AJI Kecam Pelecehan Jurnalis di Kampus Unismuh | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

AJI Kecam Pelecehan Jurnalis di Kampus Unismuh

Published

on

MAKASSAR – Sikap arogan yang diduga dilakukan pihak Hubungan Masyarakat (Humas) kampus Univeristas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terhadap seorang jurnalis bernama Chaidir mendapat reaksi keras dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar.

Dalam pelaporan ini Akbar menyebut akan menindak lanjuti kasus pelecehan tersebut dan secara resmi akan diproses.
Aliansi Jurnalis Independen menyebut perihal tersebut adalah tindakan yang melecehkan Secara profesi dan jika benar hal ini terjadi, maka AJI mengecam aksi pelecehaan itu dengan keras. Karena secara tidak langsung pihak Unismuh telah mengekang kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.

Kordinator Divisi Advokasi AJI Sulsel, Akbar Djumadi mengecam aksi pelecehan terhadap profesi Chaidir. Jumadi juga mengaku jika pihaknya telah menerima laporan korban dan siap untuk ditindak lanjuti. Menurut Djumadi, sesuai kronologis yang diceritakan korban, bahwa secara prosedur korban telah datang dengan maksud meliput, namun karena hal ini, korban justru diminta pulang.

“Alur liputan yang dimaksud sudah benar, olehnya pihak Unismuh telah melanggar undang-Undang pers nomor 40 tahun 1999. Tindakan ini kita kecam jika benar dilakukan pengusiran terhadap korban,” tegas Akbar, Jumat (26/8/2016).

Selanjutnya Akbar melanjutkan dan meminta agar korban dapat membuat ktonologis detail, sehingga ke depan dapat disesuaikan dengan penjelasan versi dari pihak Humas Unismuh. Selain itu ia juga menyarankan agar korban juga turut melaporkan kasusnya ke LBH Pers.

Sekedar diketahui, Chaidir dalam laporannya ke pihak AJI mengaku ditegus dan diusir pihak Humas Unismuh. Alasan pengusiran itu karena dirinya dianggap tidak berpakaian rapi dan mirip pengemis. Saat itu, Chaidir mengaku datang ke kampus Unismu dengan maksud meminta klarifikasi atas sebuah pemberitaan.

Kepala Humas Unismuh, Drs H Abd Wahab Saleh yang melihat korban kemudian marah dan ikut mengusir korban. Chaidir melanjutkan, ketersinggungan dirinya makin besar ketika Kepala Humas Unismuh memanggil satpam kampus.

“Saya awalnya sudah selesai dengan staf Humas, tapi tiba-tiba Pak Wahab justru ngotot agar saya pulang bahkan memanggil satpam. Saya sudah mengalah karena saya pikir beliau jauh lebih tua, tapi setelah usaha kami menjelaskan duduk perkara, Pak Wahab berkeras dan mengusir saya,” beber Chaidir. (askay/ed)

BAGIKAN:
Comments

Trending