Terasing di Negeri Sendiri | Makassar Today
Connect with us

Opini

Terasing di Negeri Sendiri

Published

on

Oleh Letjen TNI (purn) H Andi Geerhan Lantara

Akhir-akhir ini saya merasa asing di negeriku. Setelah memasuki tahun ke 3, masa pensiun saya dari TNI, ada penistaan Al-quran begitu sulit untuk ditersangkakan, bahkan karena sulitnya membuat negeriku banyak mengeluarkan energi harus melibatkan banyak pakar, banyak modal yang sebenarnya bukan hal yang harus jika kesamaan hak warga negara dimata hukum diterapkan secara adil.

Lalu saya bertanya benarkah reaksi umat Islam terhadap penistaan Alquran ada kaitannya dengan politik, ternyata tidak benar sebab kalau hanya soal politik umat Islam tidak akan menyatu.

Apakah karena pelaku non muslim juga ternyata tidak, sebab banyak kawan saya non muslim , memahami perasaan umat Islam dan mengakui bahwa patut jika umat Islam tidak dapat menerima penistaan Alquran , lalu apakah karena pelaku penistaan dari etnis CINA ternyata juga kurang benar karena banyak dari kalangan etnis Cina pun merasa bahwa tindakan penistaan Alquran memang tidak pantas dilakukan.

Lalu dengan berbagai disiplin ilmu dilakukan pengkajian apakah dalam ucapan ahok terjadi penistaan Al-quran (surat almaidah 51), terbukti. Lebih jauh dari itu saya semakin bingung, apa benar negeri dalam keadaan bahaya??????

Karena tiba-tiba saja banyak kalangan meneriakan slogan persatuan, kebhinekaan harus dijaga. Dijaga karena apa dan siapa yang akan merusaknya.

Tuan-tuan penguasa buka mata dan telinga dengar kata rakyat , permintaan kami sangat sederhana, jangan biarkan penistaan terhadap Alquran , juga terhadap kitab suci lainnya, hentikan menyebar kebencian antar sesama anak bangsa, lakukan dengan kekuasaan kalian , tapi jangan pilih kasih, jangan lagi menganggap pribumi ini tidak paham.

Jika ahok ditahan untuk mempertanggungjawabkan ucapannya, saya tidak percaya kalau Indonesia akan runtuh, ini bukan soal politik tapi ini soal penistaan terhadap keyakinan umat Islam .

Ingat kami juga punya hak dan kewajiban atas NKRI .


“BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI”

Profil

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Mei 1956; umur 60 tahun) adalah seorang purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia dari TNI Angkatan Darat. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1978. Ia satu angkatan dengan Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, KSAD Jenderal TNI Budiman, Mayjen TNI (Purn.) Soenarko, Mayjen TNI (Purn.) Erfi Triassunu, serta TNI Mayjen (Purn.) Tisna Komara. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Inspektur Jenderal TNI (Irjen TNI), ia juga pernah menjadi Pangdam XII/Tanjungpura.

Tragedi Santa Cruz

Bersamaan dengan meletusnya “Peristiwa Santa Cruz”, di Dili pada 12 November 1991. Geerhan Lantara (masih berpangkat mayor) ditemukan terkapar di jalanan, karena baru saja ditikam peserta aksi. Pada saat itu, Mayor Geerhan yang berpakaian sipil (tapi membawa radio HT), berusaha menenangkan massa. Namun rupanya ada seorang peserta aksi yang sudah mengenalnya, bahwa Geerhan adalah seorang anggota TNI, dengan jabatan Wakil Komandan Batalyon Linud 700.[1][2]

Tsunami Aceh

Saat terjadi tsunami di Aceh 26 Desember 2004, Geerhan Lantara yang berpangkat kolonel tengah menjabat sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar yang berkedudukan di Meulaboh. Walaupun saat Tsunami Geerhan berada di Jakarta,[butuh rujukan] namun Geerhan memainkan peran penting dalam menggerakkan pasukan TNI dalam melakukan aksi evakuasi awal korban tsunami.[3]

Riwayat jabatan

Wakil Komandan Yonif Linud 700/BS
Komandan Grup V/Kopassus
Komandan Korem 012/Teuku Umar
Kepala Staf Kodam XVII/Cendrawasih
Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (2008)
Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (2010)
Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010)
Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (2011)
Inspektur Jenderal TNI (2012–2014)

(sumber: wikipedia)

Advertisement
Comments

Opini

Nurdin Halid Melawan: From Zero to Hero

Published

on

By

Oleh: Risman Pasigai

Sosok Nurdin Halid bukan adalah putra Bugis Sulawesi Selatan yang kerap kali dianggap kontroversial di kalangan media dan publik, di dunia Bisnis beliau sangat dikenal sebagai tokoh Koperasi, di dunia olah raga juga dikenal sebagai Pendekar Sepak Bola, dan di dunia politik dikenal sebagai tokoh yang Fenomenal dan berkarakter tegas, pada hal NH sapaan Akbrab Nurdin Halid terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, lahir dari Ayak yang berlatar belakang Guru bahkan kalau dibandingkan dengan Calon Gubernur yang lain sangat jauh berbeda, dimana mereka berasal dari darah seorang Pejabat bahkan tokoh dizamannya, dan hampir mereka adalah mantan pejabat atau pejabat yang sedang berkuasa, tetapi NH berhasil menempatkan dirinya sejajar bahkan melebihi mereka karena kemampuan dirinya sendiri “ZERO to HERO

NH termasuk sosok unik dan Fenomenal dalam dunia Politik Indonesia, kita sangat sulit menemukan manusia berkarakter seperti NH, banyak terobosan yang di lakoninya baik dalam dunia politik maupun dunia olah raga sepak bola, Menjadikan Indonesia Sebagai tuan Rumah Piala Asia untuk Pertama kalinya sepanjang Indonesia ada, bahka di zaman sebagai ketua PSSI beliau berjuang Untuk Menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 yang kemudian gagal karena Pemerintah Indonesia tdk merestuinya yang di karenakan alasan politis dari pemerintah saat itu, NH adalah orang pertama di Indonesia Peraih PIN EMAS dari FIFA, Bahkan dalam dunia politik NH sudah pernah mengalami titik kritis dimana banyak kalangan menprediksi Karir Politiknya Telah Habis bahkan dibully dan dirontokkan oleh media pada saat itu, tetapi sang Petarung ini tidak pernah putus asa, bahkan mampu keluar tekanan politik dan mampu kembali berkiprah di dunia politi Nasional melalui Partai Golkar

Memanfaatkan Momentum adalah salah satu gaya NURDIN HALID
Menelaah perjelanan hidup “SANG NAHKODA” ini seperti kita membaca buku PETARUNG SEJATI. Terlahir dari keluarga pendidik yang sederhana, menjadi organisatoris dengan nilai akademis yang bagus semasa kuliah, disertai latar belakang pendidikan keguruan, seharusnya menjadikan NURDIN HALID memilih hidup menjadi GURU ataupun Dosen sehingga dapat hidup tanpa RIAK dan GELOMBANG yang membuatnya berurusan dengan HUKUM. Tetapi tidaklah demikian, NH adalah Pria yang sangat menikmati tantangan , lulus kuliah dari IKIP Makassar, meninggalkan pilihan hidup sebagai ABDI NEGARA yakni Dosen kemudian menjadi seorang Manager Koperasi Unit Desa (KUD). tentulah merupakan pilihan yang sangat tidak lazim pada saat itu. Namun demikian, Tangan dingin NH memang hebat untuk Koperasi. Unit Desa yang pertama ditanganinya di Kabupaten Gowa tumbuh secara bak dan sehat . Tangan dinginnya juga berhasil menyelamatkan PUSKUD Sulsel yang lemah berubah menjadi lembaga usaha profitable serta menjdi salah satu penggerak ekonomi SULSEL saat itu dengan mengelola sektor PERKULAKAN GORO dan Taksi PUSKUD. Keberhasilannya mengelola PUSKUD menjadikannya dilirik oleh kelompok Cendana menjadi mitra pengelola BPPC yang mengantarnya berjuang di Jakarta


NH adalah lelaki tangguh dalam tangtangan beberapa kali masuk pengadilan , majelis HAKIM menvonisnya dengan putusan bebas murni. Dan meskipun terbelit dengan masalah hukum, NH sukses mengawal PSM Makassar menjadi JUARA NASIONAL serta sukses terpilih menjadi ANGGOTA DPR/MPR dalam usia yang relatif masih muda.

Kesuksesan mengawal PSM Makassar menjadi juara NASIONAL membuatnya dilirik menjadi pengurus PSSI yang kelak kemudian menjadi Ketua Umum PSSI dan membuat program terobosan pembinaan bibit muda berlatih ke Italia serta Program Naturalisasi pemain asing. Prestasi tertingginya adalah menjadi Runner Up piala Asia dan harus lengser dari jabatannya karena negara bersama publik melengserkannya

Kesuksesan mendongkrak PUSKUD menjadikannya dilirik menjadi Pengurus INKUD di Jakarta. Membentuk Koperasi Distribusi Indonesi yang berhasil menstabilkan harga minyak goreng saat pada saat harga meroket tinggi. Namun keberhasilan itu disisi lain membuatnya berurusan dengan hukum yang kemudian divonis oelh majelis hakim dengan 2 tahun kurungan yang dimana semua orang tahu kalau NH di hukum karena situasi politik menjelang Pilpres saat itu

Namun demikian, Menjalani Kehidupan. pesantren sosial bukanlah akhir buang “SANG PETARUNG SEJATI”. Keluar dari kurungan didaulat menjadi ketua “Dewan Koperasi Nasional (DEKOPIN)”, meskipun pada saat itu beliau tidak bersedia, karir politik yang tetap cemerlang dengan menjadi Kerua Harian PARTAI GOLKAR serta didaulat menjadi Vice President of International Co-operation Alliace – Asia Pacific. NURDIN HALID is really “A RISK TAKER” yang tetap bersinar meskipun badai sempat mematikannya tetapi karena ketangguhannya NH berhasil keluar dari tekanan publik dan kembali bersinar dalam dunia politik dan bisnis

Tidak ada Pelaut Ulung yang lahir dari laut yang tenang adalah prinsip Hidup yang dia lakoni, Jaya dalam tantangan adalah gaya hidupnya, sehingga sederas apapun Ombak Kehidupan NH selalu hadapi dengan gaya dan caranya sendiri

Saat ini beliau Mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulawesi Selatan dengan mengusung Tema Besar Membangun Kampung, tentunya serangan Serta kampanye hitam akan mewarnai hari hari perjalanan beliau sebagai calon, NH selalu tenang dan cekatan dalam menyikapi serangan yang dialamatkan kepadanya, karena baginya tantangan adalah seni, seni mengelola situasi, bagi dirinya menghadapi Lawan Politik perlu kesabaran dan ketangguhan, haruslah dihadapi bukan bersembunyi

Saya bukanlah yang terbaik tetapi saya hadir untuk berbuat baik itulah kalimat Syaidina Ali Bin Abi Thalib yang selalu menjadi Nafas dari setia langkah pengabdiannya. (*)

(Penulis adalah Juru Bicara NH-AZIZ)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler