Wow, Rumah Portabel Seharga Rp 1,25 Miliar | Makassar Today
Connect with us

Komunitas

Wow, Rumah Portabel Seharga Rp 1,25 Miliar

Published

on

ESTONIA – Pesatnya pembangunan serta pesatnya pertumbuhan penduduk berdampak pada menyempitnya ruang pemukiman.

Atas dasar ini, sejumlah perancang di Estonia berhasil menciptakan sebuah rumah mungil dengan fungsi lengkap layaknya hunian pada umumnya. Namun rumah yang satu ini bisa dibongkar, dikemas, dan dibawa kemanapun.

Rumah yang diberi nama Koda ini berukuran 23 meter persegi dan dapat dibangun mandiri.

Di dalamnya ada 1 kamar tidur, 1 ruang utama, dapur, kamar mandi, teras, dan tangga kecil menuju lantai atas.

Tersedia titik-titik sambungan untuk air, listrik, dan pembuangan limbah. Produk ini dirancang untuk menghasilkan dan menyimpan energi sendiri ketika didirikan di daerah-daerah terpencil.

Menurut kumpulan perancang yang tergabung dalam Kodasema, hampir semua struktur beton itu bisa dibongkar dalam waktu kurang dari 7 jam.

“Sebagian besar mutu kehidupan kita bergantung kepada rumah dan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Ketika memilih tempat tinggal, mungkin ada risiko di dua hal tersebut. Rumah dan apartemen tidak bisa dipindah-pindah, tapi Koda bisa,” ujar Kodasema.

“Ia berdiri sendiri, tidak tertanam di tanah, dan rancangan serta strukturnya memungkinkan penyusunan dan pembongkaran berkali-kali.”

Rumah mungil itu dilengkapi jendela empat lapis dan tembok berinsulasi vakum agar suhu di dalamnya tetap nyaman. Unit-unit modular ini bisa digabung untuk mengisi kawasan yang lebih luas.

Sekarang, penjualan Koda masih terbatas di Estonia dengan harga 126 ribu dolar Australia atau setara dengan Rp 1,25 miliar. Tapi produk ini sudah masuk nominasi sebagai proyek mini terbaik dalam World Architecture Festival di Berlin pada November mendatang. (int)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Komunitas

IDI Makassar Berbagi Kaum Duafah di Bulan Ramadan

Published

on

By

Makassartoday.com – Dokter Spesialis dan Dokter Umum yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar mangisi Ramadan dengan kaum duafah.

Para dokter ini menyalurkan bantuan berupa sembako yang dipusatkan di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Selasa (12/6/2018).

Tak hanya sembako, para dokter ini juga menyerahkan pakaian layek pakai, yang terkumpul dari donator anggota IDI Kota Makassar serta kas organisasi.

“Ini bentuk kepekaan IDI Makassaar terhadap kaum duafa. Semua yang disumbangkan adalah hasil penggeledahan dana dari anggota dan kas IDI Makassar. Kami senang karena bisa berbagi di bulan suci ini,” ujar Ketua Panitia dokter Azizah Anoez.

Di tempat yang sama Ketua IDI Makassar, Siswanto Wahab menambahkan, kegiatan amaliah Ramadan yang dilakukan pihaknya adalah bentuk kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, kegiatan ini sudah merupakan agenda tahunan IDI serta juga aktif melaksanan pengabdian masyarakat berupa pengobatan gratis. (Tina)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Komunitas

Forum Driver Online Makassar Gelar Sahur On The Road

Published

on

By

Makassartoday.com – Jelang akhir Ramadhan Forum Driver Online Makassar mengadakan kegiatan “Sahur On The Road” Minggu (10/6/2018) subuh.

Gabungan dari beberapa komunitas driver online ini tak ingin ketinggalan berbagi kebaikan di bulan suci. Dalam acara tersebut, setidaknya ada 25 komunitas yang ikut bergabung dan kabarnya, anggaran yang digunakan untuk acara tersebut merupakan sumbangsih dari setiap anggota komunitas.

“Alhamdulillah kami sedikit bisa menyisihkan penghasilan. Di bulan ramadhan kita memang harus berbuat yang lebih baik insya Allah rezeki juga akan lebih baik,” ujar Zul, salah satu anggota komunitas.

Rute yang dilewati, start dari GTC melewati Jalan Sudirman dan AP. Pettarani kemudian finish di Pantai Losari. Kabarnya agenda tersebut akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap tahun. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Komunitas

Alumni 95 SMA 6 Makassar Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

Published

on

By

Makassartoday – Banyak cara berbagi kebaikan di bulan Ramadan, salah satunya dengan membagikan jajanan buka puasa (takjil) ke pengguna jalan dan kaum duafa.

Seperti yang dilakukan puluhan Alumni SMA Negeri 6 Makassar angkat 1996 . Kegiatan Amaliyah Ramadan yang digelar setiap bulan Ramadan itu berlangsung di perempatan lampu merah Pasar Daya, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (2/6/2018) sore.

Sebanyak 750 dia berisi takjil dibagikan secara gratis kepada sejumlah pengguna jalan serta para kaum duafa yang ada di wilayah tersebut.

“Ini merupakan kegiatan tahunan yang anggarannya bersumber dari swadaya alumni. Kita senang bisa ikut berbagi kebikan. Kegiatan ini juga membuktikan eksistensi positif para alumni kita di tengah masyarakat,” ujar Ketua IKA SMAN 6 Makassar Angkatan 1995, Abd Rahman. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya