Pelantikan Iksan Iskandar Bakal Dihadiri Setnov | Makassar Today
Connect with us

Politik

Pelantikan Iksan Iskandar Bakal Dihadiri Setnov

Published

on

JENEPONTO – Pelantikan Ketua Golkar Jeneponto, Iksan Iskandar, pada akhir Januari mendatang dijadwalkan bakal dihadiri Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto (Setnov).

“Kebetulan Pak Ketum (Setnov) akan menghadiri Musda Golkar di Selayar dan Bulukumba, kalau masih ada waktu beliau akan menghadiri pelantikan di Jeneponto,” kata Fungsionaris Golkar Sulsel Hoist Bachtiar, Kamis (29/12/2016).


Iksan Iskandar yang tak lain adalah Bupati Jeneponto akan dilantik dengan melihat jadwal kunjungan Setnov. Hoist mengaku sementara tahap perampungan.

“Masih banyak waktu hingga jadwal pelantikan,” kata mantan Plt Ketua Golkar Jeneponto. (farel)

Advertisement
Comments

Politik

Agus Akui Akses Publik di CPI Masih Berpolemik

Published

on

By

Makassartoday.com – Sesi tanya jawab pada debat kedua antarkandidat Pilgub Sulsel berlangsung menarik dan banyak kejutan. Termasuk soal pertanyaan Cagub Sulsel, Nurdin Halid (NH) terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) kepada Agus Arifin Nu’mang, cagub paslon nomor urut dua yang juga mantan wakil gubernur.

NH menanyakan soal akses publik di Pantai Losari, khususnya di CPI, kini yang hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak seperti dahulu, masyarakat bebas bersantai, nyaman, di mana saja di Losari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agus mengakui bahwa proyek CPI di wilayah Pantai Losari, Makassar, hingga kini masih berpolemik. “Masih berpolemik, saya yakin karena proyek ini belum selesai,” jawab Agus saat debat yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (19/4/2018).


“Jika saya sebagai gubernur saya akan menagih ke perusahaan tersebut soal akses publik ke CPI,” lanjut Agus yang diketahui sebagai wakil Syahrul Yasin Limpo, gubernur yang baru saja berakhir masa jabatannya.

Merespons jawaban Agus, NH mengatakan bahwa pemerintah provinsi sebetulnya tak perlu menghabiskan Rp 500 miliar hanya untuk membangun gedung bertingkat-tingkat, seperti yang ada di CPI, sementara hak masyarakat terkait akses publik terenggut.

“Lebih baik uang sebanyak itu untuk menghadirkan lapangan bertaraf internasional di daerah-daerah. Masyarakat bisa saling bersilaturahmi, olahraga, khususnya pemuda juga makin maju,” tutur NH. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler