Foto Pembantaian Muslim Rohingya, Asli atau Palsu? | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Foto Pembantaian Muslim Rohingya, Asli atau Palsu?

Published

on

Gambar Citra Satelit by Human Rights Watch

Penindasan terhadap komunitas Rohingya di Myanmar kembali mencuat dalam dua pekan terakhir. Sejauh ini dilaporkan sebanyak 86 orang tewas dan 30 ribu dari etnis minoritas muslim tersebut harus terusir dari tempat tinggal mereka.

Kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga melibatkan aparat bersenjata hingga menimbulkan penilaian buruk terhadap peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyii.

Suu Kyi yang meraih nobel perdamaian pada 1991 itu tak pernah bersuara mengenai ketidakadilan yang dialami etnis minoritas tersebut—termasuk dalam hal pengakuan warga negara. Mereka tak diakui dalam 135 etnis di Myanmar dan disebut imigran ilegal dari Bangladesh oleh pemerintah Myanmar.

Seperti biasa, tragedi kemanusiaan selalu menciptakan keriuhan di linimasa, tarmasuk apa yang dialami etnis Rohingya saat ini di Myanmar. Foto-foto yang diklaim menggambarkan pembunuhan brutal etnis Rohingya beredar di media sosial.


Juni tahun lalu, dilansir BBC, ketika ribuan orang Rohingya terdampar di pantai Aceh, foto-foto palsu yang mengganggu bermunculan tanpa diketahui awal mulanya itu tersebar.

Salah satu foto misalnya, menunjukan biksu Buddha berdiri di atas potongan tubuh manusia. Di Facebook dan di Twitter, foto ini dikaitkan dengan contoh kekejaman biksu terhadap Rohingya. Tetapi, foto itu sama sekali bukanlah tentang Myanmar: foto itu sebetulnya diambil pascagempa besar di Cina pada April 2010.

Belakangan, foto-foto kengerian lain bermunculan seiring simpang siur pemberitaan tentang penembakan di desa Rohingya yang menewaskan puluhan orang.

Tapi apakah gambar-gambar di media sosial sepenuhnya memperlihatkan kekejaman yang dialami etnis Rohingya?

Prev1 of 3

Advertisement
Comments

Artikel

Ini Alasan Mengapa Hujan Memiliki Aroma

Published

on

By

Makassartoday.com – Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering,

bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun

merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.


Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas

dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika

hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler