Iklim Politik Pinrang Sehat, Banyak PNS Masuk Bursa Pilkada | Makassar Today
Connect with us

NEWS

Iklim Politik Pinrang Sehat, Banyak PNS Masuk Bursa Pilkada

Published

on

Sekda Pinrang Syarifuddin Side, salah satu PNS yang bakal maju pada Pilkada

PINRANG — Sejumlah figur dari kalangan birokrat PNS menghiasi bursa calon bupati Pinrang. Hal itu menunjukkan betapa dinamis dan terbukanya iklim demokrasi di Bumi Lasinrang.

“Menurut saya ini bagus, karena PNS bisa meningkatkan karirnya menjadi lebih tinggi. Iklim politik yang sehat membuka peluang bagi siapapun, termasuk PNS yang punya kompetensi untuk menjadi pemimpin,” kata tokoh pemuda Pinrang, Haeruddin Tora.

Sejumlah nama kalangan PNS yang disebut akan maju antara lain Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Latif, Kadis Sosial Pinrang Hamka Mahmud dan Staf Ahli Walikota Parepare Andi Mappanyukki. Teranyar, Sekretaris Daerah (Sekda) Pinrang Syarifuddin Side juga menyatakan siap maju. PNS dengan pengalaman 34 tahun ini bahkan telah mendaftarkan diri pada penjaringan calon kepala daerah disejumlah partai.

“Masih dalam tahap sosialisasi. Kita lihat perkembangannya, jika survei memungkinkan untuk maju 01 (bupati), kami siap. Begitu juga dengan posisi wakil kepala daerah,” kata Syarifuddin. (M Haris Syah)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Politik

Loyalis IAS: Cuma Pengkhianat Yang Tak Dukung Appi-Cicu

Published

on

By

Makassartoday.com – Loyalis mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Siradjuddin (IAS) kembali menegaskan posisinya dalam Pilwali Makassar 2018 mendatang.

Mereka menyatu dalam berbagai komunitas pendukung Paslon nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Salah satunya Jhon Hardiyansyah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Tim Hukum Appi-Cicu.

Jhon menanggapi adanya klaim pihak yang mengatasnamakan loyalis IAS, namun malah mendukung paslon lain. Ia menegaskan bahwa sejak awal IAS sudah meminta seluruh jaringan dan barisan orang-orang yang dekatnya untuk satu dukungan ke Appi-Cicu.

“Tidak ada loyalis yang tidak ikut perintah. Perintah Pak IAS sangat jelas, tegas, dukung Appi-Cicu. Jadi kalau ada mengaku loyalis tapi tidak mendukung Appi-Cicu, itu loyalis kW2, loyalis tidak tahan lapar lalu tega mengkhianati Pak IAS,” tegasnya, Senin (19/2/2018).

Menurut Jhon, orang-orang yang setia kepada IAS tidak pernah berpikir jabatan, karena kita selalu mengedepankan persaudaraan.

“Bukan karena kepentingan proyek, bukan pula karena ingin dekat dengan penguasa,” tegas Jhon dengan nada nenyindir.

Adapun kelompok yang mengatasnamakan loyalis IAS, tapi tak mendukung Appi-Cicu, kata Jhon hanya sebuah klaim untuk kepentingan pribadi dan tidak punya kaitanya dengan pak IAS. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler