Tips Jitu Agar Anak Menuruti Kata Orangtua | Makassar Today
Connect with us

Parenting

Tips Jitu Agar Anak Menuruti Kata Orangtua

Published

on

Mendidik anak memang tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan kerja keras dan juga kesabaran yang ekstra. Selain itu diperlukan berbagai tips atau trik yang jitu untuk membuat anak mendengarkan dan menuruti perkataan orangtua. Nah untuk itu, buat anda para orangtua sebaiknya baca beberapa tips di bawah ini.

Tips Jitu Agar Anak Anak Mendengarkan Dan Menuruti Orang Tua

1. Hindari memanggil dengan nada tinggi

Jika anda ingin memanggil anak anda untuk meminta bantuan maupun menyuruh untuk makan, sebaiknya jangan menggunakan nada yang tinggi atau dengan mengomel. Selain hal tersebut juga tidak akan menyelesaikan masalah, cara itu juga tidak menjamin anak anda akan segera menghampiri anda dan melakukan apa yang disuruhkan.

Justru dengan memanggil dengan nada tinggi, maka anak akan menjadi syok dan kaget bahkan menimbulkan rasa kesal dan akhirnya malah menjauh dari anda atau berpura-pura tidak mendengar. Sebaiknya gunakan kata-kata yang lembut yang dapat membuat anak tenang dan merasa terlindungi.

2. Introspeksi diri anda dan berikan contoh nyata

Ada kalanya orang tua juga lupa bahwa mereka juga sering tidak menepati janji. Dari berbagai informasi mengenai tips mendidik anak, introspeksi diri orang tua menjadi poin yang sering terabaikan. Orang tua yang seringkali tidak konsisten dengan ucapan mereka sendiri juga membuat anak sulit untuk mematuhi mereka.

Apalagi jika ditambah orang tua yang sering memarahi anaknya atas hal yang sebenarnya mereka sendiri juga melakukannya. Hal tersebut tentu membuat anak menjadi malas untuk melakukan perintah orang tua. Untuk itu penting sekali memperbaiki sikap anda, dan pastikan anda selalu memberi contoh yang baik pada anak anda sebelum mengajarkan anak tentang hal tersebut.

3. Dengarkan keluhan anak anda

Walaupun anda bisa memberikan perintah atau menyuruh anak anda untuk melakukan sesuatu, bukan berarti anda boleh mengabaikan dan tidak mendengarkan keluhan-keluhan mereka. Sikap anak yang menolak untuk disuruh melakukan sesuatu bisa jadi bukan karena dia malas atau nakal. Mungkin saja saat itu dia sedang kelelahan sepulang sekolah, sedang ada masalah dengan lingkungan sekitarnya maupun sedang merasa tidak enak badan. Maka dari itu sebaiknya luangkan waktu anda untuk mendengarkan keluhan-keluhan anak anda.

4. Tujukan tatapan anda pada anak anda

Hal ini mungkin terlihat sepele, akan tetapi tatapan mata memiliki kekuatan untuk menunjukkan perasaan anda. Ketika anda menatap mata anak anda, maka mereka akan dapat melihat bahwa anda memberikan perhatian dan bukannya marah ataupun melakukan perintah dengan semena-mena. Dengan menatap mata anak anda, maka mereka juga akan merasakan bahwa anda membutuhkan bantuan mereka dan mereka akan lebih senang melakukan hal tersebut. Selain itu tatapan mata juga membuat anak merasa diperdulikan dan juga diperhatikan.

5. Memperhatikan situasi anak anda

Tips agar anak menuruti kata orang tua selanjutnya adalah ketika anda memberikan perintah pada anak anda namun anak anda terlihat malas untuk melakukannya, jangan langsung menganggap bahwa anak anda memang pemalas dan sulit untuk diatur. Sebaiknya diperhatikan dulu kondisinya sebelum anda melakukan perintah tersebut. Apakah dia sedang kelelahan habis mengerjakan sesuatu, atau karena hal lainnya.

Dan apabila kondisi anak sedang kelelahan, sebaiknya berilah kesempatan untuk beristirahat terlebih dahulu, agar tenaganya kembali pulih. Setelah itu minta tolong lah dengan lembut dan sabar sehingga anak tidak akan merasa terpaksa untuk melakukan hal tersebut.

Tips agar anak menuruti kata orang tua di atas dapat anda terapkan mulai saat ini juga, semakin sering anda menerapkannya maka akan semakin besar peluang anak menuruti kata anda.


Advertisement
loading...
Comments

Health

Kenali Ciri-Ciri Gejala ADHD Pada Anak

Published

on

By

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak yang menyebabkan anak bertingkah tidak lazim. Sebagai orangtua, anda harus selalu sigap dan cermat dalam melihat pola tingkah laku dan perkembangan anak.

Apabila orangtua tidak memberi perhatian khusus secara ekstra, gejala ADHD tidak ketahuan, karena biasanya sepintas yang terjadi nampak normal dan baik-baik saja. Namun seiring berjalannya waktu, hingga kebiasaan-kebiasaan tersebut telah semakin mendarah daging pada anak, barulah para orangtua sadar ada yang aneh terhadap anaknya. Dan jika anda mengetahuinya sudah dalam keadaan yang demikian, maka untuk membuat anak anda normal dalam kondisi yang seharusnya akan menjadi lebih sulit.

Untuk itu sebagai orangtua anda wajib terus memperhatikan tingkah laku buah hati anda, dan sebaiknya waspadalah apa bila anak anda melakukan beberapa hal di bawah ini, yang diyakini sebagai ciri-ciri ADHD pada anak.

1. Anak sering Melamun atau Sulit Memusatkan Pada Suatu Perhatian (Inattention)

Buah hati anda yang mengalami ADHD akan sulit untuk memusatkan pada satu perhatian dan suka melamun. Jika anda mengatakan sesuatu, mereka akan sulit untuk menangkap perkataan anda karena kurangnya focus yang mereka berikan pada setiap perkataan anda. Sebagai contoh misalnya, mainan sering tertinggal di sekolah atau di tempat lain, jarang menyelesaikan tugas hingga tuntas karena tidak fokus dan mudah dialihkan konsentrasinya, dan seringnya membuat kesalahan merupakan ciri dari kurangnya pemusatan atau fokus. Dan hal tersebut merupakan salah satu indikasi ADHD yang harus anda waspadai. Apabila anak anda mengalami hal demikian sebaiknya bawa anak anda ke therapis yang sudah berpengalaman agar bisa mendapat kesembuhan.

2. Anak yang Hiperaktif

Memang anak kecil terutama di bawah usia lima tahun sangat gemar bermain dan hiperaktif, hal tersebut nampak wajar dan sulit untuk dibedakan mana anak yang mengalami ADHD ataupun tidak. Namun pada pengidap ADHD, perilaku hiperaktif berbeda dari yang biasanya. Mereka lebih menunjukkan sifat banyak berbicara, tidak dapat tenang ataupun diam pada satu tempat, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak, sering membuat gaduh di setiap suasana, selalu memegang apa saja yang dilihatnya, sulit untuk duduk diam seperti anak lain, lebih gelisah dan implusif dari teman sebaya atau seusianya, dan juga suka berterik-teriak.

3. Anak Bertindak Tanpa Berpikir (Impulsif)

Ciri lain dari penderita ADHD yaitu selalu bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu tentang apa dampak yang akan timbul setelahnya. Mereka lebih suka menentang suatu aturan dan membuat aturan baru. Penderita ADHD kesulitan untuk menunda respon atau biasa dikatakan tidak sabaran, sehingga mereka senang terburu-buru. Selain itu mengambil barang orang lain dengan paksa, reaktif, dan tidak menyukai antri sering mereka lakukan.

4. Anak Sering Cemas

Anak yang mengalami ADHD akan mengalami perasaan cemas. Khawatir dan takut juga akan sering dialami pada penderita ADHD ini. Pengamatan dan perhatian dari orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu mereka sembuh dari ADHD. Selain itu, mereka sangat sensitif terhadap kritikan. Mereka tidak suka pada kritikan yang diberikan orang lain kepada mereka. Anak ADHD menganggap segala yang dikerjakan sudah benar dan tidak membutuhkan kritik. Sulit beradaptasi atau kecemasan pada situasi baru dan tidak familiar dengannya adalah ciri dari rasa cemas yang dimiliki penderita ADHD. Sifat pemalu dan cenderung menarik diri juga dimiliki oleh anak ADHD.

5. Anak Suka Menentang

Seringnya melanggar aturan oleh anak ADHD dianggap hal yang biasa, karena pada dasarnya mereka tidak suka ada aturan yang mengikat mereka. Oleh karenanya anak ADHD lebih sering mendapat masalah pada seseorang yang memiliki otoritas dan juga penderita ADHD sering merasa terganggu dan pemarah dari pada teman seusianya.

Nah, itulah ciri-ciri gejala dari ADHD. Jika buah hati anda termasuk dalam kategori ciri diatas, segeralah periksa ke dokter atau psikiater.


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...