Sugeng-Kanita Masa Depan, Selamat Buat Imran! | Makassar Today
Connect with us

Opini

Sugeng-Kanita Masa Depan, Selamat Buat Imran!

Published

on

(Catatan Tak Berarti Pada Musda XIV KNPI Sulsel 2016)

attoc-suharto

Oleh: Attock Suharto

Saya secara pribadi sangat mengapresiasi pelaksanaan musyawarah provinsi (musprov) pemuda/knpi sulawesi selatan ke XIV, yang berlangsung di Makassar, 16-17 Desember 2016.

Ada beberapa hal yang meniadi alasan Saya untuk mengapresiasi musprov tersebut, yaitu:

1. Musprov kali ini berlangsung sangat berbeda dari beberapa musyawarah sebelumnya, terutama tentang efektifitas waktu dan kedewasaan forum dalam menjalankan agenda-agenda sidang secara efisien dan tertib aturan.

2. Bahwa musprov knpi yang salah satunya untuk mengevaluasi kepenguruaan sebelumnya, saudara Mizar R Room dan Nasruddin Upel serta M Ramli sebagai ketua dan sekretaris serta bendahara, tidak menemui kendala berarti dalam pleno evaluasi, karena dengan tidak terlalu larut, kepengurusan 2013-2016 ini pun dinyatakan laporan pertanggungkawabannya diterima dan dinyatakan demisioner.

3. Bahwa yang senantiasa menjadi pamungkas dari pelaksanaan musprov adalah pemilihan ketua yang juga dapat dikatakan sebagai musprov yang berbeda dari sebelumnya, karena pertarungannya sangat terbuka dan kompetitif dan membuat sejarah baru bahwa yang bertarung adalah semuanya bukan putra “mahkota”.

Dua Putaran

Benar-benar sangat fantastis adalah peridikat yang dapat disandang pada semua peserta forum dan memberikan penghormatan kepada saudara Mizar dan kepengurusannya, lantaran di masa merekalah musyawarah daerah atau musda saat ini bisa berlangsung dalam suasana seperti saat ini. Dimana, kemenangan seseorang menjadi ketua bukan lagi ditentukan oleh “faktor X”, tetapi yang keluar sebagai schudetto adalah kandidat dan tim sukses yang bekerja secara baik dan mengarungi lika liku proses politik pemuda ini dengan gigih dan syarat strategi.

Itulah sebabnya, untuk menuju Pemuda Sulsel 01 pada periode ini terlihat lebih kompetitif dan sangat dinamis dari awal hingga akhir. Terbukti dengan lahirnya seorang ketua terpilih untuk masa jabatan 2016’2019 harus melewati dua tahap pemilihan atau dua putaran.

Sesuai mekanisme organisasi, bahwa jika pada pemilihan ketua tidak ada calon yang memperoleh suara 50% plus 1 suara dari total jumlah suara, maka harus dilakukan pemungutan ulang, dan peraih suara terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.

Maka, berdasarkan hasil perhitungan suara pada putaran pertama tidak ada kandidat yang memperoleh suara lima puluh persen plus satu, setelah Imran Eka Saputra meraup 35 suara, Andi Sugeng 27 suara dan Nurkanita 11 suara, ditambah 3 suara abstain, maka dari total 76 suara yang diperutkan, mestinya butuh suara sebanyak 39 suara jika ingin menang satu putaran. Tetapi realitas forum yang menciptakan rivalitas yang sengit, maka pemenang suara terbanyak pertama dan kedua harus bertarung pada putaran kedua, yakni imran dan sugeng. Sementara Nurkanita harus tersingkir karena hanya berada di ururan ketiga.


Sugeng-Kanita

Dua kandidat ketua knpi sulsel perlu diberikan penghargaan dan pujian kepadanya, yaitu Sugeng-Kanita karena keduanya adalah putra putri terbaik sulsel yang memberikan pembelajaran politik yang luar biasa kepada pemuda dalam perhelatan tiga tahunan knpi. Keduanya, sangat memperlihatkan sebagai salah satu tokoh pemuda yang kelak akan menjadi pemimpin dan akan mengisi jabatan – jabatan politik/publik di masa datang.

Itu terlihat dari visi misi dan racikan strategi bentukan mereka yang mampu memikat peserta musda, dan bertarung hingga akhir. Maksudnya, kedua sangat bekerja dengan baik meakipun tidak menjadi pemenang, tetapi tetap terhormat karena tidak seperti sebelum-sebelumnya, banyak kandidat yang roboh sebelum naik ring, ada kandidat yang jatuh tersungkur sebelum dipukul adapula kandidat yang besar di semangat tapi tidak mampu meyakinkan pemegang suara di okp dan dpd.

Sugeng-Kanita bukanlah dari semua gambaran itu, bahwa kedua (sekali lagi) adalah pemuda/i berkarakter, organisatoris dan visioner dengan kemampuan mereka meraih suara signifikan masing-masing 27 dan 11 suara.

Karenanya, kedua adalah masa depan pemuda dan daerah ini sebagai calon-calon pemimpin pada ruang pengabdian yang lain.

Imran, Selamat!

Dalam setiap momentum jika ada perbincangan soal musda jauh sebelum pelaksanaannya, Saya memang sudah membaca tanda-tanda kemenangan saudara Imran Eka Saputra, karena setelah saya jalin komunikasi dengan Imran dan berdiskusi tentang proses politik dan to be more-nya dalam memenangkan pertarungan kelak, saudara Imran telah mampu membuat pemetaan politik yang luar biasa dan saya pun mengatakan kepada dia bahwa saudara sangat berpeluang menggantikan Mizar jika apa yang dikatakannya ikhwal langkah taktis-strategisnya mampu dijalankan dalam bergerlya pada pemegang hak suara di forum musda.

Saya pun mengatakan, meskipun pertarungannya sangat sengit dan mendapat lawan yang sangat tangguh setelah saya amati peta dukungan dan kemungkinan-kemungkinannya dengan dua kandidat lainnya.

Langkah-langkah Imran bersama timnya, dalam meracik strategi bertempur dan meramu pola komunikasi yang efektif dalam menjalin hubungan dengan OKP dan DPD kabupaten/kota, membuahkan hasil maksimal dan terbayarkan setelah Imran cs berhasil mengungguli rivalnya secara dramatis pada putaran pertama dan kedua.

Imran dinyatakan sebagai ketua terpilih setelah pemungutan dan perhitungan suara putaran kedua, yang terpaksa head to head dengan Sugeng. Imran secara meyakinkan memperoleh suara 41 suara dan Sugeng mendapat 32 dan 3 suara abstain.

Akhirnya, selamat kepada saudara Imran Eka Saputra. Semoga dapat menjalankan amanah musda. Jadilah abdi pemuda yang amanah, bertanggungjawab, dan berkarakter. Sekali lagi SELAMAT!

Jayalah Pemuda Indonesia!

Makassar, 17 Desember 2016

Penulis adalah Sekretaris KNPI Makassar Peiode 2008-2011

Advertisement
Comments

Opini

Nurdin Halid Melawan: From Zero to Hero

Published

on

By

Oleh: Risman Pasigai

Sosok Nurdin Halid bukan adalah putra Bugis Sulawesi Selatan yang kerap kali dianggap kontroversial di kalangan media dan publik, di dunia Bisnis beliau sangat dikenal sebagai tokoh Koperasi, di dunia olah raga juga dikenal sebagai Pendekar Sepak Bola, dan di dunia politik dikenal sebagai tokoh yang Fenomenal dan berkarakter tegas, pada hal NH sapaan Akbrab Nurdin Halid terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, lahir dari Ayak yang berlatar belakang Guru bahkan kalau dibandingkan dengan Calon Gubernur yang lain sangat jauh berbeda, dimana mereka berasal dari darah seorang Pejabat bahkan tokoh dizamannya, dan hampir mereka adalah mantan pejabat atau pejabat yang sedang berkuasa, tetapi NH berhasil menempatkan dirinya sejajar bahkan melebihi mereka karena kemampuan dirinya sendiri “ZERO to HERO

NH termasuk sosok unik dan Fenomenal dalam dunia Politik Indonesia, kita sangat sulit menemukan manusia berkarakter seperti NH, banyak terobosan yang di lakoninya baik dalam dunia politik maupun dunia olah raga sepak bola, Menjadikan Indonesia Sebagai tuan Rumah Piala Asia untuk Pertama kalinya sepanjang Indonesia ada, bahka di zaman sebagai ketua PSSI beliau berjuang Untuk Menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 yang kemudian gagal karena Pemerintah Indonesia tdk merestuinya yang di karenakan alasan politis dari pemerintah saat itu, NH adalah orang pertama di Indonesia Peraih PIN EMAS dari FIFA, Bahkan dalam dunia politik NH sudah pernah mengalami titik kritis dimana banyak kalangan menprediksi Karir Politiknya Telah Habis bahkan dibully dan dirontokkan oleh media pada saat itu, tetapi sang Petarung ini tidak pernah putus asa, bahkan mampu keluar tekanan politik dan mampu kembali berkiprah di dunia politi Nasional melalui Partai Golkar

Memanfaatkan Momentum adalah salah satu gaya NURDIN HALID
Menelaah perjelanan hidup “SANG NAHKODA” ini seperti kita membaca buku PETARUNG SEJATI. Terlahir dari keluarga pendidik yang sederhana, menjadi organisatoris dengan nilai akademis yang bagus semasa kuliah, disertai latar belakang pendidikan keguruan, seharusnya menjadikan NURDIN HALID memilih hidup menjadi GURU ataupun Dosen sehingga dapat hidup tanpa RIAK dan GELOMBANG yang membuatnya berurusan dengan HUKUM. Tetapi tidaklah demikian, NH adalah Pria yang sangat menikmati tantangan , lulus kuliah dari IKIP Makassar, meninggalkan pilihan hidup sebagai ABDI NEGARA yakni Dosen kemudian menjadi seorang Manager Koperasi Unit Desa (KUD). tentulah merupakan pilihan yang sangat tidak lazim pada saat itu. Namun demikian, Tangan dingin NH memang hebat untuk Koperasi. Unit Desa yang pertama ditanganinya di Kabupaten Gowa tumbuh secara bak dan sehat . Tangan dinginnya juga berhasil menyelamatkan PUSKUD Sulsel yang lemah berubah menjadi lembaga usaha profitable serta menjdi salah satu penggerak ekonomi SULSEL saat itu dengan mengelola sektor PERKULAKAN GORO dan Taksi PUSKUD. Keberhasilannya mengelola PUSKUD menjadikannya dilirik oleh kelompok Cendana menjadi mitra pengelola BPPC yang mengantarnya berjuang di Jakarta


NH adalah lelaki tangguh dalam tangtangan beberapa kali masuk pengadilan , majelis HAKIM menvonisnya dengan putusan bebas murni. Dan meskipun terbelit dengan masalah hukum, NH sukses mengawal PSM Makassar menjadi JUARA NASIONAL serta sukses terpilih menjadi ANGGOTA DPR/MPR dalam usia yang relatif masih muda.

Kesuksesan mengawal PSM Makassar menjadi juara NASIONAL membuatnya dilirik menjadi pengurus PSSI yang kelak kemudian menjadi Ketua Umum PSSI dan membuat program terobosan pembinaan bibit muda berlatih ke Italia serta Program Naturalisasi pemain asing. Prestasi tertingginya adalah menjadi Runner Up piala Asia dan harus lengser dari jabatannya karena negara bersama publik melengserkannya

Kesuksesan mendongkrak PUSKUD menjadikannya dilirik menjadi Pengurus INKUD di Jakarta. Membentuk Koperasi Distribusi Indonesi yang berhasil menstabilkan harga minyak goreng saat pada saat harga meroket tinggi. Namun keberhasilan itu disisi lain membuatnya berurusan dengan hukum yang kemudian divonis oelh majelis hakim dengan 2 tahun kurungan yang dimana semua orang tahu kalau NH di hukum karena situasi politik menjelang Pilpres saat itu

Namun demikian, Menjalani Kehidupan. pesantren sosial bukanlah akhir buang “SANG PETARUNG SEJATI”. Keluar dari kurungan didaulat menjadi ketua “Dewan Koperasi Nasional (DEKOPIN)”, meskipun pada saat itu beliau tidak bersedia, karir politik yang tetap cemerlang dengan menjadi Kerua Harian PARTAI GOLKAR serta didaulat menjadi Vice President of International Co-operation Alliace – Asia Pacific. NURDIN HALID is really “A RISK TAKER” yang tetap bersinar meskipun badai sempat mematikannya tetapi karena ketangguhannya NH berhasil keluar dari tekanan publik dan kembali bersinar dalam dunia politik dan bisnis

Tidak ada Pelaut Ulung yang lahir dari laut yang tenang adalah prinsip Hidup yang dia lakoni, Jaya dalam tantangan adalah gaya hidupnya, sehingga sederas apapun Ombak Kehidupan NH selalu hadapi dengan gaya dan caranya sendiri

Saat ini beliau Mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulawesi Selatan dengan mengusung Tema Besar Membangun Kampung, tentunya serangan Serta kampanye hitam akan mewarnai hari hari perjalanan beliau sebagai calon, NH selalu tenang dan cekatan dalam menyikapi serangan yang dialamatkan kepadanya, karena baginya tantangan adalah seni, seni mengelola situasi, bagi dirinya menghadapi Lawan Politik perlu kesabaran dan ketangguhan, haruslah dihadapi bukan bersembunyi

Saya bukanlah yang terbaik tetapi saya hadir untuk berbuat baik itulah kalimat Syaidina Ali Bin Abi Thalib yang selalu menjadi Nafas dari setia langkah pengabdiannya. (*)

(Penulis adalah Juru Bicara NH-AZIZ)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler