Makro

Ini Prediksi Ekonomi 2017 dari Bappenas

prediksi-ekonomi-2017-indonesia

JAKARTA – Memasuki tahun 2017, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan ‘ramalan’ optimis akan pertumbuhan ekonomi nasional. “Ya, untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2017, saya perkirakan masih pada range 5,1-5,3 persen,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dalam diskusi Evaluasi Akhir Tahun 2016 dan Harapan 2017, di Kantor Bappenas, Jakarta, Sabtu (31/12/2016).

Dengan kondisi global yang tidak pasti pun, kita masih bisa tumbuh 5,1 persen. Itu sudah bagus. Jadi kalau globalnya bisa kita prediksi dan kita kendalikan, artinya Indonesia bisa beradaptasi dengan perubahan global, itu akan bagus untuk ekonomi Indonesia,” papar Bambang PS Brodjonegoro.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1 hingga 5,3 persen itu akan terjadi dengan asumsi ekonomi Indonesia masih didominasi oleh sektor konsumsi masyarakat. Sementara itu, faktor ekonomi global belum jadi acuan, karena masih belum bisa diprediksi besaran dan dampaknya terhadap bisnis ekonomi nasional. “Karena gejolak perekonomian global belum bisa kita prediksi seperti apa. Bagaimanapun ekonomi global itu belum terang,” ungkap Bambang.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo juga memprediksi ekonomi Indonesia bakal tumbuh lebih baik lagi di tahun 2017, menyusul laju inflasi yang dipastikan kurang dari 3 persen sepanjang tahun 2016. Sementara untuk 2017, BI masih menargetkan pergerakan inflasi di 3-5 persen. Pada Januari 2017, BI akan bertemu pemerintah untuk membahas perkembangan inflasi, termasuk potensi kenaikan inflasi dari rencana pemerintah yang akan mengurangi subsidi energi.

Dengan inflasi yang terjaga dan realisasi perbaikan kondisi ekonomi, BI memerkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2016 akan berada di kisaran 5,0 persen.

Faktor Ekonomi Global

Pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016, kata Kepala Bappenas Bambang PS, mencapai 5,1 persen. Ini kondisi yang menggemberikan mengingat perekonomian global masih bergejolak. Artinya, ekonomi Indonesia masih mampu bertahan menghadapi berbagai gejolak ekonomi global. Karena itu, langkah untuk membuat ekonomi nasional mampu beradaptasi terhadap perubahan global, menjadi sangat penting untuk ditingkatkan.

“Dengan kondisi global yang tidak pasti pun, kita masih bisa tumbuh 5,1 persen. Itu sudah bagus. Jadi kalau globalnya bisa kita prediksi dan kita kendalikan, artinya Indonesia bisa beradaptasi dengan perubahan global, itu akan bagus untuk ekonomi Indonesia,” papar Bambang PS Brodjonegoro. (JPP)

BAGIKAN:
alterntif text
Comments

Terpopuler

To Top