Ini Dia Wanita Diduga Selingkuhan Bupati Katingan | Makassar Today
Connect with us

Regional

Ini Dia Wanita Diduga Selingkuhan Bupati Katingan

Published

on

Bupati Katingan, Kalimantan Tengah Ahmad Yatengli dikabarkan tertangkap basah tengah ‘bobo’ dengan karyawan rumah sakit bernama Farida Yeni (FY) yang juga istri anggota polisi.

Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas saat dihubungi wartawan membenarkan peristiwa perselingkuhan tersebut. Menurut Tato saat ini sang bupati dan wanita tersebut masih diperiksa di ruang penyidik Polres Katingan.

Menurut Tato, perselingkuhan antara bupati dengan istri anggota Polri inisial FY ini digerebek langsung oleh suaminya.

“Yang menggerebek suaminya sendiri (suami FY),” kata Tato.

Tato menyebut penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat digerebek, diketahui pasangan selingkuh ini berada dalam kamar.

foto-sitri-polisi-farida-yeni-fy-selingkuhan

“Dari sana kasus ini dilaporkan ke Polsek setempat. Selanjutnya pihak Polsek menghubungi Polres Katingan,” kata Tato.

Kronologis kejadian, pada Kamis 5 Januari 2017 sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Nangka, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir keduanya tertangkap sedang berduaan di dalam kamar.

Pelapor adalah suami Farida Yeni yakni AS. Pada saat AS pulang dari Sampit, Kalteng ia mencari kunci rumah namun tidak tidak menemukan. Kemudian ia menelpon istrinya yang mengaku sedang lembur di rumah sakit.

AS pun kemudian mencari istrinya ke Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan namun tidak ada di tempat.

Karena tidak ada, AS Kemudian kembali ke Jalan Nangka, setibanya di Jalan Nangka korban melihat tas dan rokok milik istrinya.

“Melihat hal tersebut korban langsung mendobrak pintu depan rumah kemudian memeriksa ke kamar dan menemukan istrinya sedang tertidur dengan sang bupati dalam keadaan tanpa busana. Atas kejadian itu korban melaporkan ke Polsek Katingan Hilir,” pungkas Kapolres.

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Regional

21 Mahasiswa PLS Ikut Ujian Skripsi Gelombang Pertama

Published

on

By

ENREKANG – Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) kembali melaksanakan Ujian Skripsi Gelombang I Angkatan 2016/2017.

Ujian ini digelar di Aula STKIP Muhammadiyah Enrekang dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2012 ditambah beberapa mahasiswa dari angkatan sebelumnya yang seluruhnya berjumlah 21 orang mahasiswa, Minggu (4/6/2017).

Baharuddin SE selaku Dosen STKIP Muhamnadiyah Enrekang mengatakan, ujian yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita berlangsung khidmat dan dalam suasana kekeluargaan, mahasiswa pun mengikutinya dengan penuh antusias, karena ujian merupakan tahapan akhir dari proses akademik yang telah mereka jalani selama empat tahun.

“Pada pelaksaan ujian kali ini, turut hadir sebagai peserta adalah Kepala Desa Pekajo Kecamatan Curio yaitu Addin yang setelah sekian tahun baru dapat merampungkan penyusunan tugas akhirnya,” katanya.

Adapun yang bertindak sebagai penguji tamu pada penyelenggaraan ujian tersebut, adalah Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.Si yang merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Luar Sekolah dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pria yang menjabat sebagai Komisioner Baznas Ini menambahkan, ujian ini merupakan ujian perdana pasca PLS mendapatkan predikat Akreditas B dari BAN PT pada bulan Maret yang lalu.

“Kami harapkan semoga sarjana-sarjana yang baru ini dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat dan menampakkan berkontribusinya dalam pembangunan di lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Herul Iman)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Regional

Kronologis Mobil Satu Keluarga Ditembak Setelah Kejar-kejaran dengan Polisi

Published

on

By

LUBUKLINGGAU – Kota Lubuk Linggau dihebohkan peristiwa penembakan mobil berisi satu keluarga oleh diduga oknum polisi, Selasa (18/4/2017).

Mobil Honda City naas tersebut membawa tujuh orang, yakni lima orang dewasa dan dua anak-anak.

Rombongan keluarga ini berangkat dari Desa Blitar Kecamatan Sindang Beliti Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, hendak menghadiri undangan kerabatnya di K‎ecamatan Muarabeliti Kabupaten Musirawas.

Seperti dilansir Sripo, penembakan tersebut terjadi lantaran mobil satu keluarga itu ngebut dan menerobos razia.

Diki, yang menyetir mobil, diduga menerobos razia lalu melaju kearah selatan. Diduga polisi curiga, mobil tersebut dikejar, hingga terjadi aksi kejar-kejaran dalam kota.

Diduga selama pengejaran ini anggota melepaskan beberapa kali tembakan kearah mobil.
Terlihat dari beberapa bekas tembakan dibagian belakang mobil Honda City dan dibagian kaca mobil juga ada bolong bekas tembakan dan kacanya pecah.

Selain itu, kaca dibagian penumpang samping kanan mobil Honda City itu juga pecah, diduga juga karena tembakan.

Pengejaran terhenti di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.

Tepatnya di jalan raya samping Bank Mandiri Simpang Periuk.

‎”Pertama saya dengar ada empat kali suara tembakan. Lalu saya keluar dari dalam kantor dan melihat ada mobil sedan warna hitam didepan agak kesamping kanan kantor dalam posisi terjepit mobil lain dari depan dan belakang. Kemudian ada dua suara tembakan lagi,” ungkap sumber seperti dikutip Sripo dilokasi usai kejadian.

Dilanjutkan, ia kemudian mendekat dan melihat ada orang dikeluarkan dari dalam mobil, dalam kondisi bersimbah darah. Menurutnya, sopir mobil tersebut adalah seorang laki-laki dan disampingnya ada laki-laki lain yang memangku anak-anak.

Sedangkan dibagian belakang, ada beberapa perempuan dan satu orang anak-anak.
“Sopirnya ditarik keluar duluan. Waktu saya perhatikan, dibagian belakang mobil ada sekitar empat lobang seperti bekas kena tembak,” katanya.

Setelah seluruh penumpang dikeluarkan, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

Diketahui kemudian, satu orang meninggal dunia, yaitu Surini. Sedangkan lima orang lainnya juga mengalami luka tembak namun selamat dan satu orang lagi tidak apa-apa.
Korban yang mengalami luka tembak kemudian dipindahkan dari RS Siti Aisyah ke RS Sobirin.

Seperti diketahui, rombongan satu keluarga yang berasal dari Desa Blitar Kecamatan Sindang Beliti Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, mengalami peristiwa tragis di Kota Lubuklinggau.

‎Rombongan yang terdiri dari nenek, anak dan cucu yang berjumlah tujuh orang ini diduga ditembak oleh anggota polisi saat melintas di Kota Lubuklinggau, Selasa (18/4) sekitar pukul 11.00 menggunakan mobil Honda City berwarna hitam BG1488ON.

Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia, yaitu Surini (55) yang terkena tembakan dibeberapa bagian tubuhnya.

‎Sementara beberapa anaknya, yaitu Diki (29) mengalami luka tembak dibagian punggung, Indra (32) luka tembak dibagian tangan kiri tembus, Novianti (31) luka tembak lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) mengalami luka tembak lengan sebelah kiri tembus.

Adapun cucunya yaitu ‎Genta Wicaksono yang masih berusia tiga tahun mengalami luka kepala diatas telinga sebelah kiri, diduga terserempet peluru.
Dan Galih (6) tidak mengalami luka.

Sumber: Sripoku.com

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Regional

Pengakuan Pembunuh Satu Keluarga di Medan

Published

on

By

MEDAN – Andi Lala (34) pelaku utama pembunuhan satu keluarga di Jl Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli berhasil dibekuk polisi.

Setelah seminggu jadi target buruan polisi, Andi Lala (34) akhirnya ditangkap di Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kepada polisi, tersangka utama pembunuhan sadis satu keluarga di Medan ini mengakui perbuatannya.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah kepada wartawan mengatakan bahwa Andi Lala mengakui perbuatan brutalnya itu.

“Dia mengakui. Barang bukti disita di sekitar TKP (tempat kejadian perkara),” kata Nurfallah, Sabtu (15/4/2017).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las itu diduga sebagai otak pelaku pembunuh keluarga Riyanto (40) dan istrinya Riyani (38), kedua anak mereka Syifa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), serta mertuanya Marni (60) yang terjadi pada Minggu (9/4/2017) lalu.

Sedangkan anak bungsu Riyanto, Kinara (4), lolos dari maut meski sempat kritis akibat luka di tubuhnya.

“(Barang bukti) besi dibuang di sekitar TKP,” sambung Nurfallah.

Diduga kuat Andi bersama dua tersangka lain sudah merencanakan pembunuhan tersebut, bertujuan ingin menguasai uang hasil penjualan rumah warisan milik Riyanto.

Akan tetapi, ternyata uang yang diincarnya tidak ada. Andi diduga hanya mendapat uang Rp 25 juta di lemari korban, dan memberikan Rp 300.000 kepada tersangka Roni sebagai eksekutor.

Dalam pelariannya, Andi Lala sempat berpindah-pindah tempat sebelum ditangkap hari ini sekitar pukul 05.00 WIB. Dia melarikan diri dari rumah di Lubuk Pakam, Deli Serdang, ke Serdang Bedagai, Asahan, Sumut, hingga tertangkap di rumah saudaranya di Inhil, Riau.

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya