Dikejar Anggota POM, Begal Jatuh Diserempet Mobil | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Dikejar Anggota POM, Begal Jatuh Diserempet Mobil

Published

on

MAKASSAR – Astriadi (17), warga Jl Maccini Raya Lr 2 Makassar tak menyangka jika aksi begalnya berakhir di balik jeruji besi sel Mapolsek Ujung Pandang.

Sebelum tertangkap, Astriadi berhasil merampas sebuah dompet berisi ponsel milik pengendara wanita di depan Kantor Gubernus Sulsel Jl Jendral Sudirman, Sabtu (27/8/2016) sekitar pukul 11.00 Wita.

Namun usahanya kandas setelah diteriaki korban hingga memicu perhatian anggota Den POM Kodam/VII Wirabuana yang saat itu kebetulan berjaga di Markas Den POM, tak jauh dari lokasi kejadian.

Tak menunggu lama, anggota POM, Prada Sofyan langsung melakukan pengejaran. Pelaku yang menggunakan sepeda motor Mio warna putih DD 3520 XY (PLAT PUTIH) dikejar hingga ke jalan Jl Kalampeto.

“Sepeda motor pelaku yang melaju kencang kemudian menabrak sebuah mobil dari arah berlawanan. Setelah terjatuh, pelaku masih berusaha kabur dengan meninggalkan sepeda motornya. Warga sekitar lokasi yang melihat peristiwa ini kemudian ikut mengejar pelaku,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin, Minggu (28/8/2016).

Pelaku yang berhasil diringkus kemudian digelandang ke Markas Den POM, berikut barang bukti dompet berisi 1 ponsel merek Oppo A73, 1 ponsel merek Nokia X2, 1 lembar ATM BRI, KTP dan SIM C serta sepeda motor yang digunkana pelaku.

Adapun korban Satriana (25), warga Malakaji, Kabupaten Gowa serta rekannya Masrita (34), warga Jl Toddoppuli IV, Makassar kemudian diarahkan ke Mapolsek Ujung Pandang untuk melayangkan laporan.

Pelaku dihadapan petugas mengaku, sebelum menjalankan aksinya pelaku mengkonsumsi 3 butir obat daftar G jenis Tramadol. Pelaku juga mengaku berstatus warga binaan depertemen sosial di Salodong dalam kasus jambret. Pelaku saat itu masuk warga binaan karena dianggap masih di bawah umur.

“Petugas Polsek Ujung Pandang yang menerima laporan kemudian menjemput pelaku dan barang bukti di Markas Den Pom Kodam untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelas Kompol Burhanuddin. (askay/ed)

BAGIKAN:
Comments

Trending