Edan, Kisah 4 Nenek Centil Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala! | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Edan, Kisah 4 Nenek Centil Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala!

Published

on

Banyak yang bilang kalau wanita tua, tak lagi memiliki tubuh indah sperti muda dulu. Sudah keriput, lemah serta gampang letih. Namun, itu semua ditepis oleh nenek-nenek centil ini.

Memiliki tubuh yang tak seindah dulu, tidak menjadikan mereka tak berselera soal bercinta. Walaupun sudah tua renta keempat nenek ini masih memiliki gairah seperti pasangan muda. Herannya, nenek-nenek ini sampai ada yang memperbesar payudara, berkencan dengan brondong, hingga menjadi PSK.

Intinya nenek centil ini menolak jika dibilang tua. Mereka masih ingin dibilang cantik dan seksi. Siapa saja keempat nenek centil yang masih sangat bergairah ini? Berikut ulasannya:

Shirley Andrews

1

Shirley Andrews dijuluki Ratu Seks lantaran telah meniduri 1.000 lelaki. Gilanya, wanita berusia 80 tahun ini juga membintangi sejumlah film porno. Di usia uzurnya, dia masih gemar bercinta. Bahkan, ia suka merekam video hubungannya dengan para lelaki lalu ia sebar luaskan.

Shirley memang amat terpesona dengan film porno. Sebab itu, dia memutuskan untuk tidak menikah lagi. “Selama lima tahun terakhir, sudah ada beberapa lelaki yang melamar saya. Tapi, saya tidak mau menghabiskan sisa hidup saya dengan mereka,” jelasnya.

Sheila Vogel Coupe

2

Sheila Vogel-Coupe menjadi PSK tertua di Inggris. Di usianya yang sudah menginjak 85 tahun, ia mendapat bayaran sebesar 250 Poundsterling atau Rp 4,8 juta per jamnya untuk melakukan aktivitas seksual yang vulgar.


Ibu dari tiga anak, nenek dari tiga cucu dan nenek buyut dari dua orang ini menjadi wanita tuna susila empat tahun lalu. Pada usia lanjut, yakni 81 tahun, dia sempat menikah dua kali, tetapi kedua suaminya meninggal karena sakit.

Joan Lloyd

3

Banyak yang bilang umur adalah deretan angka. Ya, mungkin itu adanya bagi Joan Lloyd, nenek-nenek berumur 67 tahun. Joan menikah dengan Phil Absolom pemuda lajang berusia 29 tahun. Mereka memutuskan untuk menikah dan membina bahtera rumah tangga. Dua sejoli ini berkenalan di jejaring sosial yang kemudian menjalin hubungan.

Hal yang membuat Phil jatuh cinta adalah keseksian dari Joan walau usianya sudah tua. Joan melakukan operasi plastik pada payudaranya yang membuat Phil pun mencintai dan menikahinya.

Bukan hanya fisik saja yang dilihat dari Phil, kecocokan akan kesenangan keduanya membuat dia semakin sayang. Setelah setahun berpacaran, Phil pun melamar Joan saat mereka berlibur di Kepulauan Canary, Spanyol. Mereka mengaku sangat menikmati hubungan dan juga masih aktif bercinta seperti pasangan muda yang sedang dimabuk asmara.

Sandy Nardo

4

Wanita bernama Sandy Nardo ini mengaku telah meniduri tak kurang dari 140 pria. Uniknya, perempuan berasal dari Dublin, Irlandia itu, sangat hapal dengan reputasi ke-140 pria yang pernah bersama dirinya.

Adapun, catatan yang ia punya, wanita berusia 53 tahun ini memiliki jangkauan penilaian yang beragam mulai dari cara mencium, bercinta, tampang, stamina atau bahkan durasi saat bercinta. Nardo yang pertama kali bercinta pada usia 19 tahun ini, kerap melakukan petualangan dengan berbagai pria. Dirinya bahkan masih suka berhubungan dengan mantan suaminya demi kepuasan. (sb)

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler