Minta Tebusan dari Motor Yang Ia Curi, Mahasiswa Ini Dijebak Lalu Dibekuk Polisi  | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Minta Tebusan dari Motor Yang Ia Curi, Mahasiswa Ini Dijebak Lalu Dibekuk Polisi 

Published

on

MAKASSAR – Jika permintaan uang tebusan sering terjadi dalam kasus penculikan orang, namun berbeda dengan kasus yang dilakoni Andriwanto Rombe alias Andri (20).

Andri yang tercatat sebagai mahasiswa di Makassar ini harus berurusan dengan petugas Polsek Tamalanrea dalam kasus pencurian sepeda motor (curanmor) Yamaha Mio Soul GT warna hitam sulver DP 3013 GB milik Fandi.

Anehnya, aksi Andri terbongkar lantaran berusaha meminta uang tebusan sebesar Rp 3,9 juta kepada korban. Sebelum diringkus, korban mengaku dihubungi oleh pelaku lewat pembicaraan telepon. Menurut pelaku, nomor telepon korban ia temukan dalam sadel sepeda motor yang ia curi.

“Sebelumnya motor saya hilang di Jl Poros BTP Tamalanrea. Beberapa minggu setelahnya pelaku menelpon kalau sepeda motor saya ada sama pelaku. Pelaku bilang kalau mau ambil motor itu harus tebus Rp 3,9 juta,” beber Fandi di Mapolsek Tamalanrea, Minggu (18/9/2016).

alterntif text

Setelah memenuhi permintaan pelaku via telepon, Fandi kemudian langsung melapor ke Polsek Tamalanrea. Fandi dan anggota Reskrim dipimpin Panit 2, Ipda Alimuddin yang memantau dari arah jauh kemudian menuju ke Jl Poros BTP untuk bertemu dengan pelaku. Andri yang tak tahu akan dijebak akhirnya diringkus tanpa perlawanan.

“Sebelum saya ketemu dia, saya melapor dulu ke polisi. Pak polisi ikut dari belakang. Saat saya ketemu dengan pelaku, polisi langsung meringkusnya,” ujar Fandi.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Burhanuddin yang dikonfirmasi membenarkan kasus ini. Adapun pelaku dan barang bukti sepeda motor milik korban, kata Burhanuddin, telah diamankan di Mapolsek Tamalanrea untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Benar, pelaku ini meminta uang tebusan kepada pemilik sepeda motor yang ia curi. Anggota masih mendalami kasus ini untuk mencari tahu apakah pelaku memiliki jaringan aksi curanmor,” jelas Burhanuddin. (askay/ed)

BAGIKAN:
Comments

Trending