Sejarah Pelantikan Presiden AS Selalu 20 Januari | Makassar Today
Connect with us

Internasional

Sejarah Pelantikan Presiden AS Selalu 20 Januari

Published

on

Amandemen ke 20 Konstitusi AS mengubah tanggal pelantikan Presiden yang semula berlangsung pada minggu pertama bulan Maret, menjadi 20 Januari pada tahun 1937.

Dua hari menjelang pelantikan Donald Trump, kota Washington DC makin ramai dengan warga yang berencana menyaksikan pelantikannya sebagai presiden Amerika ke 45.

Meski demikian pengalihan kekuasaan secara simbolis yang dimandatkan konstitusi pada tanggal 20 Januari ini, tidak selalu berlangsung di ibukota Amerika.

Presiden pertama Amerika, George Washington di lantik tahun 1789 di kota New York yang ketika itu menjadi tempat sementara pimpinan negara yang masih pulih setelah perang untuk mendapatkan kemerdekaan dari Inggris.

George Washington menyampaikan pidato pelantikan pertamanya di Balairung Federal kota New York. Wakil presiden John Adams berdiri di sampingnya, Washington mengulangi kata-kata Kanselir Robert R. Livingston. Ia kemudian mencium kitab injil yang digunakan dalam upacara itu.

Menurut sejarah, Senator William Maclay dari Pennsylvania menyaksikan Washington yang sangat dikagumi itu gemetar ketika menghadapi anggota dewan dan para senator.

“Laki-laki hebat itu gusar dan malu” tambah Maclay, “lebih dari menghadapi meriam atau moncong senapan.”

George Washington kemudian pergi ke ruangan Senat untuk menyampaikan pidato pelantikannya.

Setelah berpidato, Washington berjalan ke Broadway, jalan terkenal di kota New York yang penuh dengan warga, berdoa di gereja St. Paul. Ia kemudian mendapati bahwa kepresidenannya dan negara adalah serangkaian eksperimen. Pelantikan presiden kemudian mulai berlangsung pada minggu pertama bulan Maret, sampai Amandemen ke 20 Konstitusi AS mengubah tanggal itu menjadi 20 Januari pada tahun 1937. (VOA)


Advertisement
loading...
Comments

Internasional

Muslim Bakal jadi Kelompok Agama Terbesar Kedua di AS

Published

on

By

Makassartoday.com – Komunitas Muslim diperkirakan akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat (AS) setelah umat Kristen pada tahun 2040. Angka data perkiraan ini merupakan hasil penelitian Pew Research Center.

Menurut penelitian tersebut, pada tahun 2017 ada 3,45 juta Muslim yang tinggal di AS. Jumlah itu mewakili sekitar 1,1 persen dari total populasi di negeri Paman Sam.

Saat ini, umat Yahudi melebihi jumlah umat Muslim sebagai kelompok agama terbesar kedua di AS. Namun diperkirakan akan berubah pada tahun 2040. ”Karena populasi Muslim AS akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Yahudi di negara ini,” bunyi laporan Pew Research Center.

Menurut penelitian tersebut, umat Muslim Amerika akan berjumlah 8,1 juta atau 2,1 persen dari populasi pada tahun 2050.

Masih menurut data riset tersebut, jumlah pemeluk Islam di AS telah berkembang pada angka sekitar 100.000 per tahun karena migrasi umat Islam dan tingkat kesuburan lebih tinggi di kalangan Muslim Amerika. Data itu diperoleh dari riset demografis dan survei.

”Sejak perkiraan pertama kami (2007) jumlah populasi Muslim Amerika telah berkembang pesat,” lanjut laporan tersebut, yang dilansir Al Jazeera, Jumat (5/1/2018).

Sejauh ini, umat Kristen menjadi populasi terbesar di AS, yakni mewakili 71 persen populasi.


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...