5 Karakter Wanita Hero Siap Gempur Layar Lebar 2017 | Makassar Today
Connect with us

Film

5 Karakter Wanita Hero Siap Gempur Layar Lebar 2017

Published

on

Yang namanya cewek alias kaum hawa sudah banyak yang jadi jagoan di muka Bumi ini. Kaum Hawa sudah bukan lagi makhluk lemah dan terintimidasi – meski di luar sana masih ada yang ‘menjajah’ mereka.

Jagoan cewek jelas jadi sosok yang paling asyik ditonton mata. Apalagi kalau mereka kita lihat di layar lebar. Sosok mereka yang kerap seksi dan cantik enak dilalap mata. Makin enak dipadu dengan kegaharan mereka bertarung melawan sosok antagonis.

Lalu siapa saja jagoan-jagoan cantick yang bertarung gagah di layar lebar selama 2017?

(Ghost in the Shell)

ghostintheshellbanner

Sosok cyborg alias manusia robot bernama The Major ini memang tangguh membasmi para teroris di dunia maya. Tak heran kalau The Major jadi komandan pembasmi para kriminal dumay dan hacker jahat. Serunya, Scarlett Johansson yang memerankannya! Lupakan kontroversi whitewashing (yang menggantikan ras tokoh utamanya yang asli Jepang dengan ‘si putih’, Johansson).

(Wonder Woman)

wonderwoman-0

Ini dia, cewek jagoan yang bikin kita semua terpana kaget karena kegaharannya di Batman V Superman: Dawn of Justice (BvS) tempo hari!. Banyak orang nonton BvS tempo hari gara-gara hanya ingin lihat aksinya saja dan melupakan pertarungan Batman-Superman-nya. Kali ini cewek yang punya nama samaran Diana Prince ini punya film solo khusus! Puas deh semua mata kaum Adam memelototinya …

(Star Wars: Episode VIII)

star-wars

Aksi perang galaksi Star Wars masih berlanjut. Generasi berikut yang terdiri dari Finn, Poe Dameron dan Kylo Ren makin bikin intrik perang bintang jadi makin panas. Apalagi ada sosok Rey, pemulung yang ternyata punya rasa sensi ke kekuatan The Force. Daisy Ridley makin tangguh dan seksi nih!

(Guardians of the Galaxy Vol.2)

guardians

Cewek berkulit hijau ini memang perkasa. Dengan bodinya yang ramping itu, ia dengan sigap dan sangar bisa menghabisi banyak napi-napi yang berseliweran di penjara.

Maskal (Masuk diakal!), lantaran Gamora adalah anak adopsi Thanos, setelah ras Gamora dihabisi. Kesangaran Gamora termasuk kemampuannya untuk menyembuhkan. Mantap.

Pink Ranger (Kimberly Hart)

ping-ranger

Alias Kimberly Hart yang manis, adalah Ranger Merah Muda yang jadi personil manis dari tim lima jagoan super, Power Rangers. Geng jagoan ini harus mengamankan kota mereka, Angel Grove, dari serangan si ratu alien, Rita Repulsa, dan konco-konconya!.


Advertisement
loading...
Comments

Film

Silariang “Cinta Yang (Tak) Direstui” Tayang Perdana 18 Januari

Published

on

By

Makassartoday.com – Film Silariang “Cinta Yang (Tak) Direstui” bakal tayang di layar lebar mulai 18 Januari. Jadwal penayangan perdana disampaikan langsung produser Film Silariang, Ichwan Persada, saat menggelar press conference di Mall Ratu Indah Makassar, Sabtu (13/1/2018).

Film ini mengangkat isu yang tak lekang jaman di kalangan Bugis Makassar, berkisah tentang cinta dua insan yang tak direstui. Sebuah kisah cinta yang timeless dan selalu relevan untuk diangkat menjadi sebuah cerita menarik, terutama di kalangan anak muda.

Film Silariang “Cinta Yang (Tak) Direstui” hadir di dunia perfileman tanah air untuk menggambarkan sebuah kisah percintaan yang selalu happening dari masa ke masa. Ichwan mengatakan, Silariang sendiri merupakan sebuah isu yang tak lekang oleh zaman di kalangan Bugis Makassar.

“Dalam beberapa tahun belakangan, ada kegairahan untuk mengangkat isu-isu local. Bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Sebagai putra daerah, tentu saja saya juga ingin mengangkat nilai-nilai budaya dari kampung halaman saya, Makassar. Dan saya percaya kerarifan lokal bakal menjadi kekuatan baru di perfileman Indonesia,” ujar Ichwan Persada di dampingi sejumlah talent film tersebut.

“Tema ‘silariang’ bukanlah hal baru di industri kreatif tanah air. Di tahun 70-an, sastrawan terkenal Makassar sekaligus peraih piala Citra, Rahman Arge (almarhum) sudah mengangkatnya dalam sebuah cerita pendek. Lalu, ditahun 1990-an, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga memproduksi film berjudul “Jangan Renggut Cintaku” Dan film ini (Silariang) menjadi menarik dan segar dari kisah-kisah tentang silariang sebelumnya karena mengambil perspektif dari pelakunya,” sambung Ichwan.

Film Silariang “Cinta Yang (Tak) Direstui” merupakan film perdana dari rumah produksi asal Makassar, Inipasti Commmunica bekerja sama dengan Indonesia Sinema Prsada, dengan melibatkan sineas-sineas muda Indonesia hasil kolaborasi Makassar dan Jakarta. Sebut saja Wisnu Adi sebagai sutradara, Kunun Nugroho sebagai co-sutradara, penulis skenario Oka Aurora, Luna Vidya sebagai pengarah peran dan banyak lagi.

Sesuai dengan targetnya, yaitu anak muda, dan konsep film yang mengangkat budaya Bugis, Film Silariang “Cinta Yang (Tak) Direstui” pun tak lepas menggandeng sederet aktor muda Indonesia, seperti Bisma Karisma, Anandia Suri, peraih 2 piala Citra Dewi Irawan, serta aktor lokal berbakat Makassar, seperti Nurlela M. ipa, Muhary Wahyu Nurba, Sese Lawing, Cipta Perdana, Fhail Firmansyah dan didukung sejumlah pemain-pemain berbakat Makassar lainnya.

Mempercayakan penyutradaraan film ini kepada Wisnu Adi bukanlah hal yang sulit bagi Ichwan karena sebelumnya Wisnu sudah menyutradarai film Miracle: Jatuh dari Surga yang diproduseri oleh Ichwan Persada.

Buat Wisnu Adi sendiri, awal ditawarkan menyutradarai film ini cukup menarik hatinya. “Kesederhanaan cerita ini menjadi daya tarik tersendiri. Film ini mengangkat realita yang sering terjadi di kehidupan kita. Cerita tentang keluarga, sosok ibu, perkawinan siri, bibit-bebet-bobot,” jelas Wisnu.

Proses produksi film Silariang pertama kali diriset, penulisan, hunting lokasi, proses latihan dialek Makassar serta syuting film ini hingga post produksi menghabiskan waktu yang cukup panjang. Meski tak menyebutkan lokasi spesifik di adegan film, sebagian besar gambar di rekam di lokasi wisata eksotis, Rammang-Rammang, yang tengah dibidik menjadi primadona pariwisata. Rammang rammang berjarak sekitar sejam perjalanan dari Makassar.

Untuk karakter Zulaikha yang diperankan Anandia Suri juga ada treatment khusus karena perannya sebagai bangsawan Bugis.

“Dalam mendalami peran dan latihan dialek Makassar, saya butuh waktu tiga bulan. Awalnya Sulit luar biasa karena belum terbiasa. Tapi beberapa waktu tinggal di sana, lama kelamaan jadi terbiasa. Bahkan, setelah syuting selesai pun masih terbawa logat Makassar-nya,” cerita Anandia Suri, pemeran Zulaikha

Sementara bagi Bisma sendiri, proses pendalaman karakter Yusuf yang ia perankan tidaklah terlalu suit. “Menjadi Yusuf dalam film ini proses pendalamannya cukup singkat, kok. Cukup dua minggu untuk observasi di Makassar dan proses reading di Jakarta. Justru, kondisi di lapangan saat syuting yang berat karena kondisi cuaca di Rammang Rammang yang drastis perubahannya, sebentar hujan, sebentar panas. Sehingga membuat kondisi badan saya cukup kewalahan,” ungkap Bisma, buka rahasia. (Hajji Taruna-Wiwi)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...