Cara Mendidik Anak Agar Suka Membaca | Makassar Today
Connect with us

Parenting

Cara Mendidik Anak Agar Suka Membaca

Published

on

Seperti yang kita tahu, kebanyakan anak belajar membaca dari bangku sekolah. Karena itu, mungkin mereka sering menganggap kegiatan membaca sebagai aktifitas yang membosankan, dan bukan sesuatu yang menyenangkan. Sebab itu pula, sangat mungkin dengan berjalannya waktu mereka akan kehilangan minat membaca. Nah, lantas bagaimana cara mengarahkan anak agar jangan sampai kehilangan minat membaca dan menjadi anak yang cinta membaca?

Tips Jitu Mendidik Anak Agar Senang Membaca

Mulailah sejak usia dini

Mengenalkan bacaan bisa dilakukan dari usia dini. Jika perlu, Anda mengenalkan bacaan pada anak sejak minggu-minggu pertama kelahirannya. Anda bisa membacakan cerita-cerita sebelum waktu si anak tidur. Satu atau dua kisah pendek tak akan menyita waktu Anda. Anda bisa menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas harian dan menjadikannya sebagai suatu kegiatan yang dianggap alami bagi anak Anda. Selain anak mendapat stimulasi dari bacaan-bacaan yang Anda berikan, Anda juga akan membangun waktu spesial yang mengesankan dengan anak Anda.

Pilih buku-buku yang tepat untuk Anak

Tidak semua buku cocok untuk membantu anak mencintai buku dan bacaan. Untuk membangkitkan minat baca anak, Anda perlu memilihkan buku-buku yang cocok bagi selera dan usia mereka. Walau pun buku cerita, namun jika kalimatnya panjang-panjang, tentu saja tidak akan membangkitkan minatnya baca mereka. Untuk anak-anak usia dini, Anda bisa memilihkan buku-buku yang penuh warna-warna ceria serta gambar-gambar yang mudah dipahami.

Lebih jauh lagi, Anda juga perlu memilihkan buku-buku yang memiliki alur cerita. Pada intinya, buku yang Anda pilih harus bisa menarik perhatian mereka, dan terus menarik pikiran mereka selama Anda membacakan untuk mereka. Buku yang Anda pilih juga harus memiliki akhir atau ending yang menyenangkan, sehingga mereka akan selalu merasa senang sehabis Anda membacakannya.

Bacakan dengan lantang

Membacakan buku pada anak secara lantang atau keras adalah salah satu cara yang paling efektif untuk membangkitkan kecintaan anak terhadap membaca. Dan semakin awal Anda memulainya terhadap anak, maka akan semakin baik hasilnya; karena bayi beberapa bulan pun telah mampu melihat gambar-gambar, membalik halaman-halaman buku balita, serta mendengarkan suara Anda. Anda bisa terus melakukannya bahkan hingga si anak mulai belajar membaca sendiri. Pada tahap ini Anda bisa meminta mereka membacakan bacaannya pada Anda. Kegiatan bersama ini akan menguatkan minat dan ketertarikan anak terhadap buku.

Bersabar Menghadapi Anak

Salah satu kunci agar anak mencintai kegiatan membaca adalah kesabaran. Untuk melakukan beberapa tips yang disebutkan sebelumnya, selain harus meluangkan waktu, Anda juga harus memiliki kesabaran. Selain tingkat pemahaman anak yang berbeda-beda dalam menyerap apa yang Anda bacakan (sehingga Anda harus mengulanginya berkali-kali), Anda juga harus memahami bahwa untuk membuat anak cinta pada bacaan, maka Anda harus menyesuaikan diri dengan ritme belajar mereka, agar mereka tidak merasa dipaksa; dan semua itu sangat memerlukan kesabaran Anda.

Jangan Ragu Untuk Memberi Reward Pada Anak

Setiap anak memiliki memampuan mereka sendiri-sendiri dalam belajar membaca. Mungkin ada yang pelan, ada pula yang cepat sekali pemahamannya. Semua memiliki alur dan ritme belajar mereka sendiri. Untuk semua itu, Anda tidak bisa memaksa mereka agar bisa belajar sesuai dengan alur atau cara belajar Anda. Buatlah anak bisa merasakan suatu pencapaian demi pencapaian saat belajar membaca. Berilah mereka reward pujian atas semua pencapaian itu. Anak Anda akan merasa termotivasi dan merasakan bahwa usahanya belajar membaca memang memiliki arti dan memang menyenangkan.

Jadilah Contoh Teladan Untuk Anak

Tak ada yang lebih menguatkan minat seorang anak untuk mencintai buku dan bacaan selain Anda sendiri menjadi contoh dalam melakukannya. Anda bisa menjadi contoh bagi mereka bahwa Anda memang sangat mencintai buku serta bacaan; dan itu semua bisa membangkitkan minat anak dalam mencintai bacaan dan buku.
Selain itu, Anda perlu pula menyiapkan buku-buku di berbagai tempat di rumah Anda, sehingga anak dengan mudah melihat dan jika tertarik, mudah mengambil dan membukanya. Berikan pula buku bagi hadiah ulang tahun atau kesempatan spesial lainnya. Tanamkan pada diri mereka bahwa Anda sangat menghargai buku, maka sangat mungkin hal tersebut membuat mereka pun akan menghargainya pula.


Advertisement
loading...
Comments

Health

Kenali Ciri-Ciri Gejala ADHD Pada Anak

Published

on

By

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak yang menyebabkan anak bertingkah tidak lazim. Sebagai orangtua, anda harus selalu sigap dan cermat dalam melihat pola tingkah laku dan perkembangan anak.

Apabila orangtua tidak memberi perhatian khusus secara ekstra, gejala ADHD tidak ketahuan, karena biasanya sepintas yang terjadi nampak normal dan baik-baik saja. Namun seiring berjalannya waktu, hingga kebiasaan-kebiasaan tersebut telah semakin mendarah daging pada anak, barulah para orangtua sadar ada yang aneh terhadap anaknya. Dan jika anda mengetahuinya sudah dalam keadaan yang demikian, maka untuk membuat anak anda normal dalam kondisi yang seharusnya akan menjadi lebih sulit.

Untuk itu sebagai orangtua anda wajib terus memperhatikan tingkah laku buah hati anda, dan sebaiknya waspadalah apa bila anak anda melakukan beberapa hal di bawah ini, yang diyakini sebagai ciri-ciri ADHD pada anak.

1. Anak sering Melamun atau Sulit Memusatkan Pada Suatu Perhatian (Inattention)

Buah hati anda yang mengalami ADHD akan sulit untuk memusatkan pada satu perhatian dan suka melamun. Jika anda mengatakan sesuatu, mereka akan sulit untuk menangkap perkataan anda karena kurangnya focus yang mereka berikan pada setiap perkataan anda. Sebagai contoh misalnya, mainan sering tertinggal di sekolah atau di tempat lain, jarang menyelesaikan tugas hingga tuntas karena tidak fokus dan mudah dialihkan konsentrasinya, dan seringnya membuat kesalahan merupakan ciri dari kurangnya pemusatan atau fokus. Dan hal tersebut merupakan salah satu indikasi ADHD yang harus anda waspadai. Apabila anak anda mengalami hal demikian sebaiknya bawa anak anda ke therapis yang sudah berpengalaman agar bisa mendapat kesembuhan.

2. Anak yang Hiperaktif

Memang anak kecil terutama di bawah usia lima tahun sangat gemar bermain dan hiperaktif, hal tersebut nampak wajar dan sulit untuk dibedakan mana anak yang mengalami ADHD ataupun tidak. Namun pada pengidap ADHD, perilaku hiperaktif berbeda dari yang biasanya. Mereka lebih menunjukkan sifat banyak berbicara, tidak dapat tenang ataupun diam pada satu tempat, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak, sering membuat gaduh di setiap suasana, selalu memegang apa saja yang dilihatnya, sulit untuk duduk diam seperti anak lain, lebih gelisah dan implusif dari teman sebaya atau seusianya, dan juga suka berterik-teriak.

3. Anak Bertindak Tanpa Berpikir (Impulsif)

Ciri lain dari penderita ADHD yaitu selalu bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu tentang apa dampak yang akan timbul setelahnya. Mereka lebih suka menentang suatu aturan dan membuat aturan baru. Penderita ADHD kesulitan untuk menunda respon atau biasa dikatakan tidak sabaran, sehingga mereka senang terburu-buru. Selain itu mengambil barang orang lain dengan paksa, reaktif, dan tidak menyukai antri sering mereka lakukan.

4. Anak Sering Cemas

Anak yang mengalami ADHD akan mengalami perasaan cemas. Khawatir dan takut juga akan sering dialami pada penderita ADHD ini. Pengamatan dan perhatian dari orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu mereka sembuh dari ADHD. Selain itu, mereka sangat sensitif terhadap kritikan. Mereka tidak suka pada kritikan yang diberikan orang lain kepada mereka. Anak ADHD menganggap segala yang dikerjakan sudah benar dan tidak membutuhkan kritik. Sulit beradaptasi atau kecemasan pada situasi baru dan tidak familiar dengannya adalah ciri dari rasa cemas yang dimiliki penderita ADHD. Sifat pemalu dan cenderung menarik diri juga dimiliki oleh anak ADHD.

5. Anak Suka Menentang

Seringnya melanggar aturan oleh anak ADHD dianggap hal yang biasa, karena pada dasarnya mereka tidak suka ada aturan yang mengikat mereka. Oleh karenanya anak ADHD lebih sering mendapat masalah pada seseorang yang memiliki otoritas dan juga penderita ADHD sering merasa terganggu dan pemarah dari pada teman seusianya.

Nah, itulah ciri-ciri gejala dari ADHD. Jika buah hati anda termasuk dalam kategori ciri diatas, segeralah periksa ke dokter atau psikiater.


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...