Tak Disangka, Pria Buta Ini Ternyata Seorang Mekanik Andal Jaguar | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Tak Disangka, Pria Buta Ini Ternyata Seorang Mekanik Andal Jaguar

Published

on

Pada usia 42 tahun, sebuah kecelakaan mobil telah merampas penglihatan Stewart Jones. Namun hingga usianya yang kini mencapai 73 tahun, dia tak berhenti mengejar hasrat terbesar hidupnya memperbaiki mobil Jaguar.

Menurut laman Inside Hook, Selasa 6 September 2016, meskipun Jones tak bisa melihat mobil-mobil yang dia perbaiki, ingatan dan pengalamannya selama puluhan tahun silam telah membantunya mengurangi kekurangan pada indera matanya. Ia malah bisa memberitahu segala sesuatu tentang mobil Jaguar hanya dengan menyentuhnya, kecuali warna mobil itu.

mekanik-jaguar-2


“Saya bisa mendengarnya,” kata dia. “Merasakan mesinnya, merasakan putaran mesinnya dan menemukan apakah silindernya buruk,” tambahnya.

Jones sangat ahli di bidangnya ini. Meski buta, dia dapat membedakan antara model 1973 dan 1974 hanya dengan menyentuhnya.

Dan, di bengkelnya yang berukuran 6.000 kaki di Wisnted, Conneticut, Amerika Serikat, ia menyimpan mobil koleksinya. Termasuk Jones E-Type V-12 yang pertama dari jenisnya dan masuk ke peringkat 100 yang dikeluarkan Jaguar Club Amerika Utara.

Jones tak hanya memperbaiki Jaguar –dia juga memodifikasi cara untuk memperbaikinya sehingga lebih simpel. Di samping kapasitasnya untuk memperbaiki mobil dengan sentuhan saja, dia dan krunya sedikitnya telah membuat 50 alat khusus yang membuat perbaikan mobil Jaguar jadi lebih untuk semua orang. (sb)

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler