Nurdin Halid Harap Muslimin Bando Kenakan "Baju" Golkar | Makassar Today
Connect with us

Politik

Nurdin Halid Harap Muslimin Bando Kenakan “Baju” Golkar

Published

on

ENREKANG – Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid membuka pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar DPD II Kabupaten Enrekang, Selasa (3/1/2017).

Dalam sambutannya, Nurdin Halid meminta agar pengurus baru Golkar Enrekang bisa menambah perolehan kursi di parlemen menjadi 12 dari 7 kursi yang ada saat ini.

“Kita kembangkan kembali layar Golkar, kita maksimalkan pengurusan Golkar hingga ke tingkat ranting sebagai kunci Golkar kembali jadi partai nomor satu di Enrekang dengan target 12 kursi,” imbuhnya.

Nurdin Halid juga mengisyaratkan dukungannya kepada bakal calon Ketua Golkar Enrekang, Muslimin Bando. Sekedar diketahui, selain Muslimin, empat legislator Golkar Enrekang juga meramaikan bursa calon ketua, mereka Andi Natsir, Idris Sadik, Nurman Amir Eran Batu dan Amma Leha.

“Saya yakin 88 persen masyarakat Enrekang mencintai bupatinya (Muslimin Bando). Saya harap Pak bupati bisa membawa Golkar lebih maju lagi kalau beliau nanti sudah pakai baju kuning,” sindir Nurdin kepada Muslimin Bando. (maman)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Loyalis IAS: Cuma Pengkhianat Yang Tak Dukung Appi-Cicu

Published

on

By

Makassartoday.com – Loyalis mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Siradjuddin (IAS) kembali menegaskan posisinya dalam Pilwali Makassar 2018 mendatang.

Mereka menyatu dalam berbagai komunitas pendukung Paslon nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Salah satunya Jhon Hardiyansyah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Tim Hukum Appi-Cicu.

Jhon menanggapi adanya klaim pihak yang mengatasnamakan loyalis IAS, namun malah mendukung paslon lain. Ia menegaskan bahwa sejak awal IAS sudah meminta seluruh jaringan dan barisan orang-orang yang dekatnya untuk satu dukungan ke Appi-Cicu.

“Tidak ada loyalis yang tidak ikut perintah. Perintah Pak IAS sangat jelas, tegas, dukung Appi-Cicu. Jadi kalau ada mengaku loyalis tapi tidak mendukung Appi-Cicu, itu loyalis kW2, loyalis tidak tahan lapar lalu tega mengkhianati Pak IAS,” tegasnya, Senin (19/2/2018).

Menurut Jhon, orang-orang yang setia kepada IAS tidak pernah berpikir jabatan, karena kita selalu mengedepankan persaudaraan.

“Bukan karena kepentingan proyek, bukan pula karena ingin dekat dengan penguasa,” tegas Jhon dengan nada nenyindir.

Adapun kelompok yang mengatasnamakan loyalis IAS, tapi tak mendukung Appi-Cicu, kata Jhon hanya sebuah klaim untuk kepentingan pribadi dan tidak punya kaitanya dengan pak IAS. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler