Data TKI di Luar Negeri, Disnaker Gandeng BP3TKI | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Data TKI di Luar Negeri, Disnaker Gandeng BP3TKI

Published

on

MAKASSAR – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar akan mengoptimalkan pendataan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang bekerja di luar negeri.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Disnaker Makassar dengan pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenga Kerja Indonesia (BP3TKI) di kantor BP3TKI, Jl Pacinang Raya, Makassar, Rabu (11/1/2017).

Kepala BP3TKI, Moh Agus Bustamin, menyambut baik upaya audiensi yang dilakukan pihak Disnaker Makassar. Pertemuan ini, menurut dia, adalah langkah awal yang positif antara pihaknya dengan pemerintah dalam menangani persoalan TKI di luar negeri.


“Kami senang karena Disknaker Makassar merespon persoanal tenaga keraja, khususnya yang berada di luar negeri. Kami harap pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik ke depan,” ucap Agus.

Sementara itu, Kepala Disnaker Makassar, Andi Irwan Bangsawan berharap, pihaknya memiliki data valid TKI asal Makassar yangg bekerja di luar negeri.

“Karena dengan data itu, kami mudah untuk melakukan pengawasan dan memberikan pendampingan jika ada masalah yang dihadapi TKI kita di luar negeri,” ucap Kadisnaker Makassar. (fitra absri)

Advertisement
Comments

Sulsel

Ikut Bopong Jenazah Nenek Nurung, Kapolres Gowa Tuai Pujian

Published

on

By

Makassartoday.com – Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga ikut terlihat membopong jenazah nenek Dg Nurung dari RSUD Syekh Yusuf, tempatnya dirawat menuju rumah duka, Kamis (19/04/2018) pukul 16.00 Wita.

Almarhuma Dg Nurung, istri dari Dg Ramang, sosok pasangan lansia yang viral di media sosial. Dg Nurung usia diumur 90 tahun setelah sejak lama hidup bersama suami dalam kondisi yang memperihatinkan.

Nenek Nurung bersama suaminya selama
ini menetap di sebuah rumah tak layak huni di wilayah Manggarupi, Kelurahan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Tanpa waktu yang lama, Kapolres Gowa memerintahkan personelnya untuk melakukan pengawalan mobil jenazah ke rumah duka dan juga ikut membantu mengangkat jenazah.

“Saya sangat prihatin dengan pasangan Kakek dan Nenek ini yang mana di masa tuanya hanya berdua dengan hidup yang begitu memprihatinkan. Namun saya juga sangat terharu, bahkan sampai ajal menjemput Nenek Nurung, Daeng Ramang sang suami masih tetap setia mendampingi istrinya,” tandas AKBP Shinto Silitonga.

Sebelumnya, Kapolres Gowa juga menyempatkan menjenguk Nenek Nurung di rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Kapolres juga mengaku salut dengan Dg Ramang yang terlihat setia menemani isteri tercinta selama dirawat di rumah sakit.


Diketahui, sepasang lansia ini tidak memiliki tanda pengenal, KTP, dan tidak memiliki KIS ataupun BPJS Kesehatan.

Usai menjenguk, Kapolres Gowa menjelaskan perihal penyebab nenek Nurung dibawa ke RS Syekh Yusuf 

“Menurut keterangan yang saya dapat di dalam nenek hendak mengambil beras, tapi kemudian terjatuh, dan si kakek yang mendengar kabar istrinya terjatuh langsung ke TKP menjemput nenek dengan naik bentor, dan kondisi nenek Nurung tampak belum stabil, ada lebam di mata kanannya,” jelas Kapolres.

Ia pun mengatakan Dg Ramang juga sedang dalam pemulihan, karena ada sedikit masalah pada penglihatannya.

Sebelum meninggalkan Rumah Sakit, Kapolres Gowa memberikan bantuan untuk meringankan beban sang kakek dan nenek yang sedang mengalami kesusahan.

Sejumlah warga yang menyaksikan pengawalan personel Polres Gowa atas jenazah nenek malang itu mendapat reaksi positif dari warga setempat.

“Jarang-jarang ada perwira polisi mau turun langsung angkat jenazah warga miskin. Bagus memang ini Kapolres ta’,” ujar salah seorang warga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler