Ini Pengakuan Pria Duda Yang Perkosa Gadis Tuna Rungu di Pasar Terong | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Ini Pengakuan Pria Duda Yang Perkosa Gadis Tuna Rungu di Pasar Terong

Published

on

MAKASSAR – Baco Ahmad alias Amat (56) yang diduga pelaku pemerkosaan gadis tuna rungu Bunga (samaran) (15), di aeral Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Makassar, Minggu (8/1/2016) lalu mengaku tergoda setelah melihat korban saat sedang buang air kecil di pinggir kios.

Pada saat itu, korban dan pelaku berada tidak jauh di dekatnya. Amat pun tergoda dengan rayuan setan sehingga dirinya (Amat,red) menghampiri korban. “Bagaimana kalau sudah ada godaan setan, apalagi ada kesempatan. Saya sedang buang air kecil baru itu gadis ada juga didekatku,” kata Amat.

Amat yang sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan ini mengatakan, ia belum sempat menyetubuhi korban. Pasalnya, saat baru akan melakukan aksi kejahatannya, saksi mata Syamsuddin memergokinya saat hendak beraksi. “Belum saya perkosa Pak. Baru mau dilakukan tapi sudah adami itu orang yang dapatka,” ucapnya.

Atas tindakan pelaku itu pun tak luput dari godaan kkorban yang tiba-tiba datang ke arahnya saat ia buang air kecil. Ia bahkan menyebut, gadis itu baring tepat di sampingnya.

“Ia pada saat itu mengikuti saya, baru tiba tiba baring disampingku tanpa kenakan celana. Eh, Nafsu saya langsung naik, jadi saya meraba tubuhnya,” tutur Amat.

Selain itu, menurut keterangan Jumaria sebagai ibu kandung korban mengatakan, jika anaknya tersebut menyandang status sebagai tuna wicara atau bisu. Dirinya mengetahui insiden ini setelah mendapatkan laporan dari satpam bahwa anaknya menjadi korban asusila yang dilakoni oleh Amat.

Iapun shok setelah mengetahui informasi tersebut yang menimpah sang putrinya menjadi korban asusila. Jumaria terlihat terpukul saat mendampingi anaknya melapor di Mapolrestabes Makassar. Selanjutnya, Jumaria pun menceritakan tentang peristiwa yang telah menimpah anak kandungnya itu.

Usai dirinya bersama anaknya menjual buah di sekitaran pasar terong. Korban pun berada di tangga dan bertemu dengan pria tersebut. Amat mengiming-imingi korban yang akan memberikan sebuah rokok. “Di tangga mereka bertemu, sih pelaku menawari anak saya dengan rokok dan saya tahu anak saya memang merokok, itupun sudah lama,” ungkap Jumaria.

Atas dasar iming iming itulah yang membuag pelaku bisa melancarkan perbuatan bejatnya. Namun, saat tengah menggauli korban, pelaku tertangkap basah oleh sekuriti pasar dan langsung membawanya ke Pos jaga.

Jumaria bersama korban tinggal di Pasar Terong sebagai tempatnya menjual buah. Namun, ayah korban pada saat itu keluar untuk mencari buah untuk dijual. “Saya baru tahu saat dihubungi dan disuruh ke sini,” ungkap Rahman saat ditemui di SPKT Polrestabes Makassar.

Hingga saat ini, kedua orang tua korban telah dimintai keterangannya atas insiden yang menimpa putrinya, menjadi korban pelecehan seksual yang dilakoni oleh Amat. Sementara itu, korban pu langsunb di bawa ke rumah sakit guna melakukan visum. (askay khan)

BAGIKAN:
Comments

Hukum & Kriminal

Astaga, Baru 18 Tahun Tapi Kelakuannya Minta Ampun!

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polsek Panakkukaang menggulung seorang remaja berusia 18 tahun lantaran diduga sebagai pelaku pemalakan di areal parkir Masjid Nur Ichsan, Jl Toddopuli Raya, Minggu (20/5/2018) subuh tadi.

Remaja pengangguran berinisal WK, warga Jl Batua Raya, Kota Makassar itu, diciduk setelah petugas menerima banyaknya laporan dari masyarakat setempat.

“Masyarakat setempat melaporkan bahwa ada seorang remaja di areal parkir Masjid sering memalak jemaah yang pulang salat subuh. Di lokasi itu juga sering dijadikan tempat mabuk lem oleh pelaku,” jelas Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi.

Setelah menerima laporan warga, Tim Resmob Panakkukang yang dipimpin Ipda Robert Harianto siga langsung mendatangi TKP dan melakukan penggeledahan terhadap pelaku serta menemukan satu buah lem fox yang dibungkus plastik putih serta mendapatkan 1 buah anak busur beserta ketapel di saku celana sebelah kanan milik pelaku.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Mapolsek Panakkukang guna dilakukan introgasi dan penyidikan.

Dari hasil Interogasinya, pelaku mengakui mengisap lem. Namun pelaku membantah sering memalak jemaah. Adapun nak panah jenis busur dan ketapel yang dibawa tersebut, diakui pelaku hanya sebatas digunakan menjaga diri.

“Yang bersangkutan membantah itu, tapi pelaku tetap kita proses terkait pemilikan sajam,” tutup Kapolsek. (Hajjj Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

Bukannya Salat Tarawih, 2 Remaja Ini Malah Nyabu di Pinggir Jalan

Published

on

By

Makassartoday.com – Dua orang pemuda yang merupakan warga Jl Abubakar Lambogo (Ablam), Kota Makassar, Sulsel, terciduk polisi tengah menggunakan Narkotika jenis sabu.

Dua pelaku masing-masing lelaki AI (24t), sopir serta lelaki DA (19), tukang antar galon diciduk oleh Patmor/Patko Sabhara Polres Gowa yang sedang melaksanakan patroli di Jl Tun Abd Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (19/5/2018) pukul 20.30 Wita.

Polisi juga mengamankan barang bukti tas berwarna coklat berisikan 11 bungkusan sachet warna bening, dimana 10 sachet tersebut sudah kosong dan 1 sache lagi berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu, serta 1 botol air mineral yang tutupnya sudah dilubangi bersama 2 buah pipet.

“Pengungkapan kasus ini berawal saat petugas hendak melaksanakan pengamanan salat tarawih di Masjid Chenghoo sambil berpatroli, namun saat melintas di Jl Tun Abd Razak, petugas melihat 1 unit mobil pick up berwarna hitam berhenti di tempat gelap, sehingga petugas langsung memeriksa kendaraan tersebut,” jelas Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Minggu (20/5/2018).

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui bahwa narkotika jenis sabu tersebut, didapatkan dengan cara dibeli dari seorang lelaki berinisial C, yang merupakan warga Kota Makassar.

Selanjutnya, kedua pelaku beserta barang bukti diamankan di Polres Gowa guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Hukum & Kriminal

2 Perampok Indomaret Ponre Bulukumba Didor Polisi

Published

on

By

Makassartoday.com – Erwin Bakri (24) serta Sultan Arif (18) tumbang bersimbah darah setelah dihadiahi timah panas petugas. Kedua pelaku perampokan di Indomaret Ponre, Jl Sultan Dg Raja, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, dilumpuhkan lantaran melakukan perlawanan saat penangkapan, Sabtu (19/5/2018) sekitar pkl 18.00 Wita.

Kedua pelaku sebelumnya terdeteksi oleh Unit Reskrim Polres Bulukumba dipimpin Iptu Deki Marizaldi, berada di Lingkungan Cabodo, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

“Kedua pelaku berhasil kita deteksi dari hasil penyelidikan di TKP dan keterangan sejumlah saksi. Dalam aksi perampokan, satu pelaku bertugas sebagai eksekutor yang juga menyebabkan salah seorang kasir Indomaret mengalami pendarahan dan pingsan. Sementara satu pelaku lain bertugas sebagai joki,” jelas Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi dalam keterangan tertulisnya.

Para pelaku diamankan berdasarkan LP/63/V/2018/Sek Gantarang. Kedua pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan dan dilakukan interogasi lawal terhadap pelaku dan mengakui perbuatannya.

“Pada saat kedua tersangka di minta untuk menunjukkan TKP serta barang buktinya keduanya mencoba untuk melakukan perlawanan dan mencoba merebut senjata api anggota, kemudian memberikan tembakan peringatan berkali-kali, namum yang bersangkutan tidak mengindahkan selanjutnya atas kesigapan petugas dilakukan tembakan terarah serta terukur ke arah kaki pelaku,” sambungnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, 1 unit sepeda motor jenis Jupiter Z warna merah, 2 lembar jaket yang digunakan saat beraksi, 1 buah helm, 1 lembar jok motor warna merah muda, 7 lembar uang kertas pecahan Rp100 ribu rupiah, 1 lembar buku tabungan bank BNI, 2 buah dompet serta 1 tas samping.

“Untuk sementara kedua pelaku diamankan di Mapolsek Gantaran untuk selanjutnya diserahkan ke Mapolres Bulukumba guna proses lebih lanjut,” kuncinya. (Rusdi)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya