Deng Ical Jabat Wakil Ketua ICMI Sulsel | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Deng Ical Jabat Wakil Ketua ICMI Sulsel

Published

on

MAKASSAR – Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal MI mendapat amanah dalam kepengurusan wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) wilayah Sulsel periode 2016-2021.

Deng Ical sapaan akrab Wakil Walikota dan bergelar Doktor itu, dilantik sebagai Wakil Ketua Koordinasi Luar Negeri dan Hankam. Sementara Prof Dr Arismunandar menjabat sebagai Ketua ICMI Sulsel.

“Ini adalah kepercayaan. Bersama dengan ketua, para senior-senior dan teman-teman, kami semua berkomitmen melaksanakan tanggung jawab ini dengan penuh amanah,” kata Deng Ical disela-sela acara.

Dalam sambutannya, Ketua ICMI, Prof Dr Arismunandar, mengatakan ICMI merupakan organisasi besar maka sudah menjadi kewajibannya bersama para pengurus untuk menjaga nama besar itu.


Sebagai organisasi yang memiliki cita-cita membangun kesejahteraan ummat dan bangsa, maka ICMI berperan aktif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan dan pemahaman islam kepada pengurus dan warga negara Indonesia.

“Kami juga mengapresi sumbangsih Gubernur Sulsel, karena awalnya kita mau laksanakan pelantikan ini di Hotel, lalu diminta oleh Gubernur kita laksanakan disini, ini bentuk kepedulian tentunya,” ujarnya.

Gubenur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya memuji kepengurusan baru ICMI. Menurutnya, anggota ICMI adalah orang pilihan dan memiliki kapasitas.

“Cendekiawan bukan hanya pintar di kepalanya tapi di hatinya juga yang seperti inilah yang dibutuhkan bangsa,” kata SYL disambut tepuk tangan. (rls)

Advertisement
Comments

Sulsel

Deng Ical Lantik 116 Pejabat Pemkot Makassar

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, melantik 116 pejabat lingkup Pemerintah kota (Pemkot) Makassar di Ruang Sipakatau, Kantor Balaikota Makassar, Jumat (20/4/2018).

Pelantikan didasarkan pada SK Wali Kota Makassar Nomor 821.23.22 – 2018 tertanggal 20 April 2018, dan disaksikan sejumlah pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan camat, diantaranya Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Daerah (BKPSDMD) Andi Baso Amiruddin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Andi Hadijah Iriani, Kepala Dinas Perhubungan Mario Said, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rahman Bando, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Nielma Palamba, dan Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim. 

Dari 116 pejabat yang dilantik, 30 diantaranya menempati jabatan eselon IV a, 47 pejabat eselon IV b, 8 menduduki jabatan eselon III, 4 lurah, 13 kepala sekolah, dan 5 Dinas Dukcapil. Mereka mengisi posisi jabatan administrasi, pengawas, dan lurah.

Selain melantik pejabat lingkup pemerintahan, Deng Ical juga melantik pejabat fungsional guru atau pamong belajar sebagai kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) yang berbentuk satuan pendidikan sebanyak 9 orang.

Pelantikan hari ini dilakukan setelah berkonsultasi dan mengantongi izin tertulis dari Menteri Dalam Negeri untuk melakukan pengisian jabatan lowong yang tujuannya mengantisipasi potensi terjadinya stagnasi dalam tubuh birokrasi di pemerintahan kota Makassar.


“Pelantikan ini memiliki makna simbolik yang menandakan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar telah diamanahkan kepada pejabat yang dilantik,” kata Deng Ical sapaan Plt Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal. 

Harapannya, lanjut Deng Ical, pejabat yang dilantik dapat menunjukkan kinerja dan prestasi sebagai pelayan masyarakat. Mereka yang dilantik hari ini telah melalui serangkaian proses panjang dan memenuhi aspek kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak yang baik berdasarkan rekomendasi dari Tim Penilai Kinerja yang diketuai oleh penjabat sekertaris daerah untuk mengisi jabatan yang lowong. 

Saat pelantikan, Deng Ical menyampaikan apresiasi khusus kepada Kepala BKPSDMD Andi Baso Amiruddin beserta seluruh jajarannya yang telah mempersiapkan pelantikan hari ini hingga berjalan sukses.

Deng Ical juga menekankan pelantikan hari ini lepas dari unsur politik dan semata – mata didasarkan pada pertimbangan profesional.

“Semua proses pelantikan ini tidak ada kaitannya dengan politik, karena tujuan utama pelantikan ini adalah bagaimana agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam proses pelantikan ini pasti ada yang senang dan tidak senang,” tuturnya. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler