Aksi 121 di Maros, Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Aksi 121 di Maros, Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong

Published

on

MAROS – Aksi Bela rakyat atau dikenal dengan istilah 212 yang digelar puluhan mahasiswa di sekitar patung kuda Jl Jenderal SudirmanKabupaten Maros, Kamis (12/1/2017) diwarnai insiden saling dorong dengan petugas kepolisian.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Butta Salewangang (Gerbang) Pemuda Mahasiswa ini ricuh lantaran sempat dicegah oleh aparat kepolsian.


Mereka geram lantaran ban bekas yang hendak mereka bakar di badan jalan diambil paksa oleh aparat. Akibatnya, demonstran dan aparat sempat terlibat saling dorong.

Dari pantauan di lapangan beberapa demonstran ikut terlibat kontak fisik dengan aparat. Situasi baru bisa dikendalikan setelah kedua belah pihak saling menenangkan diri.

Aksi 121 yang digelar di Kabupaten Maros menyuarakan penolakan kebijakan pemerintah terkait penerapan PP Nomor 60 tahun 2016 tentang jJenis dan tarif atas jenis PNBP. (fathur)

Advertisement
Comments

Sulsel

Ikut Bopong Jenazah Nenek Nurung, Kapolres Gowa Tuai Pujian

Published

on

By

Makassartoday.com – Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga ikut terlihat membopong jenazah nenek Dg Nurung dari RSUD Syekh Yusuf, tempatnya dirawat menuju rumah duka, Kamis (19/04/2018) pukul 16.00 Wita.

Almarhuma Dg Nurung, istri dari Dg Ramang, sosok pasangan lansia yang viral di media sosial. Dg Nurung usia diumur 90 tahun setelah sejak lama hidup bersama suami dalam kondisi yang memperihatinkan.

Nenek Nurung bersama suaminya selama
ini menetap di sebuah rumah tak layak huni di wilayah Manggarupi, Kelurahan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Tanpa waktu yang lama, Kapolres Gowa memerintahkan personelnya untuk melakukan pengawalan mobil jenazah ke rumah duka dan juga ikut membantu mengangkat jenazah.

“Saya sangat prihatin dengan pasangan Kakek dan Nenek ini yang mana di masa tuanya hanya berdua dengan hidup yang begitu memprihatinkan. Namun saya juga sangat terharu, bahkan sampai ajal menjemput Nenek Nurung, Daeng Ramang sang suami masih tetap setia mendampingi istrinya,” tandas AKBP Shinto Silitonga.

Sebelumnya, Kapolres Gowa juga menyempatkan menjenguk Nenek Nurung di rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Kapolres juga mengaku salut dengan Dg Ramang yang terlihat setia menemani isteri tercinta selama dirawat di rumah sakit.


Diketahui, sepasang lansia ini tidak memiliki tanda pengenal, KTP, dan tidak memiliki KIS ataupun BPJS Kesehatan.

Usai menjenguk, Kapolres Gowa menjelaskan perihal penyebab nenek Nurung dibawa ke RS Syekh Yusuf 

“Menurut keterangan yang saya dapat di dalam nenek hendak mengambil beras, tapi kemudian terjatuh, dan si kakek yang mendengar kabar istrinya terjatuh langsung ke TKP menjemput nenek dengan naik bentor, dan kondisi nenek Nurung tampak belum stabil, ada lebam di mata kanannya,” jelas Kapolres.

Ia pun mengatakan Dg Ramang juga sedang dalam pemulihan, karena ada sedikit masalah pada penglihatannya.

Sebelum meninggalkan Rumah Sakit, Kapolres Gowa memberikan bantuan untuk meringankan beban sang kakek dan nenek yang sedang mengalami kesusahan.

Sejumlah warga yang menyaksikan pengawalan personel Polres Gowa atas jenazah nenek malang itu mendapat reaksi positif dari warga setempat.

“Jarang-jarang ada perwira polisi mau turun langsung angkat jenazah warga miskin. Bagus memang ini Kapolres ta’,” ujar salah seorang warga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler