Sains

Zodiak Bertambah Menjadi 13? Ini Kata NASA

zodiak

Beberapa hari lalu beredar kabar yang membuat para penggemar ramalan bintang panik. Isinya tentang penemuan terbaru rasi bintang atau dengan nama lain zodiak dari yang sebelumnya berjumlah 12 menjadi 13 zodiak.

Jika hal itu benar-benar terjadi, maka 86 persen populasi Bumi akan mengalami pergantian horoskop. Lalu, apa tanggapan NASA terhadap rumor tersebut?

“Apakah Anda baru-baru ini mendengar bahwa NASA telah mengganti zodiak? Tidak, kami tak melakukannya,” tulis Badan Antariksa Amerika Serikat itu dalam Tumblr.

“Di NASA, kami belajar astronomi, bukan astrologi. Kami tak mengganti zodiak apapun, kami hanya menghitung,” jelasnya.

“Astrologi adalah hal lain. Itu bukan ilmu pengetahuan. Tak ada yang bisa menunjukkan bahwa astrologi dapat digunakan untuk memprediksi masa depan atau kepribadian seseorang berdasarkan tanggal lahir,” ungkap NASA.

NASA pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dikutip dari Inverse, Rabu (21/9/2016), kehebohan itu berawal ketika NASA mem-posting sebuah tulisan yang ditujukan untuk anak-anak.

Dalam penjelasan tersebut, NASA menjelaskan bahwa sekitar 3.000 tahun lalu Bangsa Babilonia kuno membagi zodiak menjadi 12.

Setiap zodiak diwakili oleh rasi bintang yang akan dilewati Matahari di titik yang berbeda ketika Bumi mengelilingi bintang itu. Namun menurut NASA, bangsa Babilonia ‘mencurangi’ konstelasi tersebut.

Matahari sebenarnya tak melewati setiap konstelasi secara konsisten dan waktunya sangat bervariasi. Menurut keterangan NASA, sebenarnya Bangsa Babilonia tahu bahwa ada rasi bintang ke-13 yang bernama Ophiuchus–namun tidak dimasukkan karena tak selaras dengan kalender mereka.

NASA sebenarnya hanya ingin memberitahu konstelasi bintang yang sebenarnya, bukan mengganti zodiak. Namun terdapat kesalahpahaman bahwa badan antariksa itu akan mengubah zodiak yang selama ini telah dikenal luas. (int)

==BAGIKAN==
SPONSORED CONTENT
loading...
loading...
Comments

Terpopuler

To Top
Open

alterntif text