Pecinta Alam Tanam Pohon di Gunung Nepo | Makassar Today
Connect with us

Komunitas

Pecinta Alam Tanam Pohon di Gunung Nepo

Published

on

PAREPARE – Memperingati Hari Gunung Sedunia, komunitas pencinta alam se-Ajattappareng melakukan penanaman bibit pohon dan ekspedisi penyelamatan mata air di gunung Nepo, Senin 12 Desember. Penanaman dilakukan pada posko 4, dan penyelamatan mata air dilakukan diposko 7 Gunung Nepo.

Pendakian dimulai sejak Sabtu malam dan tiba di Puncak Nepo pada Sabtu sore. Sekira 60 pecinta alam dari pelbagai komunitas ikut dalam kegiatan ini. Sekertaris Panpel, Muh Agussalim menjelaskan telah banyak pohon yang mati di Gunung yang berbatasan dengan empat kabupaten/kota itu. Sehingga dikhawatirkan bisa memicu longsor.

pecinta-alam-parepare-2

“Ada 500 bibit pohon yang kami bawa sendiri dari Bacukiki Parepare sampai di posko 4 kemudian kami tanam bersama,” jelas aktivis Komunitas Pecinta Alam Sulawesi (Kapas) saat ditemui PIJAR, Senin 12 Desember.

Sementara di posko 7, terdapat mata air yang kerap digunakan para pendaki melepas haus dan lelah. Pecinta alam memperbaiki titik mata air, dengan membersihkan daerah itu dan menandai titik mata air yang deras. “Kami berharap teman pendaki, pencinta alam yang datang di Nepo agar menjaga kelestarian alam,” harapnya.

Komunitas Tarian Pena STAIN Parepare juga berpartisipasi dalam kegitan ini. Rahmatia Rahim selaku pembina Pena mengatakan, peringatan Hari Gunung di Nepo dirangkai dengan kegiatan penerimaan anggota baru Pena. Ada 20 orang anggota baru yang dikukuhkan.

“Ini bertujuan untuk melatih mental dan fisik mereka karena di pena sendiri butuh genersi tangguh. Dari kegiatan ini, anggota baru nantinya akan menuliskan Buku tentang gunung Nepo yang nantinya akan mereka terbitkan,” urainya. (M Haris Syah)


Advertisement
loading...
Comments

Komunitas

Danny Ingin MTC Jadi Contoh Perilaku Tertib Berlalulintas

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengajak MTC (Makassar Tiger Club) tour keliling Makassar.

Ajakan itu disampaikan Danny saat mengukuhkan Badan Pengurus MTC Periode 2017-2019 di Baruga Anging Mammiri, Jumat (19/1/2018).

“Kita tour keliling Makassar sekali seminggu atau dua minggu sekali. Ramai – ramai,” ajak Danny.

Tur keliling Makassar dimaksudkan tidak sekedar konvoi mengitari kota. Tour itu juga memberikan edukasi etika berlalulintas di jalan umum. Misalnya, memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor berupa SIM dan STNK.

Kelengkapan kendaraan motor lainnya, seperti kaca spion, lampu sign, dan lampu stop juga kelengkapan pengendara seperti helm. Danny berharap, MTC dapat memberikan contoh perilaku tertib lalu – lintas bagi pengguna jalan yang lain.

Tertib lalu lintas kata Danny, harus dibudayakan di tengah – tengah masyarakat, apalagi jumlah pengendara motor baik roda dua ataupun empat terbilang besar di Makassar.

Tak jarang, kemacetan yang panjang juga diakibatkan oleh perilaku pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Contoh kecilnya, pengendara kerap menerobos traffic light saat lampu berwarna merah.

Lazim pula dijumpai, pengendara menghentikan kendaraan saat lampu berwarna merah di lajur yang mengharuskan berbelok kiri langsung.

Perilaku seperti inilah yang membutuhkan edukasi sehingga pengendara bisa menyadari sangat penting menghargai hak pengguna jalan yang lain.

“Perilaku tertib lalu lintas akan menghindarkan kita dari resiko kecelakaan di jalan raya,” ingat Danny.

Selain memberikan edukasi tertib lalu – lintas, Danny juga berharap MTC dapat mengisi ruang – ruang kreatifitas di Makassar dengan menggelar berbagai kegiatan positif. (*)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...