Pria Millenium Kembali ke Nilai Tradisional | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Pria Millenium Kembali ke Nilai Tradisional

Published

on

Pria modern telah mendefenisikan ulang nilai tradisional tentang kedewasaan yang dibuat generasi sebelumnya. Antara lain dengan lebih menerima “peran lebih lembut” dalam masyarakat.

Misalnya, pria kini lebih egaliter dengan lawan jenis, menjadi seorang ayah yang lebih senang di rumah, atau menerima pandangan feminisme. Fakta ini, bersama dengan banyak faktor sejarah dan sosial ekonomi lainnya, menurut The Good Men Project, Kamis 1 September 2016, telah membentuk gaya hidup bagi pria di abad milenium.

Namun, tidak bisa dipungkiri, abad milenium juga membuat banyak pria mengalami krisis eksistensial abad 21. Krisis ini membawa jutaan kemungkinan pada jalur karir dan persaingan yang lebih sulit. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, tingkat pekerjaan dan tingkat pendapatan kini lebih rendah ketimbang dulu. Perjuangan “untuk memiliki segalanya” malah bisa menimbulkan gangguan saraf.

Semua faktor itu membuat seorang pria milenium lebih sulit untuk mendapatkan gaya hidup yang diinginkan. Tapi itu tidak menutup kemungkinan apa yang harus Anda lakukan hanyalah menjadi lebih cerdas dan membuat prioritas ulang dari gaya hidup. Berikut panduan gaya hidup pria milenium seperti dikutip dari laman sooperboy.com:

Berolahraga dan makan yang benar

Sebagai lelaki milenium, Anda harus peduli pada kesehatan Anda. Berpikirlah out of the box –Anda tidak perlu mendaftar menjadi anggota pusat kebugaran yang mahal. Karena kini ada banyak aplikasi kebugaran yang dapat Anda gunakan untuk mencek asupan kalori dan kemajuan kebugaran Anda secara keseluruhan. Coba juga joging, yoga, bersepeda dan berenang. Masukkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda. Pelajari tentang makanan organik dan kebiasaan makan yang sehat.

Perawatan diri

Sadar akan pentingnya gaya pribadi, seorang pria milenium membutuhkan perawatan diri yang baik. Berbagai jenis tren rambut dan merawat janggut agar terlihat tetap rapi adalah standar minimal perawatan diri. Memotong habis janggut atau merawat janggut yang tumbuh subur adalah pilihan yang harus diambil. Sebuah penelitian mengungkapkan, tampilan yang menarik pada seorang pria akan dianggap sebagai tanda kesehatan dan kejantanan. Bahkan, menurut sebagian wanita, tampilan yang menarik adalah tanda kemampuan seorang pria menjadi seorang ayah atau orang tua.

Gaya hidup yang terjangkau

Harga dan kualitas adalah dua kriteria utama saat membeli pakaian dan aksesoris. Pria milenium wajib menata pakaian mereka. Ini penting untuk mematahkan prasangka bahwa laki-laki selalu tampil ceroboh, berantakan dan tak paham fashion. Pria milenium perlu memfokuskan diri pada gaya tahun 60-an, termasuk juga aksesorisnya macam dasi, jam tangan, ikat pinggang, syal, topi dan lain-lain. Jenis gaya formal pada era itu bisa digunakan sehari-hari. Agar terlihat berkesan, cobalah celana jeans ketat berwarna gelap, kemeja biru muda yang tangannya digulung, wol rompi coklat dan dasi hitam. Untuk menambah kesejukan, bisa tambahkan kacamata Carera yang modis. Sudah dipastikan Anda bakal tampil bergaya.

Membangun hubungan yang sehat

Membangun hubungan yang sehat ini juga termasuk hubungan dengan keluarga Anda, pasangan Anda, rekan bisnis, dan diri Anda sendiri. Ketika tiba waktunya menjalin hubungan cinta, jangan merasa tertekan atau terburu-buru untuk menikah. Dan jangan merasa terlihat buruk jika Anda belum menemukan pasangan yang cocok. Waktu telah berubah. Ketika Anda menjadi orang tua, tentu saja itu akan membawa arti penting bagi hidup Anda. Namun jangan sampai kehilangan kesabaran: jalani hidup Anda dengan ritme Anda sendiri. Cobalah tahan godaan untuk mencari pekerjaan baru dengan gaji lebih besar, karena Anda akan belajar kepuasaan saat berkarir lebih penting ketimbang uang. Fokuslah pada pengembangan diri.

Terkadang, memang sulit menjadi pria di abad ini. Tapi, dengan sikap yang tepat serta beberapa usaha, Anda akan berdiri bangga dan puas dengan usaha Anda menjadi pria milenium yang diperhitungkan dunia. (int)

BAGIKAN:
Comments

Inspiratif

Alumni Smansa Makassar Harumkan Indonesia di Oxford Inggris

Published

on

By

Makassartoday.com – Banyak punya potensi sumber manusia yang membawa harum nama Indonesia. Salah satunya Dokter Deby Vinski MScAA PhD. Alumni SMA Negeri 1 (Smansa) Makassar Tahun 1986 adalah dokter kecantikan dan pakar anti-penuaan (anti-aging) asal Indonesia yang kiprahnya diakui dunia.

Pertemuan akhir tahun tahunan Grand Europa Business Assembly, Oxford Summit 2017 di Inggris, Dokter Deby meraih Queen Victoria Medali di Oxford Town Hall Oxford Inggris 20-25 Desember 2017 diberikan langsung Direktur Europa Business Assembly (EBA) Oxford Inggris Professor John didampingi CEO First Sky Limited Eric Kutortse.

Mendapat penghargaan medali Queen Victoria dari ‘Puncak Pemimpin’ Eropa tidak membuat Dokter Deby yang saat ini menjabat sebagai Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) di Paris yang beranggotakaan 74 negara, jumawa.

“Malah ini langkah awal dan bentuk dedikasi profesionalisme kedokteran Indonesia yang Alhamdulillah mendapat apresiasi dunia khususnya Kota Makassar tempat saya dibesarkan,” jelas Dokter Deby.

Pertemuan akhir tahun Tahunan Grand Europa Business Assembly, Oxford Summit 2017 di Inggris merupakan pertemuan tahunan dunia bisnis dan akademik dari 40 anggota negara mitra dari uni akademik, Oxford dan klub Rektor Eropa.

Dokter Natasha Vinski yang mendampingi Dokter Deby pada penerimaan Queen Victoria Medali di Oxford Town Hall Oxford Ingris 20 Desember 2017, mengatakan, Europa Business Assembly merupakan organisasi platform multikultural antara bisnis, ilmu pengetahuan, pendidikan, R & D, pemerintah lokal, dan munisipalitas.

“Semua pemimpin lembaga sosial yang mengejar transformasi sosial positif secara nasional dan secara global hadir memberi kontribusi secara kongkret,” ujar Dokter Natasha yang juga CEO Vinski Tower Indonesia. (Rls)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Inspiratif

Pakaian Basah di Badan Tak Surutkan Misi Kemanusiaan!

Published

on

By

Makassartoday.com – Menjadi seorang relawan memang tak mudah. Dibutuhkan dedikasi tinggi dalam kerja-kerja sosial. Seperti halnya para relawan muda dari berbagai lembaga yang sejak beberapa hari terakhir turun melakukan evakuasi warga korban terdampak banjir di Makassar.

Kurang tidur serta makan tak teratur menjadi risiko setiap kali menjalankan tugas. Mendahulukan keselamatan orang lain dari pada keselamatan diri sendiri terkadang menjadi keputusan mereka saat menghadapi situasi genting di lapangan.

Bekerja untuk kemanusiaan bukan ajang mencari uang bagi mereka. Acap kali para relawan harus meninggalkan keluarga di rumah demi tugas mulia yang mereka emban.

Mereka tetap dituntut bekerja profesional, meski sering diperhadapkan dengan banyak keterbatasan. Mereka adalah “Relawan Makassar” yang terdiri dari latar belakang institusi yang berbeda-beda.

Basarnas, TNI, TRC BPBD Makassar, Tim Medis Dinkes Makassar, PMI Makassar, PMI Sulsel, Relawan Dapur Umum Dinsos Makassar, SAR Bimob Polda Sulsel, KSR dari berbagai kampus serta relawan alumni PMR, adalah orang-orang yang tak asing lagi di mata para warga terdampak bencana banjir di Makassar.

Meninggalkan perbedaan dan memilih bersatu di lapangan, itu semua demi tanggung jawab profesi yang selama ini mereka pahami sebagai bagian dari ibadah. Beberapa hari berjibaku dengan banjir tak menyurutkan semangat para relawan, kendati pakaian basah di badan bercampur dengan keringat.

Musim penghujan belum berakhir dan setiap saat bencana tak terduga bisa terjadi. Tapi, para relawan ini mengaku tetap sigap.

 

Faiz dari TRC BPBD, Iqbal dari SAR Brimob Polda Sulsel, Erwin, Ikhsan dan Magga relawan dari IKA PMR Wira Stemzha hanyalah sebagian kecil dari banyak relawan yang hadir di tengah-tengah masyarakat Makassar.

Bagi mereka penghargaan bukanlah hal yang utama. Berhasil dalam menjalankan misi penyelamatan adalah hal yang selalu mereka impikan. Selamat bertugas buat kalian relawan yang jauh dari kata PPecitraan. Kalianlah “Pahlawan” yang sebenarnya..!!!

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Inspiratif

Makna Hari Pahlawan di Mata Legislator Sulsel Ini!

Published

on

By

MAKASSAR – Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2017 dimaknai oleh Anggota DPRD Sulsel, M Rajab sebagai upaya untuk mengingat kembali api revolusi yang dinyalakan founding fathers yang berjuang mempertahankan kemerdekakan bangsa ini.

M.Rajab menggambarkan bahwa Perlawanan Bangsa Indonesia yang meletus di surabaya pada 10 Nov 1945, merupakan pertempuran bersenjata pertama kali meletus setelah Proklamasi dikumandangkan.

“Itu semua untuk mempertahankan kemerdekaan mereka rela mengorbankan harta, jiwa dan raganya. Artinya, hikmah mengenang peristiwa itu, mendahulukan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi,” kata Rajab saat dikonfirmasi, Jumat (10/11/2017).

Selain itu, Mantan Ketua Cabang HMI Palopo ini berpesan agar di hari Pahlawan Nasional, masyarakat melakukan penghayatan kembali atas makna Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana akhir-akhir ini persatuan kita sebagai sebuah bangsa mulai terkikis dengan pemahaman agama yang fundamental serta Intoleran atas perbedaan yang terjadi di masyarakat.

“Salah satu pilar berbangsa dan bernegara yang harus dihayati dan dijalankan yaitu bhinneka tunggal ika. Berbeda dalam persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Pesan lainnya, kata Rajab, politik demokrasi liberal harus dievaluasi ulang kembali. Penerapannya banyak membawa dampak kurang baik dalam masyarakat.

Ia berharap semua orang bisa mengenang para pahlawan bangsa Indonesia dan menjadikan mereka inspirasi dalam membangun bangsa ini. Salah satu nilai yang bisa ditauladani adalah berkorban demi kepentingan orang banyak. (Farel)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya