Parenting

8 Tips Menyapih Anak dari Botol Susu

tips-menyapih-anak

Bagi sebagian bayi, botol susu sudah semacam kawan sejati saja, kemanapun, di mana pun, selalu ada. Maka tidak aneh jika pada suatu ketika, saat si bayi harus terpisah dari si botol ia akan seperti seorang remaja yang kehilangan kekasih atau tambatan hidupnya. Sehingga dia akan berusaha keras dan menangis sejadi-jadinya saat ia sudah tak mendapati botol susunya lagi.

Sebenarnya proses penyapihan bayi dari botol susunya tidak selalu harus sulit. Tentunya jika Anda melakukan penyapihan pada saat yang tepat dan juga dengan cara-cara yang tepat pula. Lantas bagaimana cara yang tepat tersebut? ini jawabannya:

Tegaslah

Saat Anda memutuskan untuk menyapih bayi Anda dari botol susunya, maka Anda harus bersikap tegas. Anda harus menguatkan diri menghadapi kenyataan bahwa si bai sudah pasti tidak akan senang dengan keputusan Anda. Mungkin dia akan merengek dengan keras atau bahkan akan ngambek gak mau makan. Namun, tetap saja anda tidak boleh kalah, selama kondisi tersebut tidak terlalu membahayakan buah hati anda, maka anda harus tetap tegas, dan jangan sampai kalah dengan rengekannya tersebut.

Berikan botol hanya saat waktu makan

Langkah efektif untuk menyapih bayi dari botol susu adalah dengan tidak menjadikannya sebagai barang yang selalu ada di dekat si kecil. Botol susu hanya disediakan saat waktu makan saja. Saat si anak paham bahwa botol hanyalah kelengkapan makan dan bukannya benda kesayangan yang bisa dibawa ke mana-mana, maka akan lebih mudah bagi Anda pada saat akan menyapihnya. Menidurkan bayi dengan didampingi botolnya merupakan kebiasaan yang perlu dihindari. Aktifitas itu bisa menjadi kebiasaan yang sukar dihilangkan dan bisa berpengaruh buruk bagi gigi.

Mulailah sedini mungkin

Pada usia 4 bulan, lidah bayi mulai bisa menerima banyak benda asing, misalkan cangkir. Begitu pula dengan pengendalian kepalanya juga meningkat sehingga dia tidak mudah tersedak saat ada cairan mengalir perlahan ke bibirnya dari cangkir. Pada tahap ini Anda bisa mulai menggantikan botol susu dengan cangkir yang berpegangan pada kedua sisinya, serta memiliki sedotan lunak pada ujungnya.

Perkenalkan Cangkir sebagai mainan

Anda bisa mengenalkan cangkir dalam keadaan kosong sebagai mainan. Hal ini akan memberi kesan positig pada benak di bayi. Setelah melihat si bayi terlihat suka dengannya, Anda bisa mengisi cangkir dengan minuman.

Buat bayi terbiasa dengan cangkirnya

Setelah anak nyaman dengan cangkirnya, Anda bisa menggantikan botol susunya dengan cangkir tersebut. Pada awalnya bayi mungkin akan menolaknya, namun tetap tawarkan cangkirnya sehingga dia terbiasa dengan cangkir.

Uji Coba dengan jenis minuman

Sebagian bayi mungkin menolak susu yang diminumkan dari cangkir, karena sudah terbiasa dengan botol susu. Jika itu terjadi, Anda bisa bereksperimen dengan memberinya minuman lain seperti air; atau jika tidak suka air atau lainnya. Anda juga bisa mengkombinasikan antara botol berisi susu encer dan cangkir berisi susu.

Carikan sumber kenyamanan lain selain botol susu

Jika putra Anda telah berusia lebih dari 1 tahun dan masih saja menempel dengan botol susunya betapapun Anda berusaha menyapihnya, Anda mungkin harus menyadari bahwa botol susu itu adalah sumber kenyamanannya. Anda bisa menggantikan sumber kenyamanan ini dengan objek lain seperti boneka lembut yang nyaman dipeluknya saat minum dari botol, atau Anda bisa pula mengayun-ayunkannya dalam gendongan Anda.

Reward

Jika putra Anda berusia 2-3 tahun yang telah mengerti arti tindakan dan akibatnya, mungkin proses penyapihan akan lebih efektif jika Anda menggunakan sistem reward/penghargaan. Anda bisa memulainya dengan memberinya pujian setiap kali dia mau melepaskan botol susunya dan mau minum dari cangkir. Anda bisa membuat variasi reward bagi putra Anda, setiap kali dia berhasil melepaskan diri dari botol susu.

Nah, semoga tips dan trik menyapih bayi dari botol susu di atas bisa bermanfaat.

BAGIKAN:
alterntif text
Comments

Terpopuler

To Top