Penjualan Truk Astra 10 Roda di Sulsel Laris | Makassar Today
Connect with us

BISNIS

Penjualan Truk Astra 10 Roda di Sulsel Laris

Published

on

MAKASSAR – Meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah Sulawesi Selatan pihak Astra International Tbk UD Truck Cabang Makassar optimis mencapai target penjualan 30 unit diakhir tahun 2016.

Kepala Cabang Astra Internasional UD Truck Makassar, Reza Mardian, di kantornya pada Jumat (23/12/16) mengungkapkan pada bulan Januari 2016 hingga sekarang penjualan disegmen truck sudah capai 25 unit. Pihaknya optimis diakhir tahun ini penjualan Astra mencapai 30 unit.

“Berdasarkan data penjualan segmen truk 10 roda masih mendominasi, di Sulsel sendiri peningkatannya meningkat terutama pada segmen truk 10 roda, dengan estimasi penjulan sekitar 60 persen,” jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan ekspansi pasar kesejumlah daerah di luar Sulsel, seperti Palu, Kendari, dan Manado. “Melihat potensi di tahun 2017 mendatang yang disinyalir akan banyak proyek masuk di sejumlah daerah di Sulawesi maka kita mencoba untuk melebarkan segmen pejulan kita di beberapa daerah di luar Sulsel,” tutupnya.

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

BISNIS

Berkah Pedagang Burung Pipit di Hari Imlek

Published

on

By

Makassartoday.com – Beberapa orang memanfaatkan Hari Raya Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2/2018) dengan berjuallan burung pipit.

Seperti yang terdapat di wilayah Jl Sulawesi, Makassar, Sulsel. Mereka tampak menjajakan burung-burung tersebut di sekitar kelenteng.

Said, salah satu dari pedagang burung Pipit mencoba peruntungan di Hari Raya Imlek tahun ini. Ia mengaku berdagang burung Pipit dalam kondisi hidup selama sehari. Dalam sehari itu, Said mengaku mengantongi uang hasil jualan sebesar Rp300 hingga Rp400 ribu.

“Imlek mebawa berkah tersendiri untuk saya dan keluarga. Walau saya tidak merayakannya tapi saya juga merasakan suka citanya,” Ungkapnya senang.

Said menjelaskan, memperoleh burung pipit tersebut dari kiriman salah satu daerah di Pulau Jawa. Adapun harga belinya Rp1.500 perekor. Setiap imlek Said menjual 300-400 ekor burung Pipit.

Pria yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengaku menabung jauh hari untuk dijadikan modal dagangannya. Saat modalnya di rasa cukup, Said menemui rekannya untuk dibelikan burung Pipit, kemudian dijual ke dekat klenteng di Jl Sulawesi.

“Menjadi pedagang burung Pipit sehari lumayan untuk keluarga dirumah. Tiap tahun saya melakukan hal ini berjuallan burung Pipit,” kata bapak tiga anak ini.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa membebaskan burung Pipit di Hari Imlek diyakini mendatangkan berkah dan rezki. Kebudayaan membebaskan burung Pipit kebalam bebas ini sudah membudaya sejak 2.000 tahun lalu.

Salah satunya Arifin seorang warga Makassar keturunan Tionghoa yang menjadi langganan dagangan burung Pipit Said .

“Kepercayaan seperti ini sering kita lakukan terutama untuk memperoleh kesehatan, berkah dan rezky. Jumlah burung yang dilepaskan sesuai jumla usia kita,” jelasnya.

Melepaskan burung Pipit ke alam bebas tradisi yang dilakukan usai melakukan sembahyang.

Laporan: Hajji Taruna

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler