Cara Terbaik Mengajari Anak Bahasa Inggris | Makassar Today
Connect with us

Parenting

Cara Terbaik Mengajari Anak Bahasa Inggris

Published

on

Tentu akan sangat menyenangkan jika kita sebagai orang tua memiliki anak-anak yang pandai berbahasa asing, khusunya bahasa inggris. Anak-anak yang menguasai bahasa asing terlihat lebih cerdas dan tentunya kemampuan tersebut bisa berguna buat masa depannya kelak, sebab seperti yang kita tahu, sebagian besar perusahaan saat ini lebih mengutamakan pekerja yang menguasai bahasa inggris.

Lalu, bagaimana cara mengajari yang tepat agar anak bisa pandai berbahasa inggris? Berikut adalah jawabannya.

1. Membuat sebuah rutinitas yang menyisipkan bahasa inggris di dalamnya

Cara pertama mengajarkan anak supaya bisa bahasa inggris adalah dengan membuat sebuah rutinitas yang ada hubungannya dengan bahasa inggris. Buatlah rutinitas yang tidak terlalu lama, namun dengan kuantitas yang sering. Anda bisa mengajak anak untuk melakukan kegiatan tertentu pada waktu yang sama setiap harinya, selama kurang lebih 15 hingga 30 menit. Rutinitas yang bisa dijalankan diantaranya memainkan permainan berbahasa inggris setiap anak pulang sekolah, kemudian bisa juga berupa membaca cerita berbahasa inggris sebelum anak beranjak tidur.

2. Memainkan permainan yang menggunakan bahasa inggris

Permainan merupakan bentuk pembelajaran yang mudah bagi anak. Ketika anak bersenang-senang mereka akan lebih mudah mengingat. Anda bisa mencoba menggunakan flashcards untuk memberikan pengajaran dan kosakata yang berbeda dalam bahasa inggris. Selain itu permainan seperti ular tangga dan word games sangat membantu anak mengetahui kosakata-kosakata baru dalam bahasa inggris.

3. Memanfaatkan pertanyaan sehari-hari dengan jawaban bahasa inggris

Saat anak anda di rumah, maka anda bisa memanfaatkan situasi dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkenalkan kata-kata dalam bahasa inggris. Saat anak melihat sesuatu dan menanyakannya kepada anak, maka berilah jawaban dalam bahasa yang dia mengerti sekaligus bahasa inggris. Misalnya, saat si kecil melihat ayam dan menanyakan apa nama hewan tersebut, anda bisa menjawabnya dengan ayam, lalu ajarkan kata “chicken” sebagai bentuk bahasa inggris dari ayam. Dan itu bisa anda lakukan dalam berbagai hal lainnya.

4. Menggunakan cerita bahasa inggris

Anak-anak akan selalu menyukai perpaduan warna-warna cerah dan ilustrasi gambar yang menarik. Ajaklah anak untuk melihat foto atau buku cerita anak-anak berbahasa inggris. Ceritakan dalam 2 bahasa, pertama dengan menggunakan bahasa indonesia, kemudian menggunakan bahasa inggris. Cukup ajarkan kata per kata atau kalimat per kalimat, saat anak sudah mengerti lebih banyak kosakata, bacakan cerita dengan bahasa inggris sepenuhnya.

5. Menggunakan lagu bahasa inggris

Untuk memperkenalkan kata-kata baru, anda bisa memanfaatkan lagu-lagu berbahasa inggris. Dengan lagu, akan mempercepat perbendaraan kata dan meningkatkan pengucapan. Pilihlah lagu anak-anak dengan irama yang lucu dan menggembirakan agar lebih mudah menarik perhatian dan konsentrasi anak.

6. Berkomunikasi dengan anak menggunakan bahasa inggris

Anak bisa mempelajari bahasa inggris dengan cara orangtua turut aktif menggunakannya dalam komunikasi setiap hari. Selain dengan bercakap-cakap dan komunikasi yang baik, anda bisa mengajarkan bahasa inggris dengan cara menulis surat dan lain-lain. Manfaatkan waktu kapanpun saat bersama anak untuk berkomunikasi dengan bahasa inggris. Saat anak menanyakan sesuatu, anda bisa langsung menjawabnya dengan bahasa inggris, hal ini akan memicu anak untuk bertanya kembali, kemudian baru anda jawab lagi dengan bahasa yang dia mengerti.

7. Perkenalan perbedaan bunyi dalam bahasa inggris

Di dalam bahasa inggris kita mengenal perbedaan bunyi. Ada beberapa kata yang dimulai dengan bunyi yang sama meskipun hurufnya berbeda ataupun sebaliknya. Diantara beberapa kata tersebut adalah five (faif), two (tu: ), dog (dok ), circle (s-irkl) phone (fon) dan cat (ket). Perbedaan pelafalan ini penting mengingat pengucapan yang salah bisa memberikan arti yang berbeda atau malah tidak ada artinya sama sekali.

Begitulah cara-cara yang bisa digunakan oleh para orang tua yang ingin anak-anaknya pandai dalam berbahasa inggris. Meskipun kemampuan berbahasa tidak bisa didapatkan dengan cepat atau instan, tetapi dengan pengajaran yang rutin, dan sabar akan lebih memberikan pemahaman dan kosakata baru kepada anak. Sehingga suatu ketika, seiring berjalannya waktu, mereka akan menguasai lebih banyak kosa kata baru dan tentunya kemampuan bahasanya semakin meningkat. Selamat mencoba.


Advertisement
loading...
Comments

Health

Kenali Ciri-Ciri Gejala ADHD Pada Anak

Published

on

By

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak yang menyebabkan anak bertingkah tidak lazim. Sebagai orangtua, anda harus selalu sigap dan cermat dalam melihat pola tingkah laku dan perkembangan anak.

Apabila orangtua tidak memberi perhatian khusus secara ekstra, gejala ADHD tidak ketahuan, karena biasanya sepintas yang terjadi nampak normal dan baik-baik saja. Namun seiring berjalannya waktu, hingga kebiasaan-kebiasaan tersebut telah semakin mendarah daging pada anak, barulah para orangtua sadar ada yang aneh terhadap anaknya. Dan jika anda mengetahuinya sudah dalam keadaan yang demikian, maka untuk membuat anak anda normal dalam kondisi yang seharusnya akan menjadi lebih sulit.

Untuk itu sebagai orangtua anda wajib terus memperhatikan tingkah laku buah hati anda, dan sebaiknya waspadalah apa bila anak anda melakukan beberapa hal di bawah ini, yang diyakini sebagai ciri-ciri ADHD pada anak.

1. Anak sering Melamun atau Sulit Memusatkan Pada Suatu Perhatian (Inattention)

Buah hati anda yang mengalami ADHD akan sulit untuk memusatkan pada satu perhatian dan suka melamun. Jika anda mengatakan sesuatu, mereka akan sulit untuk menangkap perkataan anda karena kurangnya focus yang mereka berikan pada setiap perkataan anda. Sebagai contoh misalnya, mainan sering tertinggal di sekolah atau di tempat lain, jarang menyelesaikan tugas hingga tuntas karena tidak fokus dan mudah dialihkan konsentrasinya, dan seringnya membuat kesalahan merupakan ciri dari kurangnya pemusatan atau fokus. Dan hal tersebut merupakan salah satu indikasi ADHD yang harus anda waspadai. Apabila anak anda mengalami hal demikian sebaiknya bawa anak anda ke therapis yang sudah berpengalaman agar bisa mendapat kesembuhan.

2. Anak yang Hiperaktif

Memang anak kecil terutama di bawah usia lima tahun sangat gemar bermain dan hiperaktif, hal tersebut nampak wajar dan sulit untuk dibedakan mana anak yang mengalami ADHD ataupun tidak. Namun pada pengidap ADHD, perilaku hiperaktif berbeda dari yang biasanya. Mereka lebih menunjukkan sifat banyak berbicara, tidak dapat tenang ataupun diam pada satu tempat, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak, sering membuat gaduh di setiap suasana, selalu memegang apa saja yang dilihatnya, sulit untuk duduk diam seperti anak lain, lebih gelisah dan implusif dari teman sebaya atau seusianya, dan juga suka berterik-teriak.

3. Anak Bertindak Tanpa Berpikir (Impulsif)

Ciri lain dari penderita ADHD yaitu selalu bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu tentang apa dampak yang akan timbul setelahnya. Mereka lebih suka menentang suatu aturan dan membuat aturan baru. Penderita ADHD kesulitan untuk menunda respon atau biasa dikatakan tidak sabaran, sehingga mereka senang terburu-buru. Selain itu mengambil barang orang lain dengan paksa, reaktif, dan tidak menyukai antri sering mereka lakukan.

4. Anak Sering Cemas

Anak yang mengalami ADHD akan mengalami perasaan cemas. Khawatir dan takut juga akan sering dialami pada penderita ADHD ini. Pengamatan dan perhatian dari orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu mereka sembuh dari ADHD. Selain itu, mereka sangat sensitif terhadap kritikan. Mereka tidak suka pada kritikan yang diberikan orang lain kepada mereka. Anak ADHD menganggap segala yang dikerjakan sudah benar dan tidak membutuhkan kritik. Sulit beradaptasi atau kecemasan pada situasi baru dan tidak familiar dengannya adalah ciri dari rasa cemas yang dimiliki penderita ADHD. Sifat pemalu dan cenderung menarik diri juga dimiliki oleh anak ADHD.

5. Anak Suka Menentang

Seringnya melanggar aturan oleh anak ADHD dianggap hal yang biasa, karena pada dasarnya mereka tidak suka ada aturan yang mengikat mereka. Oleh karenanya anak ADHD lebih sering mendapat masalah pada seseorang yang memiliki otoritas dan juga penderita ADHD sering merasa terganggu dan pemarah dari pada teman seusianya.

Nah, itulah ciri-ciri gejala dari ADHD. Jika buah hati anda termasuk dalam kategori ciri diatas, segeralah periksa ke dokter atau psikiater.


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...