Roland Berger Bahas Strategi Penurunan Biaya Logistik di Makassar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

Roland Berger Bahas Strategi Penurunan Biaya Logistik di Makassar

Published

on

MAKASSAR – Roland Berger sebagai salah satu perusahaan konsultasi global dan OpenPort, penyedia platform digital dan biaya logistik siap membantu pemerintah dalam rangka menekan biaya logistik di Makassar.

Perusahaan yang berdiridi sejak tahun 1967 ini merupakan perusahaan konstan global dari Jerman – Eropa, Rolang Berger beroperasi dengan sukses di semua pasar internasioanal.

Open Port adalah flaform logistik digital pertama yang mengubah manajemen logistik di Negara berkembang dengan menciptakan hubungan langsung serta transparan antara pengirim dengan operator truk menggunakan model Open Enterprise Logistics.

Dari hasil analisis Roland Berger bahwa Indonesia memiliki biaya logistik yang cukup tinggi, yakni mencapai 26 persen dari total PDB tahun 2015. Kondisi ini dapat ditekan menjadi hanya 9 persen, apabila Indonesia konsisten melakukan perbaikan serta inovasi pada sektor tersebut.

Hal itu disampaikan Anthonie Verlius dari Global Head of Ports Practice Roland Berger yang hadir sebagai pembicara dalam acara mediaberafing di Hotel Imperial Aryaduta, Selasa (23/8/2016) .

“Rasio ini adalah tiga kali lebih besar dari Negara-Negara berpendapatan lebih tinggi, bahwa biaya logistik terhadap PDB Malasyia dan India hanya 14 persen dan Cina adalah 18 persen. Industri ini harus bertransformasi,” ujar Anthonie.

Dengan berkembangnya Indonesia Timur, Makassar sebagai pusat logistik Indonesia di Wilayah Timur memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas Supply Chain serta infrastruktur logistik agar dapat mendukung peningkatan ekonomi regional.

Pemerintah Indonesia memang telah memprioritaskan agenda perbaikan pada sektor logistik, namun survei mengenai logistik Performance Index yang di lakukan World Bank tahun 2016 ini menunjukkan peringkat Indonesia turun 10 point hingga menempati urutan ke 63 dari 160 Negara yang di survei. Maka dengan itu, Roland Berger mencoba menjawab tantangan tersebyt.

“Ada dua Kota yang akan kita memulainya yakni Makassar dan Surabaya, namu secara fakta untuk pelabuhan logistik di transfort laut itu masih di kuasai oleh Surabaya. Sementara Makassar masih sebagian besar memakai jalur atas atau pesawat. Pemerintah berencana akan meluncurkan pelabuhan baru di Makassar pada Tahun 2018 mendatang, diprediksi dengan adanya pelabuhan logistik ini, maka kualitas Supply Chain akan meningkat dan bisa menekan besarnya angka biaya transfortasi yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi regional,” kata Anthonie. (rony/ed)

BAGIKAN:
Comments

Trending