Partai Besutan Raja Dangdut Resmi Berbadan Hukum | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Partai Besutan Raja Dangdut Resmi Berbadan Hukum

Published

on

JAKARTA – Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) menggelar Tasyakuran Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Minggu (8/1/2017).

Kegiatan akbar digelar usai partai yang dipimpin Rhoma Irama itu memperoleh status badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), akhir tahun lalu.

Raja Dangdut yang punya nama asli Raden Haji Oma Irama itu mengatakan, Islam merupakan dasar dari berdirinya Partai Idaman. Dia menegaskan, kehadiran Partai Idaman adalah untuk mengembalikan citra Islam yang hakiki.

Partai Idaman, kata Rhoma, berusaha mengeliminasi Islamophobia yang selama ini menyudutkan Islam sebagai agama teroris, koruptif, dan berbagai hal negatif lainnya.

“Padahal Islam adalah rahmatan lil allamin. Islam juga bukan agama a-pluralis,” kata Rhoma dikutip dari CNN Indonedia.


Rhoma juga mengatakan Partai Idaman tetap menjunjung tinggi dasar negara Pancasila. Dia memastikan partainya bakal berada di garda paling depan untuk menangkal segala ancaman yang berusaha mengerdilkan ideologi Pancasila.

“Partai Idaman juga berkomitmen mempertahankan NKRI dari ancaman kolonialisme,” kata dia.

Lebih dari itu, Rhoma mengatakan Partai Idaman akan terus berusaha menciptakan perdamaian di seluruh Indonesia.

“Damai dan aman. Harus tercermin oleh setiap kader,” kata pria yang sempat dekat dengan pedangdut Angel Lelga itu.

Partai Idaman, resmi diakui sebagai partai politik di Indonesia, setelah sebelumnya sempat gagal memperoleh status badan hukum dari Kemenkumham.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengesahkan dan menandatangani Surat Keputusan (SK) Nomor: M. HH- 30. AH. 11. 01 Tahun 2016 dan M. HH- 31. AH. 11. 01 Tahun 2016. (*)

Advertisement
Comments

Nasional

Suara Demokrat Merosot, AHY: 5 Tahun Kita Pahit

Published

on

By

Makassartoday.com – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memotivasi ratusan kader di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, (9/4/2018) kemarin.

AHY meminta mereka kembali bangkit untuk menatap pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019. “2014, Partai Demokrat merasakan pahit, dan rasa pahit itu harus dirasakan selama lima tahun,” ujarnya.

AHY menuturkan menurunnya suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 sangat terasa karena dalam dua periode sebelumnya, yakni 2004-2009 dan 2009-2014, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraih kemenangan gemilang, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tapi hidup adalah penggalan-penggalan romantika jatuh-bangun. Sekarang, mari bangun semangat agar tahun 2019 Demokrat bangkit lagi dan kita bahagia lima tahun ke depan dan seterusnya,” ucapnya.


Kebahagiaan yang diperoleh jika Demokrat bangkit pada 2019, kata AHY, tentu bukan hanya untuk para kader, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. “Apa yang membuat kita bahagia selain melihat kebahagiaan lahir batin rakyat yang diperhatikan pemimpinnya?” tuturnya.

AHY berujar, pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah terjadi peningkatan signifikan hampir di semua aspek pembangunan nasional. Perekonomian meningkat, penghasilan masyarakat, daya beli, dan pendapatan per kapita semuanya meningkat.

“Dan di masa (kepemimpinan SBY) itu, masyarakat bisa bekerja tenang, aman, tentram hatinya, keadilan hadir di negeri ini dan semua warga mendapat perhatian,” ujarnya.

Meski Indonesia merupakan negara majemuk, AHY melanjutkan, saat masa kepemimpinan SBY, Demokrat benar-benar telah menyuarakan pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni di antara perbedaan. (bm)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler