Aksi Bom Bunuh Diri Dekat Bandara Mogadishu, 7 Tewas | Makassar Today
Connect with us

Internasional

Aksi Bom Bunuh Diri Dekat Bandara Mogadishu, 7 Tewas

Published

on

REUTERS/Feisal Omar

SOMALIA – Sekurang-kurangnya tujuh orang tewas dan 17 lainnya cedera akibat dua ledakan bom mobil bunuh diri di dekat bandara internasional Mogadishu, Senin (2/1/2017).

Menurut pejabat-pejabat Somalia, kelompok militan al-Shabab telah mengaku bertanggungjawab atas serangan itu. Ini adalah kedua kalinya kelompok itu menggunakan serangan bom mobil bunuh diri secara beruntun, dengan bom pertama dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan dan serangan kedua memaksimalkan jumlah korban jiwa.

Serangan pertama yang dilakukan sekitar tengah hari Senin (2/1/2017) itu, menarget sebuah pos pemeriksaan yang dijaga pasukan nasional Somalia. Menurut warga setempat, segera setelah ledakan pertama, mobil kedua dikemudikan dengan kecepatan tinggi menerjang pos pemeriksaan itu dan diledakkan di dekat Hotel Peace yang letaknya berseberangan dengan bandara.

Kedua ledakan terjadi di dekat Gerbang Medina, salah satu pintu masuk utama ke bandara.

Seorang saksi mata yang tidak mau disebut namanya mengatakan, pertama ia mendengar bunyi tembakan senjata api dan ia bersama orang-orang di dekatnya segera bertiarap di tanah. Ketika mereka mendekat untuk memberikan pertolongan, mereka melihat sebuah truk besar menerobos pos pemeriksaan dan kemudian meledak.

Menurut saksi mata, ledakan kedua yang ditimbulkan bom truk itu terjadi di jalan antara Hotel Peace dan bandara internasional Mogadishu.

Seperti diberitakan VOA Beberapa rumah di sekitarnya ambruk sementara Hotel Peace sendiri mengalami kerusakan berat. Hotel itu sering digunakan para pekerja LSM dan warga diaspora Somalia.

Ahmed Ali yang tinggal di wilayah itu mengatakan seorang tetangganya tewas ketika rumahnya ambruk. Saudara laki-laki, saudara perempuan korban, dan seorang anak kecil cedera.

Juru bicara pemerintah kota Mogadishu, Abdifatah Omar Halane, mengatakan bahwa upaya pertolongan terus dilakukan untuk menemukan korban yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.

Ini adalah ledakan paling keras yang pernah terjadi di Mogadishu, kata Halane yang menambahkan bahwa untungnya ledakan terjadi di lokasi yang tidak banyak penduduknya.

Pengelola layanan ambulans mengukuhkan kematian empat orang sementara sumber-sumber keamanan mengatakan bahwa seorang tentara tewas. Kedua pelaku serangan juga tewas sehingga seluruhnya ada tujuh korban jiwa.

Menteri Luar Negeri Somalia Abdusalam Hadliye Omer, yang sedang berada di Nairobi, mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir ini ia tinggal di Hotel Peace, dan ia diberitahu bahwa hotel itu rusak berat.

Omer mengatakan serangan keji ini dilakukan oleh kelompok yang tidak ingin melihat perdamaian dan pemerintahan di Somalia. (VOA)


Advertisement
loading...
Comments

Internasional

Muslim Bakal jadi Kelompok Agama Terbesar Kedua di AS

Published

on

By

Makassartoday.com – Komunitas Muslim diperkirakan akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat (AS) setelah umat Kristen pada tahun 2040. Angka data perkiraan ini merupakan hasil penelitian Pew Research Center.

Menurut penelitian tersebut, pada tahun 2017 ada 3,45 juta Muslim yang tinggal di AS. Jumlah itu mewakili sekitar 1,1 persen dari total populasi di negeri Paman Sam.

Saat ini, umat Yahudi melebihi jumlah umat Muslim sebagai kelompok agama terbesar kedua di AS. Namun diperkirakan akan berubah pada tahun 2040. ”Karena populasi Muslim AS akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Yahudi di negara ini,” bunyi laporan Pew Research Center.

Menurut penelitian tersebut, umat Muslim Amerika akan berjumlah 8,1 juta atau 2,1 persen dari populasi pada tahun 2050.

Masih menurut data riset tersebut, jumlah pemeluk Islam di AS telah berkembang pada angka sekitar 100.000 per tahun karena migrasi umat Islam dan tingkat kesuburan lebih tinggi di kalangan Muslim Amerika. Data itu diperoleh dari riset demografis dan survei.

”Sejak perkiraan pertama kami (2007) jumlah populasi Muslim Amerika telah berkembang pesat,” lanjut laporan tersebut, yang dilansir Al Jazeera, Jumat (5/1/2018).

Sejauh ini, umat Kristen menjadi populasi terbesar di AS, yakni mewakili 71 persen populasi.


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...