Mayat Wanita di Kebun Tebuh Diduga Tewas Dalam Kondisi Hamil | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Mayat Wanita di Kebun Tebuh Diduga Tewas Dalam Kondisi Hamil

Published

on

MAKASSAR – Mayat wanita bernama Harmawati yang merupakan alumni Akademi Bidan (Akbid) Syech Yusuf Kabupaten Gowa yang ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah kebun tebuh di Dusun Tappareng, Desa Lappa Bosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Maros, Senin (15/8/2016), sekitar pukul 18.00 Wita, diduga tewas dalam kondisi hamil muda.

Kematian Hamrawati meninggalkan kesan yang cukup misterius. Aparat kepolisian mengambil sikap dengan menurunkan Tim Identifikasi dalam mengungkap kasus kematian Harmawati.

Tim yang dipimpin Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kompol Eko Yunianto serta sejumlah penyidik dari Polres Bone melakukan penyelidikan awal di indekost korban di Jl Landak Baru Lorong 10/ Bantabantaeng, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (17/8/2016).

Di lokasi itu Tim Identifikasi lansung melakukan penggeledahan di kamar 15 lantai 2 tempat korban tinggal di Makassar. Dalam pemeriksaan itu tim menemukan sejumlah barang milik korban, diantaranya jenis makanan berupa buah jeruk dan beberapa jenis buah lainnya. Adapula susu untuk ibu hamil merek Prenagen dan sejumlah dokumen kependudukan korban.

“Barang bukti yang ditemukan itu dinataranya susu ibu hamil merek Pranagen dalam kondisi sudah terbuka dan diduga susu itu pernah diminum oleh korban. Tapi belum diketahui pasti apakah susu ini milik korban atau bukan. Ini masih dugaan awal. Sementara dokumen yang kami temukan menjelaskan kalau korban ini beralamat di Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara,” kata Kompol Eko.

Tak hanya mengamankan sejumlah barang milik korban, Tim Identifikasi juga mengambil keterangan sejumlah tetangga kost korban. Salah seorang tetangga kost korban mengaku jika korban meninggalkan kamar kost pada pukul 09.00 Wita.

alterntif text

Dari keterangan tetangga kamar kostnya bahwa korban meninggalkan kamar pukul 09.00 Wita. Sebelum keluar, korban menyampaikan kepada tetangga jika ia ingin pulang kampung. Sebelum meninggalkan kamarnya, tetangga kost korban juga sempat mendengar korban cekcok selama sejam lebih bersama pacarnya.

Sayangnya tetangga kost korban tak mengenali nama pacar korban. Tetangga korban yang minta namanya tidak dipublikasikan mengaku kalau kalau pacar korban tersebut adalah seorang anggota Brimob.

“Saya tidak tahu nama pacarnya korban itu. Yang saya tau kalau pacarnya itu seorang anggota Brimob. Waktu korban cekcok dengan pacarnya, saya juga lihat ada pria lain sempat datang ke kost sini, tapi orang itu baru pertama kali saya lihat,” beber tetangga kost korban.

‎Seperti diketahui, korban Harmawati ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah areal kebun tebuh. Kondisi mayat terbilang mengenaskan, lantaran kaki sebelah kirinya sudah tidak ada serta wajah yang sudah tidak bisa dikenali lagi karena dalam hancur berwarna hitam.

Saat ditemukan, korban mengenakan sweeter warna biru dan menggunakan dalaman kaos hitam serta memakai celana panjang warna hitam. Sementara itu kondisi perut membengkak dan paha sudah berulat.

Di samping mayat ditemukan sebuah tas warna merah merk Fendi yang berisikan foto korban, alat make up ,obat tablet serta Bra.

Mayat wanita tersebut pertama kali ditemukan oleh Rustan (17), warga Dusun Tappareng Desa Lappabosse, Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Saat itu Rustan datang ke areal kebun mengambil ternak sapi miliknya dan bermaksud pulang ke rumahnya.

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending