Internasional

Trump Ragu Ada Campur Tangan Rusia dalam Pemilu AS

REUTERS/Mike Segar

MAKASSAR – Presiden terpilih Donald Trump mengemukakan keraguan baru mengenai kesimpulan intelijens Amerika bahwa Rusia mencampuri pemilihan presiden melalui peretasan komputer, temuan yang membuat Presiden Barack Obama mengenakan sanksi terhadap badan-badan intelijens Rusia pekan lalu dan mengusir 35 orang diplomat yang katanya mata-mata.

Trump, yang mengenakan setelan tuxedo untuk pesta Malam Tahun Baru di rumahnya yang besar di Florida, mengatakan kepada para wartawan bahwa ia menghendaki sumber-sumber intelijens Amerika merasa pasti, “karena itu adalah tuduhan yang sangat serius, dan saya ingin mereka merasa pasti.”

Ia mengatakan tidaklah adil membuat tuduhan terhadap Moskow kalau ada sedikitpun ketidakpastian.

Presiden terpilih tersebut, yang 19 hari lagi akan dilantik menjadi presiden Amerika yang ke-45, mengatakan ia mengetahui lebih banyak mengenai tuduhan Washington terhadap Rusia daripada yang diungkapkan kepada umum dan katanya “Anda akan mengetahui hari Selasa atau Rabu.”

“Dan saya banyak mengetahui tentang hacking,” katanya. “Dan hacking atau peretasan sangat sulit dibuktikan. Jadi itu mungkin saja dilakukan oleh orang lain. Dan saya juga mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh orang lain, jadi mereka tidak dapat merasa pasti mengenai keadaannya.”

Trump, yang jarang menggunakan email atau komputer walaupun ia sering memuat tantangan dan komentar singkat pada Twitter, mengatakan tidak ada computer yang dapat menjaga keamanan informasi rahasia. (VOA) 

alterntif text

BAGIKAN:
alterntif text
loading...
Loading...
Comments

Terpopuler

To Top