Sulsel

KPPU dan Pemkot Sidak Harga Cabai di Pasar Tradisional

img20170111090144-1024x576

MAKASSAR – Kantor Perwakilan Daerah Komisi Pengawas Peesaingan Usaha (KPPU) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Rabu (11/1/2017).

Sidak ini dilakukan mengingat adanya kenaikan harga cabai dan sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu pasar yang ditinjau, yakni Pasar Pabaengbaeng di Jl Alauddin.

Kepala KPPU Ramli Simanjuntak didampingi Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal MI dan Kepala Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Wiwiek Sisto Widayat menyasar sejumlah lapak pedagang, khususnya pedagang cabai.

Disela-sela sidak, Ramli Simajuntak menegaskan, jika menemukan pedagang besar yang dengan sengaja melakukan penimbunan untuk mendapatkan keuntungan berlipat, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Jika ada yang melakukan penimbunan, yah langsung kami lakukan penyelidikan, langsung ambil barangnya, gelar perkaranya kita panggil langsung ke kantor kita dan buktikan yang anda bilang bahwa penimbunan menyebabkan kenaikan harga,” tegas Ramli.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI menambahkan, pemerintah menggelar sidak untuk memastikan ketinggian harganya sesuai aturan dan tidak ada penimbunan stok. Jangan sampai, lanjutnya, stok Sulsel dilempar semua ke daerah Jawa yang nilai ekonomisnya lebih tinggi.

“Makanya Pemkot Makassar lagi giat-giatnya mencanangkan program penanaman cabai di lorong-lorong untuk memberikan kontribusi. Semua cara kita juga lakukan, tapi yang paling utama adalah memastikan tidak ada cabe yang ditimbun,” sambung Deng Ical, sapaan Syamsul Rizal MI.

Dari data harga yang dihimpun pertanggal 11 Januari 2017, cabai kecil berada dikisaran Rp 70 ribu, cabai besar biasa Rp 20 ribu dan cabai besar Rp 30 ribu. (rangga)

==BAGIKAN==
SPONSORED CONTENT
loading...
Loading...
loading...
Comments
To Top