun selaku Wakil Bupati Lutra, Indah saat itu dilaporkan telah mengubah lampirannya.

Disinyalir Indah memalsukan dokumen tersebut ketika Arifin Junaidi sedang cuti mengikuti kursus di Harvard University selama 2 bulan.

Kasus itu diusut setelah mengeluarkan surat perintah penyidikan nomor SP.sidik/12/III/2016 tanggal 3 Maret 2016. (maman/ed)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending