Kapolda Sambangi Pengurus Muhammadiyah Sulsel, Apa Yang Dibahas? | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Kapolda Sambangi Pengurus Muhammadiyah Sulsel, Apa Yang Dibahas?

Published

on

MAKASSAR – Kapolda Sulsel Irjen Pol. Drs. Muktiono didampingi Dirbinmas Kombes Pol. Markilat Heru Prasetyo dan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol, Dicky Sondani melakukan silaturahmi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag. di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Makassar, Kamis (12/1/2017) sore.

Kedatangan Kapolda Sulsel dan robongan disambut baik oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih kepada Kapolda karena sudah mau berkunjung, selain itu juga menyampaikan permohonan maaf atas penyambutan yang serba keterbatasan dan kesederhanaan ini.

Menurut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel bahwa Muhammadiyah dalam Muktamar lalu telah merancang perogram kerja kedepannya, yakni lima tahun Indonesia berkemajuan. Ia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah dan seluruh komponennya siap bersinegi dengan Polri dalam memelihara Kamtibmas.

Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Irwan Akip, M.Pd. (Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel) juga menyampaikan bahwa banyak persoalan serius yang sedang kita hadapi seperti penyebaran faham radikalisme yang juga merupakan persoalan sumber daya manusia.


“Jadi mungkin kita bagus juga bersinergi dalam membangun sumber daya manusia masyarakat sampai ke pelosok, kita punya muballik samapai ke daerah-daerah dan mempunyai beberapa sekolah,” ucapnya.

Kapolda Sulsel juga berterima kasih atas sambutan dan kesediaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel menerima kunjungannya, Beliau juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah juga merupakan pejuang masyarakat, bangsa dan negara. Saat ini ada kelompok-kelompok yang memahami alirannya paling benar dan selalu menyalahkan kelompok lain dan memprihatinkan lagi adanya penyebaran faham-faham radikalisme ke seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berfikir sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat sangat sayang apabila kemajuan pembangunan yang begitu pesat di daerah kita ini terhambat karena suatu hal seperti gangguan keamanan dan lain sebagainya, maka dari itu kami harap kepada Muhammadiyah dan seluruh komponennya dapat bersinergi dengan kepolisian untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif demi kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara,” ujar Kapolda Sulsel. (rls)

Advertisement
Comments

Sulsel

Jelang Putusan MA, Deng Ical Perintahkan Sekkot Tindaki ASN Nakal

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, mengimbau kepada seluruh pendukung pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar agar bisa menerima apapun putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) nantinya.

“Putusan yang akan dikeluarkan MA pastinya melalui proses dan pertimbangan hukum dari orang-orang yang ahli, kompeten dan memiliki otoritas. Sehingga apapun putusan yang dikeluarkan MA berarti itulah yang terbaik buat kota Makassar,” imbuh Deng Ical, sapaan akrab Plt Wali Kota Makassar, Minggu (22/4/2018).

Deng Ical juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecuali untuk mengambil bagian dalam menciptakan Makassar yang aman dan nyaman.

“Pengamanan bukan hanya tugas TNI, POLRI dan pemerintah. Tapi juga tugas dan tanggungjawab seluruh masyarakat, termasuk seluruh perangkat lainnya seperti LPM, BKM, RW RT, para PPKBD dan Sub PPKBD, auditor sosial dan para kader pos yandu dan seluruh unsur tokoh masyarakat lainnya,” harapnya.

Baca Juga : Kasus Netralitas ASN Dominasi Laporan Panwaslu Makassar

“Jangan mau terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk membuat keadaan kota Makassar menjadi tidak kondusif,” tambahnya.


Menurutnya, hal tersebut bisa dihindari apabila semua pihak kompak dan bekerjasama dalam membantu TNI dan Polri untuk menciptakan suasana kota Makassar tetap kondusif.

Ia juga telah meminta kepada Pejabat Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar untuk menegur dan memproses ASN yang berani memperlihatkan tindakan tidak netral kepada salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

“Jika ada ASN yang terang-terangan berani mendukung ataupun mengacungkan jari simbol salah satu calon tertentu maka ia tak segan-segan akan memberikan sanksi sesuai PP nomor 53 tahun 2010,” tegasnya.

Dia juga mempersilahkan kepada tim paslon salah satu kandidat untuk menempuh jalur hukum jika ada ASN tidak netral melalui Panwaslu atau Gakumdu.

“Jika ada paslon merasa dirugikan, maka ia mempersilahkan untuk melaporkan ke Panwas dan Gakumdu. Jika rekomendasi dari panwas sudah keluar pihaknya akan langsung memperoses sesuai aturan,” tutup politisi Golkar itu.

Sekedar diketahui, batas akhir putusan MA atas pengajuan kasasi kuasa hukum KPU Makassar pada Senin (23/4/2018) besok. Saat ini pihak aparat gabungan telah mengantisipasi gejolak aksi dengan menurunkan ribuan personel di sejumlah titik rawan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler