Cerita Dewasa: Jual Pacar Untuk Ditiduri Lelaki Hidung Belang, Andik Dibui | Makassar Today
Connect with us

Regional

Cerita Dewasa: Jual Pacar Untuk Ditiduri Lelaki Hidung Belang, Andik Dibui

Published

on

SURABAYA – Lantaran berbuat keji “menjual” mantan kekasihnya FF (20) kepada lelaki hidung belang, Andik Subianto (30) warga Jalan Manukan Lor, Surabaya harus berurusan dengan penegak hukum.

Andik tega “menjual” mantan pacar karena orang tua FF menolaknya. Ia menawarkan FF melalui facebook (FB) dan BlackBerry Messenger (BBM).

Kasus trafficking ini terbongkar setelah pihak Polrestabes Surabaya mendapat laporan adanya prostitusi online yang dijalankan melalui salah satu grup di FB.

Menurut Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Bayu Indra Wiguno, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengetahui identitas tersangka Andik.

“Setelah itu, kami langsung melakukan penangkapan terhadap Andik. Dia ditangkap saat berada di Jalan tidak jauh dari rumahnya,” ungkap Kompol Bayu, Rabu (7/12/2016).

Bayu menjelaskan dalam melakukan aksinya, Andik pertama kali menghubungi FF dan menawarkan sebuah pekerjaan yang menjanjikan.

Setelah dirayu akhirnya FF mau menuruti mantan kekasihnya itu. Andik terlebih dahulu meminta foto seksi korban untuk diupload di FB. FF pun foto dengan berpose berbagai gaya seksi dan dikirimkan ke Andik.

“Setelah itu tersangka mengupload foto korban di media sosial FB, lengkap dengan nomor telepon tersangka serta tarif yang untuk sekali booking,” lanjut Bayu.

Dia menjelaskan untuk satu kali booking, Andik menawarkan FF kepada lelaki hidung belang seharga Rp 700 ribu.

Cara membooking pun cukup mudah, lelaki hidung belang hanya cukup menghubungi nomor HP Andik dan jika sudah sepakat dengan tarif yang dipatok.

Obrolan selanjutnya adalah penentuan lokasi yang dipilih untuk check in. Biasanya pelanggan memilih di hotel.

“Setelah semuanya sudah siap, dia akan menghubungi FF dan menjemputnya di suatu tempat. Tersangka inilah yang bertugas untuk mengantarkan FF ke hotel yang sudah dibooking,” tambah mantan kasat Reskrim Polres Malang ini.

Kemudian usai melayani tamu, FF dijemput Andik. Dari tarif booking Rp 700 ribu sekali kencan, Andik memperoleh fee Rp 300 ribu.

Saat diperiksa, Andik mengaku sudah melakukan aksinya selama dua bulan. Andik berhasil menjajakan mantan pacarnya sebanyak empat kali. Meski demikian, dari awal dia tidak membohongi korban terkait pekerjaan itu.

Sebab FF ternayata juga membutuhkan uang untuk kehidupannya. “Saya tawarkan untuk membantu, kami sama-sama suka mengerjakan ini, karena saling menguntungkan,” jelasnya.

Meski niat membantu, namun sebenaranya dia mengakui punya rasa sakit hati kepada orang tua korban. Sebab hubungannya yang sudah berjalan lama dengan FF tidak disetujui karena alasan umurnya yang sudah 30 tahun.

“Dari sanalah saya sakit hati, padahal kami masih saling suka,” tandasnya seperti dikutip JPNN.

Sumber: JPNN


Advertisement
loading...
Comments

Regional

21 Mahasiswa PLS Ikut Ujian Skripsi Gelombang Pertama

Published

on

By

ENREKANG – Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) kembali melaksanakan Ujian Skripsi Gelombang I Angkatan 2016/2017.

Ujian ini digelar di Aula STKIP Muhammadiyah Enrekang dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2012 ditambah beberapa mahasiswa dari angkatan sebelumnya yang seluruhnya berjumlah 21 orang mahasiswa, Minggu (4/6/2017).

Baharuddin SE selaku Dosen STKIP Muhamnadiyah Enrekang mengatakan, ujian yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita berlangsung khidmat dan dalam suasana kekeluargaan, mahasiswa pun mengikutinya dengan penuh antusias, karena ujian merupakan tahapan akhir dari proses akademik yang telah mereka jalani selama empat tahun.

“Pada pelaksaan ujian kali ini, turut hadir sebagai peserta adalah Kepala Desa Pekajo Kecamatan Curio yaitu Addin yang setelah sekian tahun baru dapat merampungkan penyusunan tugas akhirnya,” katanya.

Adapun yang bertindak sebagai penguji tamu pada penyelenggaraan ujian tersebut, adalah Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.Si yang merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Luar Sekolah dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pria yang menjabat sebagai Komisioner Baznas Ini menambahkan, ujian ini merupakan ujian perdana pasca PLS mendapatkan predikat Akreditas B dari BAN PT pada bulan Maret yang lalu.

“Kami harapkan semoga sarjana-sarjana yang baru ini dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat dan menampakkan berkontribusinya dalam pembangunan di lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Herul Iman)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...