Siapa Otak Dibalik Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar? | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Siapa Otak Dibalik Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar?

Published

on

Copyright @BBC.COM

Konfilk sosial di Myanmar kembali bergejolak beberapa hari terkahir. Pada Senin 21 November 2016, Citra satelit terbaru yang ditunjukkan kelompok Human Rights Watch (HRW) menunjukkan lima desa komunitas Rohingya dibakar dalam tindakan keras militer Myanmar. Selain itu, sebanyak 1.250 bangunan hancur.

Negara Bagian Rakhine sudah lama mengalami ketegangan antara penduduk beragama Buddha dan minoritas Rohingya yang pada umumnya beragama Islam.

Dilansir BBC, kalangan nasionalis Buddha menganggap etnik Rohingya, yang jumlahnya diperkirakan mencapai satu juta orang, sebagai pendatang dari Bangladesh, walaupun sebagian besar dari mereka telah tinggal di Myanmar selama turun temurun.

Pemerintah Myanmar sejauh ini menolak memberikan status kewarganegaraan kepada mereka. Salah satu akibatnya, banyak orang Rohingya melarikan diri ke luar Myanmar dan mengungsi ke negara-negara lain, termasuk ke Indonesia dan Malaysia.

Seorang biksu Buddha dituding sebagai figur paling bertanggung jawab dibalik pembantaian komunitas Rohingya. Dia adalah Ashin Wirathu yang oleh BBC disebut biksu paling getol menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar dengan cara menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Siapa Ashin Wirathu?

Belasan tahun lalu…

Prev1 of 3


Advertisement
loading...
Comments

Artikel

Patung Manekin Ini Terbuat dari Mayat Yang Diawetkan?

Published

on

By

Makassartoday.com – Kisah Patung Manekin La Pascualita atau dijuluki juga dengan Little Pascuala memang sangat melegenda di Kota Chihuahua, Meksiko. Bukan karena kecanggihan bahan manekin ini yang membuat istimewa melainkan sejarah tragis di balik pembuatannya.

Disebut-sebut Manekin La Pascualita terbuat dari mayat seorang wanita cantik yang sengaja diawetkan oleh sang pemilik toko yang tak lain adalah orang tuanya sendiri. Apakah legenda ini benar atau hanya cerita mitos saja?

Teka-teki misteri ini dimulai pada tahun 25 Maret 1930. Penduduk kota Chihuahua di masa itu menyadari ada sebuah pemandangan yang aneh dan tak wajar pada sebuah etalase toko, ada sebuah patung pengantin wanita yang terpajang diatasnya. Satu persatu mereka mendekati etalase dan mulai mencermati manekin itu, dari kulit tangan yang memerah, rambut asli serta bola mata yang tampak seperti manusia hidup, begitu menyeramkannya.

Tak menunggu waktu lama, rumor ini pun menyebar sampai ada seseorang yang mengkait-kaitkan penampakan manekin yang terbuat dari mayat gadis cantik itu adalah putri pemilik toko sendiri. Dia adalah Pascuala Esparza, yang meninggal disaat hari pernikahannya. Nasib malang menimpa Pascuala setelah ia baru menyelesaikan acara resepsi pernikahannya, seekor laba-laba beracun Black Widow menggigit dirinya hingga ia tewas mengenaskan.

Ayah Pascuala memang dikenal tertutup dan kurang bergaul dengan masyarakat sekitar, sampai ia juga tidak mau menerima bantuan masyarakat untuk menguburkan putrinya, dengan alasan kalau jenazah putrinya akan ia kuburkan sendiri di rumah neneknya nanti.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat pun masih tetap meyakini kalau patung manekin pengantin itu memang terbuat dari mayat asli Pascuala Esparza, mereka pun sempat ingin melaporkan hal ini kepada Polisi namun kurangnya bukti-bukti yang akurat membuat Kepolisian tak mau bertindak gegabah untuk melakukan Identifikasi forensik.

Mereka hanya menyimpulkan kemiripan wajah manekin pengantin wanita itu bisa saja sama karena sang ayah meniru dari foto putrinya sendiri. Terlebih kematian pada putrinya memang murni kecelakaan dan bukanlah korban pembunuhan.

Kembali ke legenda patung manekin pengantin Little Pascuala. Lebih dari 87 tahun sampai hari ini sebagian besar masyarakat Meksiko masih mempercayai kalau La Pascualita memang benar terbuat dari jenazah pengantin wanita yang diawetkan oleh ayahnya sendiri.

Meski di zaman sekarang pemilik Manekin mayat perempuan tersebut bukanlah lagi keturunan dari keluarga La Pascualita, namun kesaksian masyarakat sekitar beserta pegawai yang pernah bekerja di toko itu semakin menambah kebenaran legenda menyeramkan La Pascualita.

Kemudian kejadian-kejadian aneh supranatural dialami beberapa warga, saat itu mereka mengaku pernah menyaksikan langsung sosok La Pascualita sedang duduk dengan wajah tertuntuk di pinggiran sudut toko. Awalnya mereka mendengar suara tangisan seorang wanita yang memakai baju pengantin.

Sama sekali mereka tak merasa curiga, sampai akhirnya mereka menegur dan belum sempat wanita misterius itu menjawab pertanyaan mereka, tiba-tiba salah satu dari mereka menunjuk ke arah etalase toko, kalau manekin pengantin itu tidak berada di etalase toko. Kemudian wanita misterius itu memperlihatkan wajahnya dengan tatapan mata kosong, dirinya ternyata adalah patung manekin itu sendiri

Kesaksian lain datang dari mantan-mantan pegawai yang pernah bekerja sebagai penjaga toko. Saat mengganti model pakaian pengantin itu, kami merasakan kulit manekin La Pascualita yang begitu halus dan memiliki pori-pori kulit seperti manusia.

Pada bagian betis kakinya pun masih terlihat bekas urat varises. Namun yang paling menyeramkan ketika tiba malam hari saat kami sedang menutup toko. Manekin pengantin mayat wanita itu seolah terus memperhatikan gerak-gerik kami, dan saat ditatap matanya membuat bulu ketek kami merinding, ungkap para mantan penjaga toko.

Meskipun banyak juga orang yang menyangsikan kebenaran legenda La Pascualita ini, dengan alasan bagaimana mungkin proses pembalseman atau mumifikasi tubuh dapat terlihat sempurna tanpa mengeluarkan isi jeroan dalam tubuh, apalagi patung manekin ini sudah berusia puluhan tahun.

Beda halnya dengan penemuan mumi di masa kuno yang tubuhnya bisa awet abadi karena seleksi alam, misalkan dalam kondisi kedinginan suhu ekstrim sehingga membuat bakteri pengurai tak bisa melakukan pembusukan tubuh. Percaya? (bs)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...